PERJUANGAN SEORANG ANAK UNTUK MASA DEPAN KELUARGA

Saya anak pertama dari 3 bersaudara. Saat ini, 2 adik saya masih duduk di bangku SMP dan 1 di bangku MAN. Saya berasal dari keluarga yang bisa dibilang kurang mampu. Sejak saya masih duduk di bangku SMP, saya sudah memiliki pandangan untuk melanjutkan studi setelah lulus dari MAN, yaitu di UNIVERSITAS AIRLANGGA. Bagi saya, kuliah di universitas tersebut merupakan impian yang selalu saya pegang dan menjadi motivasi untuk terus belajar.

Namun, kisah saya tidak begitu berjalan lancar. Setiap orang yang mempunyai mimpi pasti akan menemui banyak ujian. Setelah saya lulus dan masuk ke MAN yang ada di Kota Gresik, saya mengikuti banyak sekali lomba dengan harapan sertifikat yang saya peroleh mampu membuat saya lolos di universitas yang saya impikan. Saya mengikuti berbagai perlombaan, mulai dari olimpiade di universitas tersebut dalam bidang kimia. Saya menekuni bidang kimia sejak saya masuk kelas 10 karena saya sangat tertarik pada bidang tersebut. Dari usaha yang saya lakukan, saya mendapatkan banyak medali dan nilai yang cukup memuaskan di bidang kimia.

Saat memasuki kelas 12 dan ada pengumuman eligible, saya sangat berharap bisa lolos eligible. Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan harapan saya. Saya tidak masuk ke dalam siswa eligible. Saat itu saya hampir putus asa, tetapi saya tetap semangat belajar untuk menghadapi SNBT. Saya belajar sungguh-sungguh pagi, siang, dan malam agar bisa tembus universitas impian tersebut. Akan tetapi, usaha saya tidak hanya berhenti pada SNBT. Saya juga mendaftar di perguruan tinggi lain melalui jalur GOLDEN TICKET UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA dan juga jalur Mandiri Beasiswa yang ada di INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOVEMBER, karena pada jalur SNBT saya tetap memilih UNIVERSITAS AIRLANGGA sebagai tujuan utama saya.

Segala doa dan usaha saya lakukan. Saat hari pengumuman GOLDEN TICKET, saya dinyatakan lolos dan melanjutkan ke tahap wawancara. Setelah tahap itu selesai, saya benar-benar dinyatakan lolos di UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA jurusan Kimia. Namun, saat pengumuman SNBT tiba, saya sangat takut. Dan benar saja, saya tidak lolos di UNIVERSITAS AIRLANGGA. Hancur? Iya, hancur sekali. Saya tidak menyangka PTN yang selama ini saya impikan ternyata menolak saya. Tidak lama kemudian, pengumuman jalur Mandiri Beasiswa juga keluar dan saya kembali dinyatakan tidak lolos.

Orang tua saya kemudian menyuruh saya melanjutkan studi di UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA. Saya mengikuti apa yang dikatakan kedua orang tua saya. Namun, saat pengumuman UKT dan SPI keluar, saya sangat kaget dan sempat tidak ingin melanjutkan studi karena merasa biaya tersebut sangat mahal bagi keluarga kami. Saya mendapatkan UKT sebesar Rp5.240.000 dan SPI sebesar Rp10.000.000. Orang tua saya tetap memaksa agar saya melanjutkan kuliah. Beliau mengatakan bahwa uang tersebut akan mereka usahakan demi anaknya bisa masuk kuliah. Mendengar hal itu, saya merasa sangat terharu sekaligus memiliki tanggung jawab yang besar untuk membalas semua pengorbanan mereka.

Tidak hanya itu, saat batas akhir pembayaran tiba saya belum juga bisa membayar karena memang belum ada uang. Dua hari kemudian, orang tua saya akhirnya mendapatkan uang tersebut, tetapi batas pembayaran sudah lewat. Saya kemudian mendatangi kampus dan meminta keringanan agar tetap diperbolehkan membayar UKT dan SPI. Alhamdulillah, permintaan saya disetujui sehingga saya tetap bisa melanjutkan studi di UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA.

Mulai saat itu saya berjanji kepada diri saya sendiri agar bisa mewujudkan impian saya dan mengangkat derajat keluarga saya. Saya ingin membuktikan bahwa segala perjuangan, doa, dan pengorbanan kedua orang tua saya tidak akan sia-sia. Saya juga ingin membuka jalan bagi adik-adik saya agar mereka bisa melanjutkan pendidikan setinggi mungkin tanpa harus merasakan kesulitan yang sama seperti yang saya alami. Kelak, saya berharap dapat meringankan beban kedua orang tua saya, membahagiakan mereka, serta menjadi kebanggaan keluarga dengan memberikan kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan yang saya tempuh.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *