Syalom semuanya, salam kenal saya Alek mahasiswa semester 2 di Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta. Izinkan saya untuk memperkenalkan diri saya terlebih dahulu!!!
Nama : Alek
Jenis kelamin : Laki-laki
Hobi : Menulis & Dance
Status : Mahasiswa
Disini saya akan menceritakan “KISAHKU MERAIH KAMPUS IMPIAN”, ya walaupun tidak sesuai ekspektasi…
Semua orang pasti punya kampus impiannyakan…? Kalau menurut aku si tempat itu Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Awal suka dan tertarik sama Kampus ISI itu karena disitu salah satu kampus yang bisa membantu saya untuk mengembangkan bakat/talenta saya yang suka dance/menari.
Saat masih duduk di bangku SMA, saya sudah membayangkan kalau saya sudah tamat SMA nanti saya akan masuk ke ISI Yogyakarta dengan almamater yang sangat saya inginkan dan yang saya impikan itu. Dari situ saya mulai bertekad untuk sungguh-sungguh dan giat belajar untuk bisa memenuhi syarat agar saya bisa kepilih jadi siswa Eligible, hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan dan akhirnya pengumuman hasil kelulusan dan pengumuman siswa yang terdaftar Namanya sebagai siswa Eligible.
Aku bergegas ke madding dekat kantor(ruang guru) aku melihat dari atas nomor 1 sampai bawah, aku gak menemukan nama ku tertulis di daftar nama siswa Eligible, aku sedih karena namaku tidak ada di daftar tersebut. Aku periksa ulang dan ternyata aku salah melihat madding tersebut, seharusnya aku membaca madding untuk jurusan IPA tapi aku malah membaca madding jurusan IPS.
Saat itu aku menghela nafas dan aku bergegas ke sebelah untuk membaca informasi madding di jurusan IPA dan bergegas melihat daftar nama dari nomor 1 sampai akhir. Dan yap………. Namaku tercantum di nomor urut 12, aku sangat senang seakan-akan lagi menemukan uang 1 Miliar aku pun lompat-lompat kegirangan sampai guru-guru di kantor menegurku karena aku terlalu keras mengelurakan suara (maklumlah Namanya lagi seneng, sampe lupa kalua disitu dekat ruang guru).
Sepulang sekolah aku langsung menghubungi keluarga terutama mama dan ayah di kampung (ini aku sekolah tinggal sama kakak kandung aku, dan aku gak tinggal sama orang tua aku dari kelas 3 SD sampai aku SMA). Lanjut…
Aku menghubungi mama dulu si….. Di telepon (VideoCall)
Aku : Syalom ma…
Mama : Syalom
Aku : Ma, mama tau ga? (tanyaku) Aku punya kabar baik hari ini.
Mama : (Mama tersenyum) Ap aitu dek?
Aku : Ma, aku lolos masuk siswa Eligible….
Mama : Ap aitu dek, mama kurang tahu (dengan ekspresi bingung)
Aku : Itu loh ma, nanti adek bisa ikut Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Itu nanti adek bisa ikut seleksi itu tanpa bayar dan itu gratis.
Mama : Iyakah (dengan ekspresi senang)
Mama : Dek, itu nanti kalau semisalnya keterima gimana?
Aku : Ya bagus dong ma, jadi adek bisa kuliah di kampus impian adek, di ISI Yogyakarta (jawabku)
Mama : (mama aku terdiam)
Aku : Ma… Mama kenapa kok diam (tannyaku)
Mama : Gpp kok
Mama : Dek nanti semisalnya kalau diteirma ke situ biayanya darimana dek, ayah sama mama udah tua, pekerjaan juga Cuma jadi petani. Adek taukan kalau ayah sekarang rentan sakit dan mamam juga, mama ga bermaksud apa-apa, mama ga bermaksud untuk memutuskan semangat adek untuk kuliah.
Aku : Iya ma, ade tau (aku menjawab dengan nada lembut)
Mama : Kalau adek mau, adek ngomong juga sama ayah. Kasi tau ayah ini gimana
Aku : Iya ma, nanti adek ngomong sama ayah.
Mama : Iya dek, bentar ya mama panggilkan ayah
Aku : Iya ma…..
Ayah : Syalom….
Aku : Syalom juga ayah, ayah apa kabar? (tanyaku)
Ayah : Puji Tuhan baik kok, kalau kamu gimana?
Aku : Sama ayah
Ayah : Baguslah kalau gitu, tapi kok mukanya murunga da masalah apa?
Aku : Gpp ayah, aku baik-baik aja kok (jawabku)
Disebelah ayah ada mama, dan mama menceritakan semua apa yang aku ceritakan tadi ke mama. Aku Cuma bisa terdiam dan mendengarkan dari HP.
Gak kerasa lumayan udah bebrapa menit ayah memanggilku…
Ayah : Dek, dek, dek…..(disitu ayah panggil aku yang melamun)
Aku : Iya ayah, maaf tadi adek gak denger (jawabku)
Ayah : Nak, ayah udah denger dari mama tadi.. Apa itu adek lolos masuk siswa Eligible?
Aku : Iya ayah…(jawabku)
Ayah : Nak… semisalnya kamu keterima dan harus berkuliah di sana nanti biayanya dari mana?… Kamut ahu kan ayah sama mama udah tua dan kita juga dari keluarga yang kurang mampu. Ayah Cuma seorang petani, ayah juga gak punya penghasilan yang tetap, begitu juga sama mama.
Aku : Tapikan ada beasiswa ayah (aku menjawab dengan nada keras)
Ayah : Iya, ayah tau. Tapi tetap aja semua itu perlu biaya yang banyak…
Aku :…….(terdiam)
Tut..tut…tut…tut!!! Aku mematikan teleponnya.
Juju aku sedih, aku ga tau harus ngapain sehabis itu. Aku pun melampiaskan amarahku dengan tidur seharian.
Bangun dari tidur aku tetap saja memikirkan perkataan ayah tadi, aku sedih…
Dua hari setelah ngomong sama ayah dan mama, aku memutuskan untuk keluar kota dan berniat mencari pekerjaan.
Kadang realita gak sesuai ekspektasi, apa yang kita inginkan gak selalu kita dapatkan dan kita terima. Mulai saat itu aku terus mencari loker kesana kesini dan aku keterima ke sebuah tempat yang dimana disitu tempat produksi kue-kue,makanan-makanan untuk orang-orang dirumah sakit.
Waktu demi waktu, hari demi hari aku sudah melupakan semua tentang keinginan dan cita-citaku untuk kuliah di kampus impianku. Enam bulan berlalu, saat aku lagi istirahat dikos temen sekelas waktu masih SMA dia mengirim pesan tentang tambahan beasiswa di Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta.
Awalnya aku gak merespon pesann itu sama sekali, karena itu bukan merupakan kampus yang aku inginkan. Seminggu kemudian aku melihat lagi pesan tersebut, apa aku ambil aja ya…. Apa ini mungkin takdir/kesempatan yang Tuhan berikan kepadaku melalui beasiswa ini.
Aku pun mengklik link tersebut, dan aku langsung mendaftarkan diri tanpa sepengetahuan kedua orang tuaku. Seminggu setelah daftar aku di hubungi pihak kampus bahwa aku keterima sebagai mahasiswa penerima beasiswa tersebut dan harus berangkat ke Yogyakarta sebelum perkuliahan dimulai.
H-7 berangkat ke Jogja aku baru kasi kabar ke kedua orang tua ku, dan kea bang-abang, kakak-kakak ku bahwa aku keterima ke Universitas tersebut dan mendapatkan beasiswa penuh sampai selesai. Mereka pun gak bisa berkata-kata lagi karena hal ini sudah terjadi, disisi lain aku merasa iba dengan perasaanku. Apa aku salah ya, mengambil keputusan sendiri tanpa sepengetahuan mereka.
Sejak saat itu aku meyakinkan mereka bahwa anak seorang petani ini bisa menjadi sarjana pertama dikeluarganya dan akan menjalankan perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Kadang apa yang kita inginkan itu gak selalu kita dapatkan, apalagi kita yang terlahir dari keluarga yang serba kekurangan. Mau ini itu harus usaha dulu, harus usaha sendiri Gak seperti orang-orang diluar sana yang jalannya udah ditata rapi dan mereka hanya cukup melewatinya saja. Dari sini aku belajar untuk mengikhlaskan apa yang kita inginkan ya walaupun itu terasa berat dan cukup membuat kita kecewa, tapi mungkin ini jalan yang terbaik yang Tuhan siapkan dan Tuhan tata untuk kita, dan aku sekarang sudah bisa menerima hal-hal yang diluar ekspektasiku dan aku yakin pasti ini rencana Tuhan, ini rencana yang terbaik.
Terimakasih…. Mungkin Cuma segini yang bisa aku ceritakan, ya walaupun ceritanya sangat Panjang dan ini aku persingkat supaya kalian gak bosan….
Sekian kisah ku dalam mengejar kampus impianku, ya walaupun aku gak masuk ke kampus impianku aku tetap bersyukur karena aku bisa kuliah dan mendapatkan gelar walaupun itu bukan gelar yang ada di list hidupku…
So, kalian jangan putus asa/menyerah saat usaha kalian gak sesuai dengan hasilnya……
Byee,,,,, aku Alek pamit dulu……
Penulis
Alek
Yogyakarta, 3 juli 2026
