Halo, perkenalkan nama saya Nuraini Pricillya Wulandari. Saya adalah salah satu mahasiswa dari PTN yang ada di Magelang Jawa Tengah, yaitu Universitas Tidar. Saat ini saya merupakan mahasiswa angkatan 2024 yang telah menyelesaikan semester 4 dan akan melanjutkan perkuliahan ke semester 5. Saya akan berbagi sedikit cerita tentang perjuangan saya menuju kampus PTN.

Saya berasal dari keluarga yang bisa dikatakan kurang mampu, tetapi tekad saya untuk kuliah sangat besar. Saya ingin memiliki gelar yang nanti nya semoga bisa menaikkan derajat keluarga saya, Aamiin. Saya lulusan dari SMA jurusan MIPA dan cita – cita saya adalah menjadi seorang guru. Saya memahami bahwa banyak orang menilai profesi guru tidak menawarkan penghasilan yang besar. Meski begitu, hal tersebut tidak pernah menjadi pertimbangan utama bagi saya. Yang paling penting bagi saya adalah bisa memberikan suasana belajar yang membuat siswa merasa nyaman dan aman saat berada di kelas. Saya ingin mendampingi mereka selama proses belajar, membantu mereka memahami materi dengan lebih baik, serta melihat mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Lanjut, pada saat itu saya kebetulan tidak masuk ke dalam daftar siswa eligible dan harus mendaftar untuk UTBK. Saat itu, biaya untuk mengikuti UTBK lumayan mahal bagi saya, tapi Tuhan maha baik. Saya bisa mendaftar UTBK melalui jalur KIP dan pendaftaran nya gratis tidak dipungut biaya. Maka dari itu, saya berusaha keras untuk belajar materi materi yang akan diujikan di SNBT nanti secara mandiri karena untuk mendaftar les saja rasanya sangat mahal. Saya mulai mempersiapkan SNBT sekitar kurang lebih dua bulan sebelum pelaksanaan ujian. Untuk menghemat biaya, saya dan teman saya membeli buku persiapan SNBT secara patungan. Kami kemudian menggunakannya secara bergantian untuk belajar dan berlatih mengerjakan soal. Meskipun waktu persiapannya cukup singkat dan fasilitas yang kami miliki terbatas, saya tetap berusaha belajar secara konsisten agar bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Tak lupa saya juga memanfaatkan fasilitas gadget untuk berlatih soal soal UTBK di aplikasi atau web gratis untuk mematangkan persiapan saya. Pada saat itu saya memilih 2 pilihan jurusan di kampus yang sama. Mengapa demikian? Karena saya ingin berkuliah di kampus yang dekat saja dari rumah karena untuk biaya kos serta biaya hidup jika saya merantau juga tidak ada. Dan Alhamdulillah di kota saya ada Perguruan Tinggi Negeri yang jaraknya hanya sekitar 20 menit dari rumah. Selama masa persiapan saya juga tidak pernah meninggalkan doa. Saya percaya bahwa setiap usaha yang disertai doa akan memberikan hasil terbaik sesuai dengan kehendak Tuhan.

Waktu ujian pun tiba, di malam sebelum ujian saya melaksanakan sholat tahajud agar saya bisa mengerjakan soal soal ujian dengan lancer dan benar. Alhamdulillah saat saya mengerjakan soal rasanya sangat lancar dan tidak begitu menyulitkan bagi saya. Hanya saja saya pusing karena selama 4 jam terus menatap layar komputer. Cukup lama sampai hari pengumuman tiba. Dan memang benar jalur langit jangan pernah diragukan karena kabar baik nya saya diterima di pilihan pertama yaitu Pendidikan Matematika. Saat itu saya menangis karena merasa sangat bahagia. Sebelumnya, saya sudah sempat pesimis dan khawatir tidak akan diterima sehingga harus mencoba kembali pada tahun berikutnya. Setelah itu, saya mencoba mendaftar KIPK untuk bisa berkuliah gratis yang ditanggung pemerintah karena sejak SD sampai SMA saya selalu dapat PIP dan kebutuhan sekolah saya selalu ditanggung dari program tersebut. Saat itu, Ibu saya menyampaikan kekhawatirannya bahwa apabila saya tidak memperoleh KIP Kuliah, saya mungkin akan mendapatkan UKT yang cukup besar sehingga biaya kuliah akan menjadi lebih berat dan beliau tidak sanggup untuk membiayai saya kuliah dan saya terpaksa mengundurkan diri. Sebagai informasi saja bahwa ibu saya single mom yang membiayai 2 orang anak (saya dan adik saya) yang kerjanya hanya sebagai buruh lepas harian dengan gaji yang tidak menetap.

Mendengar itu saya hanya bisa berpasrah dan hanya bisa berdoa semoga Tuhan kali ini membantu saya. Banyak sekali berkas – berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar KIPK dan itu cukup menguras dompet karena harus membeli materai yang tidak cukup hanya membeli 1. Mungkin saat itu memang belum menjadi rezeki saya. Keinginan saya untuk menjadi penerima KIP Kuliah belum dikabulkan oleh Tuhan. Tentu saya merasa pasrah dan kecewa. Pikiran saya dipenuhi berbagai pertanyaan tentang bagaimana saya akan melanjutkan pendidikan. Saya bahkan sempat takut bahwa kegagalan tersebut akan menjadi akhir dari impian saya untuk berkuliah. Namun, Tuhan lagi lagi maha baik. Saya mendapatkan UKT dengan nominal di bawah satu juta rupiah. Bagi keluarga saya, jumlah tersebut masih dapat diusahakan karena pembayarannya dilakukan setiap enam bulan sekali. Saya sangat bersyukur atas kesempatan yang Tuhan berikan dan bertekad untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Pada akhirnya, impian saya untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah benar-benar menjadi kenyataan.

Semua ini benar – benar menjadi awal yang baik bagi saya. Meskipun begitu, saya masih sempat bertanya-tanya mengapa saya tidak lolos sebagai penerima KIP Kuliah, padahal jika dilihat dari kondisi ekonomi keluarga saya termasuk dalam kategori yang kurang mampu. Namun, seiring berjalannya waktu saya menyadari bahwa tidak semua hal berjalan sesuai dengan harapan. Saya selalu percaya bahwa ada jalan lain yang telah Tuhan tentukan, meskipun pada awalnya kita tidak tahu dari mana jalan itu akan datang.

Sampai saat ini saya masih menjalani kuliah dengan baik, saya juga aktif di kegiatan organisasi mahasiswa di kampus. Setelah masuk kuliah, saya benar benar belajar banyak hal baru yang sebelumnya tidak ada di sekolah baik dalam proses pembelajaran maupun melalui interaksi dan kehidupan sosial di lingkungan kampus. Saya sudah beberapa kali mengikuti seleksi beasiswa. Meskipun hasilnya belum sesuai dengan harapan, saya percaya bahwa setiap proses memiliki waktunya masing-masing dan saya akan terus berusaha. Saat ini saya juga sedang mencari informasi lowongan pekerjaan sebagai tentor di bimbingan belajar yang berada di dekat rumah. Melalui pekerjaan tersebut, saya ingin mengasah kemampuan mengajar sekaligus memperoleh penghasilan yang dapat saya sisihkan untuk membantu membayar UKT.

Pengalaman ini mengajarkan saya untuk terus berusaha dan tidak pernah berhenti berdoa, karena saya yakin pertolongan Tuhan selalu hadir pada waktu yang paling tepat bahkan ketika kita tidak menyangkanya.

Tinggalkan Komentar