Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Perkenalkan saya Diah Sahputri ,Mahasiswa dari Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai .

Disini saya akan menyampaikan bagaimana perjalanan saya untuk bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan.

Setiap anak punya mimpi untuk bisa melanjutkan perkuliahan,tapi tidak semua anak bisa merasakan hal yang sama untuk menempuh ke jenjang perguruan tinggi dengan mudah. Saya Diah , tamatan madrasah aliyah swasta Al-Ishlahiyah Binjai,saya mahasiswa gapyear 4 tahun.Yah saya tamat pada tahun 2021 dan baru kesempatan melanjutkan kuliah di tahun 2025.

Pada awal saya lulus dari jenjang madrasah aliyah saya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi,namun karena kendala ekonomi,dan orang tua yang sudah berumur tidak tega hati saya untuk membebani mereka.Hingga akhirnya saya pun memutuskan mencari pekerjaan terlebih dahulu.Pada saat itu saya sedang menjalani bisnis online shop yang sudah saya lakukan dari kelas 11 aliyah,untuk tambah-tambahan uang jajan.Tapi ,karena online shop saya masih kecil-kecilan akhirnya saya pun mencari pekerjaan lain agar bisa membantu orang tua juga.Salah satu teman saya semasa SD mengirimkan lowongan pekerjaan untuk menjadi guru ngaji di lembaga pendidikan yaitu ERS INDONESIA.Saat itu saya kurang percaya diri untuk melamar pekerjaan itu karena saya belum ada basic mengajar dan ilmu saya juga masih sangat minim,namun teman saya meyakinkan saya untuk mencoba terlebih dahulu.Akhirnya saya pun mengirimkan surat lamaran pekerjaan di ERS INDONESIA.Selang beberapa hari saya pun dipanggil untuk interview tahap 1.Ternyata yang datang melamar sangat banyak dan mereka juga sudah S1 disitu saya sedikit kurang percaya diri kalau saya bakal diterima.Ternyata setelah mengikuti interview sampai tahap 3 ,alhamdulillah saya dinyatakan diterima dan mengikuti training selama 3 bulan.

Singkat cerita,di ERS INDONESIA saya tidak hanya bekerja dan mengajar saja,tetapi disitu saya juga belajar banyak hal.Seperti wajib membaca buku setiap hari dan meringkasnya setiap bulan,belajar percaya diri untuk berbicara didepan umum dan melatih menejemen waktu serta kepemimpinan di Toastmaster,serta belajar hal-hal baru dari kegiatan di event perlombaan.Saya sangat senang bisa bergabung di ERS INDONESIA.

Namun,dibalik itu semua di tahun pertama dan kedua saya masih sering merasa sedih ketika melihat teman-teman saya sibuk dengan perkuliahan,bahkah ketika bertemu, mereka selalu membahas tentang perkuliahan.Disitu saya merasa insecure dan sedih karena saya belum bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan karena saat itu sistem di tempat kerja saya harus full time tidak bisa part time.Dan saya tidak mau mengambil kuliah online karena saya kurang fokus kalau belajar dari online,mau mengambil kelas malam tapi tidak diizinkan akhirnya saya pun memilih fokus bekerja dulu.Saat itu saya punya mentor di tempat kerja saya,saya pun sharing dengan beliau,dan beliau tahu kalau saya pengen kuliah,tapi karena kondisi yang belum memungkinkan beliau memberikan saya motivasi untuk tidak terfokus pada 1 mimpi,coba cari mimpi yang lain,kejar yang bisa dikejar.Hingga perlahan saya pun mulai menerima takdir yang harus saya jalani,hingga ditahun ketiga saya tidak insecure serta selalu menangis ketika melihat postingan tentang dunia perkuliahan.Saya mulai semangat mengembangkan sayap saya untuk mengejar mimpi yang lain dengan mengikuti perlombaan pidato dan MTQ.

Masuk ditahun 2025,disini tahun yang cukup menantang dan penuh dengan plot twis,tepat pada bulan juni 2026 hati saya kembali galau,merasa diri stuck ditempat dalam hal pendidikan agama islam,hingga akhirnya tekad saya kembali menguat untuk meraih mimpi saya untuk bisa melanjutkan perkuliahan.Saya mulai sharing dengan atasan,apakah bisa jika hari jumat saya online dan sabtu tatap muka,yang artinya saya harus libur tidak masuk disetiap hari sabtunya,namun karena peraturan yang cukup ketat saya tidak diizinkan untuk mengambil kuliah jumat sabtu.Dengan segala pertimbangan,doa,dan harapan,pada bulan juli saya pun mengambil sebuah keputusan yang cukup besar,hal yang datang tiba-tiba di pikiran saya untuk resign dari tempat kerja tersebut.Dan karena kontrak saya juga habis pada bulan 8 dengan berat hati akhirnya atasan saya pun mengizinkan saya untuk mengambil keputusan besar dalam waktu yang bisa dibilang singkat. Pada hari terakhir saya bekerja,atasan saya berkata jika saya sudah mampu mengatur waktu saya,ataupun kalau sudah mau menyelesaikan perkuliahan saya,kalau saya mau balik bekerja disitu mereka akan buka pintu kantor lebar-lebar.Karena bagi saya kantor sudah menjadi rumah kedua bagi saya.

Mungkin sebagian orang akan berpikir,sayang banget ninggalin pekerjaan yang sudah dijalani selama 4 tahun,dengan gaji yang lumayan besar juga.Tapi yang dipikiran saya saat itu adalah,mungkin ini waktunya Allah wujudkan impian saya.Walaupun dengan pengorbanan yang cukup besar,dengan sisa tabungan saya akhirnya saya mendaftarkan diri saya di sebuah perguruan tinggi swasta yang ada di kota Binjai yaitu Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai.Dengan niat dan tekad yang kuat akhirnya saya pun menjalani perkuliahan reguler dengan jadwal pagi dari senin sampai kamis.Dan selang sebulan saya menganggur akhirnya dibulan 10 saya mendapatkan pekerjaan mengaji guru bimbel.Selesai dari kampus saya lanjut mengajar dari siang sampai sore,lalu dari sore sampai jam 9 malam saya lanjut mengajar ngaji ke rumah-rumah.

Saya percaya bahwa saya mampu menjalaninya,walaupun terkadang tidak semudah yang dibayangkan karena saya kuliah sambil bekerja.Membiayai kuliah sendiri,dengan gaji yang pas-pasan untuk membayar UKT dan kebutuhan sehari-hari.Namun dengan keputusan yang sudah saya ambil, saya bangga bisa menjalani ini semua.Karena saya sangat berharap bisa membanggakan kedua orang tua saya atas mimpi yang ingin saya capai ini.Saya ingin menjadi perwakilan sarjana di keluarga saya.Menaikan derajat orang tua saya,bahwa ayah ibu yang hanya sampai jenjang Sekolah Dasar mampu melahirkan dan membimbing anaknya sampai ke jenjang perguruan tinggi.

Saat ini saya berada disemester 2 prodi Pendidikan Agama Islam dan akan masuk ke semester 3.Saya percaya sebanyak apapun rintangan yang akan saya lewati nantinya,saya mampu terus menegakkan kaki saya untuk bisa menjalani ini semua. Saya punya pelajaran penting yang bisa saya ambil dari proses menuju perkuliahan ini,kalau saja saya begitu tamat sekolah langsung lanjut ke perkuliahan mungkin saya tidak akan sepercaya diri ini,selalu berpikir positif dan berani untuk menyuarakan suara saya.Ternyata Allah begitu baik,Allah sengaja menempah diri saya dulu dengan memperbanyak pengalaman dan belajar banyak hal di ERS INDONESIA,lalu setelah saya sudah siap Allah akhirnya mewujudkan mimpi saya tadi.

Jadi buat kalian yang diluar sana,jika saat ini kalian belum bisa kuliah,tidak apa-apa kok,tidak ada kata terlambat,suatu saat nanti Allah pasti akan mampukan kalian untuk bisa mewujudkan impian kalian melanjutkan pendidikan. Dan buat kalian yang diberikan kemudahan untuk bisa berkuliah,jangan sia-siakan kesempatan itu. Raihlah prestasi sebanyak-banyaknya,karena banyak diluaran sana yang tidak seberuntung kalian.

Tetap semangat,selalu berpikir positif pada takdir hidup kalian.Karena mimpi itu bukan hanya untuk si yang punya segalanya,namun siapa yang mau berusaha.

Tinggalkan Komentar