- SNBP ❎
- SNBT ❎
- Telkom University, melalui beasiswa ID Cold Host ❎
- SMIT Flat ITS ❎
- PBUTM Universitas Gadjah Mada ❎
- UM – Universitas Gadjah Mada ✅
- Mandiri Prestasi Beasiswa-UM Malang ❎
GOES TO CAMPUS
Saya menuliskan ini dengan harapakan memberikan inspirasi bagi pembaca, bahwa Kampus impian harus diperjuangkan, dan jangan pernah takut gagal.
Berawal dari prinsip ibu, bahwa boleh kuliah dengan syarat di PTN tanpa IPI. Hal tersebut karena kondisi ekonomi keluarga kami yang sangat berubah turun drastis pasca pandemi, Covid 19. Dimana Ibu kena PHK dan ayah resign karena perusahaan tempatnya bekerja menuju pailit.
Saya punya mimpi besar, yaitu ingin sukses, bisa membantu biaya pendidikan adik saya, dan ingin membuat ekonomi keluarga kamimenjadi lebih baik.
Sebagai langkah awal, saya harus mempunyai rata-rata rapor yang tinggi, yang selalu meningkat, dan punya sertifikat lomba, agar bisa masuk sebagai siswa eligible, sehingga bisa mengikuti SNBP. Sampai semester 5 target saya terpenuhi, yaitu rata rata rapor saya 93.
Untuk mengejar sertifikat saya mengikiti ekskul paduan suara dan KIR. Karena dari informasi yang saya dapat, kedua sertifkat dari bidang tersebut mempunyai nilai tinggi untuk tembus SNBP. Dari awal masuk team paduan suara, hampir setiap hari latihan, setelah jam pulang sekolah ,dan hari sabtu tetap masuk latihan. Itu berlangsung hampir 1 tahun. Bahkan libur lebaran juga hanya diperbolehkan beberapa hari, dan minum serta makan pun tidak boleh sembarangan untuk mempertahankan suara.
Pada Juli tahun 2024, kami 40 siswa Team paduan paduan suara berangkat ke Singapore, dan Kami sangat puas bisa membawa pulang 1 medali emas dan 1 medali perak, dalam 2 kategori.
Untuk lomba KIR bidang Biologi, yang diprakarsai ITS, merupakan olimpiade International, dalam online competition, kami 5 siswa memenangkan gold medal juga.
Tahun 2025 saya naik kelas XII. Hampir semua teman-teman saya ikut les, Bimbingan belajar demi bisa masuk di PTN. Sedangkan saya tidak mengikuti les apapun, Karena perjuangan utama saya lewat SNBP. Dan saya tidak ada biaya untuk ikut les, karena sangat mahal.
Sesuai target, saya masuk dalam kelompok siswa Eligible dan mendaftar SNBP. Dari sini lah awal dari banyak penolakan, kegagalan dari mimpi saya. Karena yang saya daftar adalah jalur beasiswa (yang kuotanya sangat kecil) , dan jalur yang tidak menggunakan IPI
Begini cerita saya…..yang banyak drama, banyak perjuangan yang ada batasan. Dari SNBP, saya TIDAK DITERIMA. Perjuangan saya 3 tahun untuk membangun nilai rapor, mengumpulkan sertifikat terasa sia-sia. Seperti tak banyak harapan lagi. Beberapa hari saya shock, diam, tidak belajar, dan mental saya sedang tidang tidak baik baik saja. Tapi saya bersyukur mempunyai keluarga yang selalu support, memberikan semangat, masih ada jalur lain, dan ternyata ibu saya sudah banyak mencari informasi di media sosial, jalur jalur apa saja yang bisa saya daftar.
Saya mulai belajar serius, membeli paket Try Out 60.000 di internet, Saya hanya punya waktu 21 hari untuk belajar karena 26 April jadwal saya SNBT. Saat saya fokus belajar SNBT, ibu saya mengurus berkas persyaratan dan mendaftarkan beasiswa ID could Host untuk bisa kuliah gratis di Telkom University Surabaya, mendaftarkan SMITS FLAT ITS, PBUTM Universitas Gadjah Mada, dan Utul UGM, yang sekarang dikenal dengan istilah UM UGM.
Tiba pengumuan SNBT tanggal 25 Mei, saya TIDAK DITERIMA. Tanggal 26 Mei Pengumuan SMIT Flat ITS dan saya juga gagal, TIDAK DITERIMA. Kejelakan saya adalah, sebelum ada pengumuman gagal, saya tidak segera belajar lagi untuk ujian yang lain. Setelah 26 Mei gagal, saya baru membeli lagi paket try Out 40.000 lagi ,khusus soal UTUL UGM, dan saya hanya bisa full belajar 7 hari, karena tanggal 4 adalah jadwal ujian saya. Tanggal 4 Juni pengumuman PBUTM UGM, dan saya kembali TIDAK DITERIMA. Taggal 6 Juni saya mendapat email dari Beasiswa IDCould Host, bahwa lolos seleksi rapor dan ujian online tanggal 8 Juni.
Sepulang dari Yogjakarta, segera kami daftar UM malang, jalur Mandiri prestasi dengan beasiswa. Sehingga jalur harapan saya tersisa 3 saja, yaitu UM UGM, Mandiri Prestasi UM malang, dan Beasiswa Tekom University
Tiba saatnya tanggal 12 Juni,pengumuman UM UGM. Dan alhamdulillah kami kaget, terutama ibu saya. Saat melihat saya diterima, ibu diam beberapa saat, baru kami histeris, karena DITERIMA di UNIVERSITAS GADJAH MADA, kampus TOP 2 indonesia, yang sangat di luar ekspekasi saya, dan sesuai dengan syarat dari ibu saya, yaitu tanpa IPI. Bahagiaaa? Pasti. Rasanya lelah kemaren hilang, dan dalam benak ini lebih banyak lagi mimpi yang ingin saya kejar
Dan Malamnya saya baca pengumuman UM malang Jalur prestasi beasiswa TIDAK DITERIMA. Padahal ibu saya sudah beli tiket KA, untuk jaga-jaga kalau ada panggilan interview. Kenapa kami yakin? Karena teman saya dengan SMA sama, sertifikat sama, dan bukan eligible , dia ketrima, dengan IPI dan UKT yang tinggi, tetapi dia jalur prestasi dan saya beasiswa prestasi. Tanggal 15 Juni Pengumuman dari ID CouldHost bahwa saya TIDAK DITERIMA
Dari Hal tersebut yang dapat saya petik adalah “KEJARLAH MIMPIMU, KEJAR DENGAN CARA MAKSIMALMU JANGAN DIBATASI OLEH FINANSIAL, KARENA SELAGI ADA USAHA PASTI AKAN DIPERTEMUKAN JALANNYA”
Hal yang salah yang tidak saya lakukan :
Segigih apapun perjuangan masuk SNBP, yakinlah kalau itu jalur Ghoib, Jadi setelah daftar, lupakan, dan fokus belajar SNBT
Semoga Bermanfaat
“Mahaksa”
