Jalan yang Berubah, Mimpi yang Tetap Sama
Mimpi pertamaku bukanlah mengenakan almamater kampus impian, melainkan tetap bisa berkuliah di tengah keterbatasan yang ada. Sebagai anak pertama dari keluarga sederhana, aku bertekad menjadi sarjana pertama di keluargaku. Gelar ini bukan sekadar untuk diriku sendiri, tetapi juga untuk membanggakan keluargaku dan menjadi contoh bagi adik-adikku bahwa pendidikan adalah jalan yang layak diperjuangkan. Aku percaya bahwa pendidikan mampu membuka lebih banyak kesempatan untuk mengubah masa depan, baik bagi diriku maupun keluargaku. Karena itu, aku tidak pernah ingin menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk berhenti bermimpi.
Memasuki kelas 12, keyakinan itu mulai diuji oleh kenyataan. Aku harus menentukan perguruan tinggi dan jurusan yang akan kupilih melalui jalur SNBP. Sejak duduk di bangku SMA, aku bercita-cita menjadi seorang psikolog karena ingin membantu orang-orang yang sedang berjuang menghadapi masalah kesehatan mental. Menurutku, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, tetapi hingga kini masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya hal tersebut. Karena itulah, Jurusan Psikologi Universitas Padjadjaran menjadi kampus dan jurusan yang paling ingin kuperjuangkan.
Sebelum menentukan pilihan, aku memutuskan untuk berdiskusi dengan ibu. Dengan penuh harap, aku menyampaikan keinginanku untuk berkuliah di Universitas Padjadjaran. Namun, ibu memintaku mempertimbangkan kembali pilihan itu. Beliau menjelaskan bahwa jaraknya terlalu jauh dan kondisi ekonomi keluarga belum memungkinkan untuk membiayai kuliah sekaligus kebutuhan hidup di perantauan. Sejak ayah meninggal saat aku masih duduk di bangku kelas 2 SMP, ibu menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Ibu juga berpesan bahwa jika aku ingin tetap melanjutkan kuliah, aku harus berusaha mendapatkan beasiswa agar beban biaya yang harus ditanggung tidak semakin besar.
Saat itu aku hanya terdiam dan mendengarkan. Setelah percakapan selesai, aku memilih menyimpan kesedihanku sendiri. Dalam hati, tentu ada rasa kecewa karena harus mengubur impian untuk berkuliah di kampus yang selama ini kuimpikan. Namun, aku memahami bahwa keputusan ibu bukanlah karena beliau tidak mendukung mimpiku, melainkan karena beliau sedang berusaha memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan keluarga. Sejak percakapan itu, aku mulai mencari jalan lain agar impianku untuk tetap berkuliah tidak ikut berhenti.
Beberapa minggu kemudian, guru BK datang ke kelas untuk mendata pilihan universitas dan jurusan yang akan diajukan melalui jalur SNBP. Saat namaku dipanggil, aku meminta izin untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai peluang diterima di jurusan yang kupilih. Beberapa hari kemudian, ketika jam pelajaran kosong, aku datang ke ruang BK sambil membawa sebuah catatan berisi nilai rapor semester 1 hingga 5, jumlah peminat, serta kuota penerimaan pada jurusan yang kuincar. Setelah melihat catatan tersebut, guru BK menjelaskan bahwa peluangku untuk diterima tergolong kecil karena jumlah peminat yang sangat tinggi, sedangkan kuota yang tersedia hanya puluhan orang. Meski begitu, beliau tetap menyarankan agar aku mencoba jalur SNBP sambil mulai mempersiapkan diri menghadapi UTBK sebagai kesempatan berikutnya.
Saran tersebut justru semakin memotivasiku untuk belajar lebih giat. Sebenarnya, sejak kelas 12 semester 1 aku sudah mulai mencicil belajar UTBK secara mandiri. Namun, setelah mengetahui bahwa peluangku di SNBP tidak terlalu besar, aku berusaha menjadi lebih disiplin dan konsisten. Setiap akhir pekan, laboratorium komputer sekolah menjadi salah satu tempatku belajar karena tersedia komputer dan akses internet yang dapat menunjang proses belajarku. Karena aku lebih mudah berkonsentrasi di tempat yang tenang, perpustakaan daerah juga menjadi tempat favoritku untuk belajar sepulang sekolah maupun ketika masa belajar di sekolah telah berakhir. Selain itu, aku menabung untuk membeli buku latihan UTBK tahun-tahun sebelumnya dan memanfaatkan berbagai sumber belajar gratis, seperti YouTube serta platform pembelajaran daring. Dengan segala keterbatasan yang ada, aku berusaha memaksimalkan setiap fasilitas dan kesempatan yang kumiliki agar dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Hari pengumuman SNBP akhirnya tiba. Sejujurnya, sejak awal aku tidak terlalu berharap diterima di pilihan pertama karena persaingannya yang sangat ketat. Namun, aku masih menyimpan sedikit harapan pada pilihan keduaku. Sayangnya, hasil yang kutunggu tidak berjalan sesuai harapan. Namaku tidak tercantum sebagai peserta yang lolos pada kedua pilihan tersebut. Beberapa saat aku hanya terdiam menatap layar. Rasanya, usaha belajar serta nilai rapor yang kujaga selama lima semester belum cukup untuk membawaku lolos melalui jalur tersebut. Meski begitu, aku tidak ingin terlalu lama larut dalam kekecewaan. Aku masih memiliki satu kesempatan lagi, yaitu melalui jalur SNBT. Sejak saat itu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk mempersiapkan UTBK dengan lebih sungguh-sungguh.
Setelah tidak lolos SNBP, semangatku justru semakin besar. Aku mencari berbagai cara agar tetap bisa mempersiapkan UTBK meskipun dengan keterbatasan yang ada. Aku bersyukur karena berhasil mendapatkan kesempatan mengikuti bimbingan belajar gratis secara daring yang ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Di samping itu, aku tetap belajar secara mandiri di rumah, mengerjakan latihan soal dari berbagai platform pembelajaran, serta mengikuti beberapa simulasi UTBK untuk mengukur sejauh mana kemampuanku berkembang. Hari demi hari kulalui dengan satu keyakinan bahwa setiap usaha yang kulakukan akan membawaku selangkah lebih dekat pada impianku.
Hari pengumuman SNBT akhirnya tiba. Berbeda dengan sebagian besar temanku yang langsung membuka hasilnya, aku memilih menenangkan diri terlebih dahulu karena masih dihantui rasa takut mengulang kekecewaan seperti saat SNBP. Setelah merasa cukup tenang, aku memberanikan diri membuka laman pengumuman. Alhamdulillah, namaku dinyatakan lolos pada pilihan pertamaku. Dengan perasaan haru dan bahagia, aku segera memberi kabar kepada ibu. Namun, perjalanan itu ternyata belum benar-benar selesai. Aku masih menunggu hasil seleksi Beasiswa KIP Kuliah, yang saat itu menjadi harapan terbesarku untuk benar-benar dapat melanjutkan pendidikan. Beberapa waktu kemudian, rasa syukur itu kembali bertambah ketika aku dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa KIP Kuliah. Saat itulah aku merasa bahwa seluruh usaha, doa, dan pengorbanan yang kulalui selama ini tidaklah sia-sia.
Perjalanan ini mengajarkanku bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Aku memang tidak berkuliah di kampus yang dulu kuimpikan, tetapi aku menemukan kesempatan berharga di tempat yang kini menjadi tempatku bertumbuh dan mengemban ilmu. Seiring berjalannya waktu, aku juga menyadari bahwa di Jurusan Kesehatan Masyarakat aku tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi banyak orang, hanya melalui cara yang berbeda dari yang dulu kubayangkan. Bagiku, mimpi bukan hanya tentang berhasil mencapai tujuan pertama yang kita inginkan, melainkan tentang keberanian untuk terus melangkah ketika jalan yang harus ditempuh berubah. Aku percaya, selama aku terus belajar, bekerja keras, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, aku tetap bisa mewujudkan cita-citaku serta membanggakan keluargaku. Pada akhirnya, aku memahami bahwa yang terpenting bukanlah di mana aku berkuliah, melainkan bagaimana aku memanfaatkan setiap kesempatan untuk terus bertumbuh, menggapai masa depan yang lebih baik, dan kelak menjadi seseorang yang mampu membanggakan keluarga serta memberi manfaat bagi orang lain.

Bismillah sukses ya mii, semangaattt
Semangatttt lasmiii
Waww ✨️
bagusss bangettt
kerennn
Uhuyyy mantappp lanjutkan las lass
everyone has dreams and has the right to fight for them, selalu kerenn, selalu banggaa❤️
SEMANGATTTT LASMIII, KERENNN
sukses terus lasmii
semangat lasmii
Let’s gooo~ semangat amii✨
Semoga jalan yang kita tempuh sekarang memberikan kesuksesan untuk masa depan kita yaa
semangat dan sukses selalu lasmii
semangattt
GOOD JOBBB KERENN SELALU KERENN
Semangattt amiiii
semangat dan sukses
Masyaallah sukses selaluu Lasmi!!
semoga suksesss lasmi semoga bermanfaaat apa yang kamu cita citakan
Sukses terus ya bebss, semangattt❤️✨
semangat adee❤️❤️
keren! trust me meskipun jalurnya sedikit geser dari apa yang udah diimpikan dan direncanakan, you are exactly where you need to be.. sukses ya lasmi semangat!
KERENN BESTT AMAZING POKONYAA