Lomba Menulis Kampus Impian

Write by Nadzifa Azzahra

Perjalananku sebagai anak rantau

Perkenalkan saya Nadzifa Azzahra seorang Mahasiswa dari kampus Universitas Islam Kadiri-Kediri pada Program Studi Teknik Komputer, Disini saya akan menceritakan betapa panjangnya perjalanan saya untuk sampai ke tahap kampus yang sedang saya tempuh melalui jalur KIPK. Ini sebenernya bukan cerita kampus impian melainkan kisah saya yang merelakan kampus impian saya beserta jurusan/prodi yang saya impikan, akan tetapi dibalik itu saya mendapatkan pembelajaran dan kejutan yang luar biasa, Jujur dan ini pun merupakan sebuah pengalaman baru ataupun pertama kali nya saya ikut lomba menulis, harap dimaklumi jika ada kesalahan kata pada teks atau pada ejaan teks yang saya ketik. Terima kasih.

Hari mulai berganti dan siapa sangka saya lulus sekolah menjadi seorang fresh graduate yang mempunyai rencana disaat lulus yaitu kuliah di PTN dengan jurusan keperawatan, tapi rencana itu perlahan-lahan mulai pudar pada bulan April 2024, semenjak orang tua saya tidak merestui saya untuk berkuliah di ptn pada jurusan keprawatan dengan alesan yang sungguh menyakitkan, kata ayah di sisi lain ekonomi kita tidak stabil nak lantas kita harus membiayai kamu dengan apa? Jangankan untuk membiayai sampai lulus bahkan hanya mendaftar SNBT saja dengan nominal sebesar Rp300.000 ayah saya belum cukup mampu, sedangkan kata mamah untuk apa kuliah keprawatan dengan isi otak kamu yang belum cukup mampu memangnya kamu bisa? Mamahku sangat meragukan anaknya sendiri untuk kuliah pada jurusan itu, padahal itu merupakan impian ku sejak SMP kuliah di jurusan keprawatan bahkan aku sudah menyicil belajar sejak sekolah untuk kuliah keprawatan tetapi aku harus merelakan semua itu, dan disaat itu aku tidak punya plan B yaitu rencana keduaku. Dan aku mulai memikirkan untuk bekerja saja terlebih dahulu kuliah aku bisa serahkan kepada adik adikku akan kubiayai mereka jika mereka sudah lulus SMA, karena aku lahir sebagai anak pertama di keluargaku, jadi aku memutuskan untuk bekerja dan bekerja agar memenuhi setengah dari finansial keluargaku, awalnya aku mengurungkan niat untuk tidak kuliah karena faktor ekonomi aku disitu sangat terpukul sedih, kecewa dan marah menjadi satu, tetapi dari semua kegelapan harapanku ada sebuah percikan sinar kecil di dalamnya aku mengubah recananaku yaitu dengan gapyear aku berusaha untuk mencari beberapa beasiswa di online dan aku menemukan KIP-K (Kartu Pintar Indonesia Kuliah) yang mempunyai instansi di semua kampus di indonesia, sambil aku fokus melamar kerja dimana-mana aku sambil mendaftarkan diri juga lewat beberapa kampus swasta namun sayangnya disaat aku tidak juga lolos di karena kuota disetiap kampus sedikit. Jadi, aku memulai untuk bekerja dahulu sambil mencari info lagi, dan kebetulan entah dari petunjuk yang maha kuasa aku diberi info oleh tanteku yang berasal dari jawa timur katanya aku di amanahkan untuk kuliah di kampus yang sama disana dengan anaknya yang statusnya mahasiswa semester 5 dan saat aku tau kampus disana menerima banyak kuota kipk aku sangat bersyukur dan lega akan tetapi legaku belum sampai situ ditahun depan aku harus ikut tes terlebih dahulu untuk bisa keterima kuliah jalur kip, semenjak aku tahu bahwa tes nya itu berupa ujian TKA dan ada interviewnya aku langsung mendalami materi ujian tsb dan aku resign pada bulan november 2024, aku memulai start belajar pada bulan januari- sampai pada bulan april 2025 aku mulai merantau ke tempat asal kampus yang kutuju sebenernya bukan merantau melainkan balik kampung ke rumah tanteku, dsitu saya bertamasya naik kereta dengan duit dari hasil kerjaku selama setengah tahun itu, sampainya di sana keesokan siangnya aku langsung mandaftarkan diri di gelombang pertama, dan aku masih tetap belajar disana karena jiwa ambisku tapi disisi lain aku memikirkan apakah aku bisa lolos? Dengan banyak orang yang mendaftar isi pikiranku benar benar ribut memikirkan hal itu lanjut dsitu juga aku tetap stay di rumah tanteku sampai ujian tka nya dimulai pada bulan juni 2025 akhirnya ujian itu terselesaikan namun aku masih meragukan apa yang aku kerjakan pada saat itu, tapi aku masih yakin dengan kemampuanku aku yang sudah berproses belajar dalam waktu yang cukup lama ini pasti akan membuahkan hasil yang ku maksud adalah lolos, hari mulai berlalu dan tibalah pengumuman hasil ujian lah dan benar saja aku lolos yey disitu aku sangat gembira akan tetapi dsitu bukan akhir dari semua tes nya melainkan ada interview yang harus aku lewati lagi. Dan pada saat itu aku benar benar berusaha agar aku bisa memberanikan diri untuk memulai skill baruku yaitu belajar publik speaking, lagi-lagi aku mulai memikirkan hal aneh karena aku memang manusia yang tidak handal dalam kelancaran berbicara, karena aku tipikal orang yang belibet dalam berbicara dan suaraku sangat amat kecil, tapi aku tidak pantang menyerah aku terus belajar mengembangkan skill itu hari mulai berganti dan tiba lah jadwal interview tersebut, setelah akhirnya selesai dan tibalah pada hari pengumuman, nama-nama yang lolos sudah tertera di grup dan Alhamdulillah sujud syukur aku lolos. disitu aku mulai menangis bahagia dan aku mulai menyadari bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil yg kedua kalinya, dan tidak lupa aku selalu melibatkan Tuhan di setiap perjalananku akupun sangat amat berterima kasih ke mamah dan ayah serta kepada anggota keluarga besarku yang sudah mendukung, mendoakanku terimakasih banyak kalian semua aku beruntung memiliki keluarga yang bisa selalu bisa menemani disetiap prosesku terutama berkat tuhan yang mana esa aku tidak akan bisa mewujudkan harapanku ini untuk berkuliah di perguruan tinggi sampai benar" bisa ke titik ini, sekarang aku bisa melanjutkan pendidikanku dan saat ini aku sudah semester 2 dengan IPK 3.93 aku berharap jiwa ambis ku akan selalu muncul..

Pesan yang aku dapatkan dari ceritaku di atas :

jangan terlalu mengubur niat dan harapan kalian yang dimana kita hidup cuma sekali seumur hidup perjuangkanlah sekeras mungkin lawanlah apa yang menjadi penghambat kamu ingin maju entah dari segi ekonomi dan persetujuan orang tua, semua akan bisa jika kita benar" mengusahakannya dan terkadang hidup penuh kejutan yang entah kita gatau kedepannya bagaimana jika engkau libatkan tuhan dalam setiap prosesmu maka tidak ada kata tidak mungkin untuk usaha yang luar biasa pada diri kita.”

Tinggalkan Komentar