Kampus Swasta

Nama : M Raditya Vanka Septian 

Perkenalkan nama saya M Raditya Vanka Septian, saya seorang Mahasiswa IPB University. Sekarang saya sedang menjalani Pendidikan di bangku PKU yang wajib diikuti oleh Mahasiswa baru IPB University, saya berasal dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ketika masuk ke IPB University saya bangga sekali rasanya karena bisa di terima di PTN Impian saya.

Ketika masuk IPB kita disuguhkan dengan berbagai kegiatan yang

menarik dimulai dari Seven Habbits, Pra-MPKB, hingga rangkaian MPKMB dilaksanakan. Semuanya kegiatan tersebut sangat menarik dan tentunya dengan rasa bangga, semangat dan tanggung jawab saya mengikuti semua rangkaian kegiatan. Kegiatan pertama yang saya ikuti tentunya seven habbits. Sebelum hari-h dimulai kita melakukan zoom terlebih dahulu untuk saling memperkenalkan diri antara co-fasil, peserta dan PJK kelompok. Saya tergabung pada kelompok besar brathasena askara dan kelompok sedang arutala Dewata. Bangga dan senang rasanya bergabung dengan kelompok ini karena didalamnya banyak orang-orang hebat bahkan co-fasil nya pun seorang yang berprestasi di IPB. Setelah berkenalan satu sama lain, hari yang ditunggu pun tiba. Hari dimana saya memulai perjalanan sebagai mahasiswa IPB. Kesan pertama dari kegiatan zoom pertama adalah sangat bangga tentunya dan berkesan karena fasilitator kelompok saya merupakan yang luar biasa dan penuh pengalaman.

Materi yang diberikan beliau sangat berarti bagi keberlangsungan saya sekarang yang sudah resmi menjadi mahasiswa IPB University. Bahkan tak sedikit pesan dari beliau yang saya tulis pada buku materi. Setelah selama satu minggu saya mengikuti kegiatan seven habbits ini, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan untuk diterapkan menjadi nahasiswa IPB dan tentunya sebagai manusia yang berakal sehat. Materi seven habbits mengingatan kita bagaimana tentang kebiasaan orang- orang sukses dan berhasil. Materi tersebut antara lain menjadi proaktif, memulai dengan

tujuan akhir, utamakan yang utama, berpikir menang-menang, berusaha memahami terlebih dahulu, baru dipahami, bersinergi dan mengasah gergji. Dari kebiasan diatas tentu saya coba implementasikan dengan penuh tanggung jawab. Seperti kebiasan pertama yaitu jadilah proaktif yang saya coba terapkan dengan bersani bertanya ketika ada materi yang sedang disampaikan kepada saya. Tak hanya kebiasaan pertama yang saya coba laksanakn, tetapi kebiasaan lainnya juga saya terapkan. Kebiasan 2 (Memulai Dengan Tujuan Akhir) sangat penting bagi seorang mahasiswa tentu kebiasaan seperti ini lah yang akan menjadikan mahasiswa punya pola pikir yang baik, memulai dengan tujuan akhir berarti kita memiliki visi dan misi dalam setiap langkah nya. Seperti contoh misi dan visi saya saat ini adalah bagaimana caranya saya bisa lulus dengan tepat waktu dan tentunya ilmu yang saya dapat dari hasil belajar saya selama menjadi mahasiswa bisa berguna bagi masyarakat, untuk mendapatkan motivasi dalam menentukan visi dan misi pribadi tentu dengan kita melihat, mendengar bagaimana orang lain bicara dan bagaimana orang lain berpendapat terhadap kita, dari sana akan terlihat bagaimana kita harus bertindak. Kemarin saya telah mendengarkan beberapa sambutan dari rektor,wakil rektor dan juga beberapa narasumber dalam.kegiatan MPKMB yang tentunya menjadikan saya termotivasi untuk terus mewujudkan visi dan misi saya. Kebiasaan 3 (dahulukan yang utama) adalah salah satu kebiasaan yang harus dilakukan

oleh mahasiswa. Mengapa demikian, karena sebagai mahasiswa harus memiliki motivasi yang kuat untuk bisa menggapai cita-cita. Salah satunya adalah dengan membuat planning atau weekly plan dimana kita membuat rencana atau rancangan kegiatan yang akan kita lakukan selama satu Minggu kedepan. Dengan demikian prioritas menjadi lebih terarah dan tugas dapat diselesaikan dengan tepat dan sangat baik. Diharapkan mahasiswa mampu membiasakan diri untuk memulai dengan tujuan akhir karena kebiasaan ini juga dapat menopang kegiatan perkuliahan yang sangat padat. Jika sudah membiasakan diri dengan kebiasaan tiga ini mahasiswa pasti memiliki mindset yang kuat untuk terus berjuang hingga akhir dan keluar menjadi pemenang. Kebiasaan 4 (Berpikir Menang-menang) sebuah pola pikir yang harus di terapkan dalam menjalani kehidupan, tidak hanya sebagai mahasiswa tapi sebagai makhluk sosial tentunya kita harus mempunyai pemikiran tersebut. Berpikir menang- menang berarti kita memberikan pengaruh dan mendapatkan pengaruh juga dari seseorang yang ada di sekitar kita. Sebagai contoh ketika saat ini saya menjadi seorang mahasiswa tentunya setoran-setoran yang harus di berikan adalah berupa tanggung jawab atas tugas yang diberikan oleh dosen dengan mengerjakannya dan mengumpulkan tepat waktu, jika sebagai teman tentu kita harus memberi dorongan kepada teman kita untuk terus bersemangat dalam menjalani masa-masa kuliah ini. Itulah contoh bahwa kita memiliki pola pikir menang- menang, bagaimana kita banyak melakukan setoran terhadap apa yang menjadi tanggung jawab kita. Kebiasaan 5 (Berusaha mengerti dulu kemudian dimengerti), pada kebiasaan ini saya mencoba mempraktikkan apalagi setelah saya masuk dunia kampus dimana banyak orang yang mengajak bertukar pikiran dan lain sebagainya. Tentu kita sebagai pendengar harus bisa menghargai bagaimana orang berbicara karena hal tersebut akan berlaku sebaliknya, saya mempraktikkan kebiasaan lima ini pada saat ngobrol dengan teman kontrakan, dimana kita berbicara tentang kehidupan sehari-hari, tentang bagaimana perjuangan masuk IPB dan lain sebagainya, saya selalu mencoba mengerti orang lain dengan menjadi pendengar yang baik, saya selalu menghargai pendapat seseorang, bagi saya ngobrol

merupakan tempat kita belajar, tempat kita mengeluarkan isi hati dan mencoba bisa mengerti terhadap pendapat orang lain. Kebiasaan baik ini perlu dimiliki oleh mahasiswa karena dengan mengimplementasikan kebiasaan ini kita bisa mengikuti perkuliahan dengan penuh percaya diri dan mudah memahami apa yang menjadi bagi kita, selain itu kebiasaan ini merupakan sikap bahwa kita memiliki ada. Kebiasaan 6 (wujudkan sinergi) pada kebiasaan ini saya melihat bagaimana orang di sekitar saya bisa diajak bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, dalam hal pertemanan saya mewujudkan sinergi ini dengan teman kelompok tugas dimana adanya pembagian tugas pada masing-masing anggota agar dapat mempersingkat waktu dalam proses pengerjaan tugas tersebut. Saya juga melihat bagaimana teman saya bisa mengeluarkan ide-ide cemerlang saat kita melakukan analisis dan mencari sumber informasi, hal tersebut yang mendorong saya untuk mewujudkan sinergi, karena sebagai mahasiswa sinergi sangat diperlukan agar tujuan bersama bisa tercapai dan belajar bagaimana jika nanti terjun ke lingkungan masyarakat yang mana sangat membutuhkan sinergi sebagai modal dasar dalam bersosialisasi. Saya senang bila dalam kehidupan sehari- hari bisa mengimplementasikan sinergi karena dengan sinergi dapat membuat saya jauh lebih kenal siapa diri saya dan potensi apa yang harus dikembangkan oleh saya. Kebiasaan 7 (mengasah gergaji) tahap terakhir pada penerapan seven habbits ini adalah kebiasaan yang jangan sampai terlupakan karena sangat bermanfaat bagi kita sebagai mahasiswa. Rencana dalam penerapan kebiasaan tujuh ini akan saya mulai dari rajin beribadah tentunya, sebagai seorang muslim sudah kewajiban saya dan tentu menjadi ajang muhasabah setelah melakukan

berbagai kegiatan, tak hanya itu saya mencoba dengan berolahraga seperti futsal dan bulu tangkis untuk rekreasi dan refleksi sejenak setelah mengerjakan berbagai tugas di perkuliahan.

Seperti yang dimaksud asalahlah gergaji berarti kita harus istirahat sejenak dengan tetap melakukan hal-hal yang sangat positif dalam mendukung seven habbits karena tanpa kebiasaan tujuh ini tentu kita akan merasakan jenuh dan bosan sehingga tidak efektif lagi dalam mengerjakan sesuatu. Batu besar yang saya tuju adalah olahraga rutin dan lebih giat beribadah agar hati menjadi lebih terisi dan tidak ada pikiran buruk jika dalam keadaan luang atau kosong. Dengan demikian kegiatan sehari-hari akan jauh lebih efektif. Itulah kebiasaan- kebiasaan yang saya terapkan setelah menjadi mahasiswa IPB meskipun belum maksimal tetapi saya terus mencoba dan mencoba. Dengan penuh tanggung jawab alhamdulillah hingga saat ini rangkaian kegiatan MPKMB hampir selesai dan bisa terlaksanakan dengan baik.

Tentu ini adalah sebuah anugerah dari Tuhan yang Maha Esa, selain itu ada sinergi antara peserta dan co-fasilitator juga PJK, maka dari itu ketika berkegiatan dengan co-fasil dan PJK tidak ada moment yang menyedihkan bahkan hari-harinya selalu dipenuhi dengan canda dan tawa. Dari rangkaian MPKMB ini point yang saya dapatkan yaitu bagaimana kita bisa bertanggung jawab atas apa yang kita kerjakan juga bagaimana memupuk kebersamaan untuk hasil yang memuaskan. Quotes dari saya hanya satu dan saya kutip dari seorang penulis novel asal bandung yang merangkap menjadi petani yaitu Ayah Pidi Baiq. Dia berkata bahwa ”jika tidak lebih baik, lebih baik tidak”. Sekian refleksi ini saya buat, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada fasilittator, co-fasilitator, PJK, dan teman-teman kelompokku. Semoga kita selalu dalam lindungannya. Aamiin.