Kampus Swasta

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh ,Salam sejahtera bagi kita semua, Shalom Om swastiastu ,Namo Buddhaya, Salam kebajikan .

Haii… Perkenalkan aku Yunia Ramadhanti putri, kalian bisa panggil aku yaya, aku adalah seorang anak buruh harian lepas, aku adalah orang yang nekat untuk berjuang untuk meraih PTN , aku ingin bercerita sedikit tentang perjuangan ku saat aku ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Maaf jika ada kekurangan dalam cerita saya , saya harap ini bisa meng inspirasi kalian dalam cerita saya.

Ini foto ku saat aku belajar dengan serius untuk bisa melanjutkan ke perguruan negeri, aku berusaha sekuat mungkin, yang dimana aku tadinya jurusan agama yang ingin sekali, ke jurusan umum yaitu psikologi, kata guru ku aku tidak mungkin bisa keterima ,karena sulit dari jurusan agama ke jurusan umum.

Selanjutnya pengumuman rank eligible , aku sempat cemas terhadap, pencapaian ku selama di sma, aku takut jika aku tidak termasuk rank eligible, ternyata aku salah ,rasa takut ku yang terus menghantuiku, dan aku bersyukur,pikiran negatif yang kemarin menghantuiku sangat tidak habis pikir, dan ternyata aku termasuk ke dalam rank eligible , aku bersyukur atas pencapaian ku saat itu, dan aku sempat overthinking dikarenakan aku takut jika orang tua ku tidak bisa membiayaiku.

Setelah pengumuman rank eligible aku selesai AM , disini aku mulai gelisah dengan PTN yang keterima atau tidak.

Aku tidak tahu kalo aku diterima , dan ternyata aku kaget yang bertanda biru waktu buka web, akhirnya aku berhasil lolos dalam seleksi snbp, aku disini memikirkan ,bagaimana jika nanti kuliah apakah bisa dilanjut atau tidak.

Aku mencoba untuk ikut program beasiswa serta wawancata, agar tidak membebani orang tua ku, aku berusaha sekuat mungkin , agar aku bisa melanjutkan kuliah, aku sudah di titik bertahan agar aku bisa melanjutkan kuliah, disaat ekomomi orang tua ku sedang tidak ada sama sekali

Dan ini pas aku ambil almet, aku tidak tau,kalo aku bisa sampai sini, dan aku semangatt kan diri aku sendiri kalo aku bisa. Selain itu banyak sekali permasalahan keluarga yang dimana orang tua ku suruh aku kerja, tetapi aku tidak mau, aku nangis dan berdoa setiap hari sambil memohon agar aku bisa melanjutkan kuliah.

Ini bukti kalo aku sempat mau mengundurkan diri. Tetapi disitu aku menangis sejadi-jadinya, mamah aku melihat aku merasa iba, dan ijinkan aku melanjutkan kuliah, tetapi tidak dengan bapa ku, aku tau aku terlalu maksa untuk melanjutkan kuliah, tetapi aku ingin membahagiakan orang tua ku.

Dan beberapa hari kemudian bapa ku meng ijin kan ku, aku masih ingat betapa sedih nya waktu mau berangkat merantau ,tinggal sementara di paman ku melaksanakan pra pbak, aku pergi naik kereta dengan kaka ku, kaka ku kerja dan aku berhenti di salah satu stasiun, aku ingin keluar dari stasiun tetapi aku belum begitu mengerti bagaimana keluar dari stasiun, disaat itu aku belum ketemu dengan paman ku, aku keluar dari stasiun, jam 4 pagi, yang dimana hari masih kosong, tidak ramai dengan banyak nya orang , disitu aku hampir hampiri oleh bapak” Yang terlihat begitu menyeramkan, dan disitu aku cemas, aku menelpon paman ku, aku sempat takut karena bapa” Itu terus menghampiri ku ,untungnya paman bergegas menghampiri ku.

setelah PBAK

 

Di semester 1 aku sempat ingin berhenti kuliah karena permasalahan ekonomi, aku sempat tidak masuk selama 1 minggu, dan aku di telpon dengan wadek fakultas ku, aku harus melanjutkan studi ku, dan beberapa hari kemudian aku dipanggil ke ruang kaprodi, aku tidak diijinkan berhenti karena sayang, dengan pencapaian ku.

Dan bebrapa hari kemudian aku lolos dalam keterimanya beasiswa untuk membatu sehari” ku , Dan aku melanjutkan studi ku karena aku sudah sampai sejauh ini perjuangan ku. Dan aku berjanji kepada diri ku sendiri bahwa aku harus bisa mencapai cita-cita ku, dan membahagiakan sekitar ku.

Dan seterusnya aku bisa melanjutkan studi ku dan aku sangat ber terimakasih, dikarenakan orang terdekat ku,orang tua ku, teman-teman ku, dosen pembimbing ku, ka prodi ku memberikan ku suport .

Ini adalah cerita perjlananku dalam mengejar PTN impianku . aku harap kalian tidak boleh merasa kurang atas pencapaian kalian ,dan selalu bersyukur atas pencapaian kita , semoga kita bisa menggapai cita” kita setinggi langit yaa, semangattt yaaaa.