Oleh : Linda Ismawati
(Mahasiswa Baru S-1 Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Semarang)
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Saya Linda Ismawati berusia 18 tahun asal Kabupaten Kudus, dua bersaudara dan saya anak pertama. Ayah saya bekerja sebagai sebagai kuli bangunan. Upah pekerjaan yang dihasilkan ayah saya terbilang kecil sekitar Rp500.000,00 hingga Rp1.000.000,00 per bulan. Sementara ibu saya bekerja sebagai buruh rokok borong di pabrik kecil. Upah pekerjaan yang dihasilkan ibu saya terbilang kecil sekitar Rp500.000,00 per bulan. Terlebih lagi, ayah masih punya tanggungan selain saya adalah adik saya yang saat ini sedang mengemban pendidikan MA di sekolah swasta yang biaya SPP per bulannya Rp150.000 dan nenek yang masih menjadi tanggungannya. Dengan latar belakang ekonomi yang sederhana ini, membuat saya memiliki motivasi sangat besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat mencapai cita-cita dan membantu meningkatkan taraf hidup keluarga. Saya percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Selama sekolah saya selalu pasang target untuk selalu tuntas dalam setiap tugas dan ulangan karena sejak awal memang target saya adalah diterima PTN tanpa tes tertulis.
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Hari itu, tanggal 26 Maret 2024 hari dimana jalur gaib itu diumumkan. Yak, saya gagal. Rasanya bercampur aduk. Sedih, kecewa, kesal, marah, semua jadi satu.Tapi mau bagaimana lagi, saya yakin Allah pasti berikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Dan satu lagi, tanggal 1 Mei 2024 pengumuman SPAN PTKIN, saya juga gagal di jalur itu. Namun, saya tidak ingin menyerah. Saya bertekad untuk terus berusaha dan mencari peluang lain, seperti mendaftar di jalur tes atau program beasiswa yang dapat membantu saya mencapai impian untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Saya percaya bahwa setiap kegagalan adalah langkah menuju kesuksesan yang lebih besar, dan saya akan terus berjuang untuk mewujudkan cita-cita saya.
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Setelah dua kegagalan sebelumnya, akhirnya saya berhasil pada jalur SNBT, Alhamdulillah. Saya meyakini bahwa Allah adalah pembuat skenario terbaik. Allah menjamin yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Jangan patah semangat! Terus berdoa dan ikhtiar. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berjuang meraih cita-cita. Saya akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, belajar dengan giat, dan mengembangkan potensi diri. Tidak hanya itu, saya juga berharap dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik dan teman-teman yang sedang berjuang meraih impian mereka. Meskipun perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mudah, saya percaya bahwa dengan kerja keras, doa, dan dukungan dari orang-orang terdekat, semua mimpi dapat terwujud. Saya akan terus menjaga semangat dan optimisme, karena yakin Allah memiliki rencana terbaik untuk setiap hamba-Nya.
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Tak ingin membebani orang tua, saya memilih untuk mengajukan diri dan mendaftar program Beasiswa Rinaldi untuk bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Harapannya, saya bisa meringankan beban orang tua dan meningkatkan taraf hidup keluarga nantinya. Saya berharap bisa lolos proses seleksi Beasiswa Rinaldi, dan saat pengumuman saya dinyatakan lolos, saya sangat antusias untuk memanfaatkan fasilitas mentoring dari Youtz Media, yang akan membantu saya mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai impian saya. Dengan dukungan ini, saya yakin dapat berkontribusi lebih baik untuk masyarakat dan keluarga di masa depan.

