Setiap orang pasti ingin mendapatkan yang terbaik tetapi adakalanya di berikan masalah dan bagaimana cara untuk menyelesaikan masalahnya, dan setiap orang memiliki mimpi besar di dalam hidupnya, dan bagi banyak orang, salah satu mimpi itu adalah masuk perguruan tinggi. Perjuangan untuk mencapai mimpi ini di mulai dari sebuah keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik. Dengan semangat ini, banyak yang saya lakukan seperti belajar dan daftar SNBT.
Saya tamatan 2022, tetapi pada waktu tahun 2022 saya tidak ikut tes SNBT DAN SNBP. Dan pada akhirnya tahun 2023 adalah tahun yang penuh harapan dan ketegangan bagiku. Setelah berbulan-bulan belajar keras dan mengorbankan banyak hal, aku akhirnya menghadapi ujian seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBT. Harapanku begitu tinggi. Aku sudah membayangkan memakai jas Almameter universitas impianku. Namun, ketika pengumuman hasil seleksi tiba, dunia rasanya runtuh seketika. Namaku tidak ada dalam daftar.
Saat pengumuman di nyatakan tidak lolos saya menangis, merasa kosong, dan sangat kecewa. Semua usaha, waktu dan pengorbanan yang aku lakukan seolah tidak berarti. Teman-temanku yang lolos mulai sibuk dengan persiapan masuk perguruan tinggi, sementara aku terjebak dalam kebingungan. Aku merasa tersisih, dan itu membuatku meragukan kemampuan sendiri.
Meskipun orang tuaku terus mendukung dan mengatakan bahwa aku bisa mencoba lagi di tahun depan, ada perasaan takut yang menghantuiku di setiap saat. Takut gagal lagi. Sementara itu, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan sambil memikirkan langkah berikutnya. Beruntung, beebrapa bulan setelah kelulusan, aku diterima bekerja di sebuah perusahaan kecil. Pekerjaan ini memberiku pengalaman baru dan kesempatan untuk mengembangkan diri.
Waktu berlalu, dan tahun 2024 pun tiba. Aku semakin tenggelam dengan rutinitas pekerjaan. Ketika pendaftaran buka lagi saya lupa membuat akun padahal pendaftaran itu lah untuk terakhir kalinya. Namun, pekerjaan yang kujalankan sekarang dan keenggananku untuk mengulang rasa kecewa yang sama membuatku lupa dengan pedaftaran terakhir kalinya.
Hari-hari di tempat kerja semakin sibuk, dan aku merasa puas dengan pekerjaan yang aku lakukan. Namun dibalik kesibukan itu, aku tahu bahwa keinginan untuk melanjutkan pendidikan tetap ada. Setiap kali melihat teman ku memakai almameter impiannya aku terkadang merasa minder dan juga tidak percaya diri. Walaupun jalanku berbeda dengan orang di perguruan tinggi.
Setelah berdiskusi dengan orangtuaku dan merenung panjang, aku akhirnya menemukan jalan tengah. Aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan melalui Universitas Terbuka. Dengan cara ini, aku masih bisa bekerja dan mendapatkan pengalaman sambil mengejar sarjana. Universitas terbuka memberikan fleksibilitas yang kubutuhkan, dan aku merasa ini adalah keputusan yang tepat untuk situasiku saat ini.
Aku mungkin tidak menjalankan kehidupan mahasiswa seperti yang pernah kubayangkan, tapi aku belajar bahwa setiap orang memiliki jalan hidupnya sendiri, apa yang awalnya terasa seperti kegagalan ternyata membuka pintu ke peluang lain yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Kini, aku tetap bisa menjalankan tugas kuliah dan sambil bekerja.
Perjalanan ini memberiku pelajaran penting tentang menerima kenyataan dan menemukan cara untuk tetap maju, meskipun jalannya berbeda dengan yang aku harapkan. Aku belajar untuk tidak menyerah pada impian, dan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang bisa membawaku ke tempat yang lebih baik.

