Perkenalkan, nama saya Gabriel Missael Moris Siahaan. Saya selalu percaya bahwa pendidikan adalah tiket utama untuk mengubah hidup Anda dan menjadikannya lebih baik. Saya berasal dari keluarga sederhana di mana pendidikan bukan hanya menjadi prioritas, tetapi juga harapan untuk masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, impian saya adalah masuk ke salah satu universitas negeri di Indonesia dan mengembangkan potensi diri saya di sana.
Saat saya memasuki kelas 12, saya mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Ujian ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan impian saya. Orang tua dan guru saya berperan besar dalam membantu saya mengembangkan strategi yang tepat. Saya memilih empat program studi untuk dilamar, dengan harapan salah satunya akan menjadi jalan bagi saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pilihan pertama saya adalah Teknik Elektro di Universitas Sumatera Utara (USU), sebuah jurusan yang dikenal dengan reputasi prestasi akademik yang kuat. Saya tertarik dengan bidang ini karena ketertarikan saya pada teknologi dan inovasi yang dapat mengubah dunia. Pilihan kedua adalah Pendidikan Teknik Elektro di Universitas Negeri Medan (UNIMED), sebuah pilihan yang saya pertimbangkan jika saya gagal diterima di USU. Selain itu, saya juga memilih jurusan Statistika di USU sebagai pilihan ketiga, dan Ilmu Pengetahuan Alam di USU sebagai pilihan keempat. Setiap pilihan ini memiliki daya tarik tersendiri, dan saya merasa bahwa masing-masing dapat memberikan saya kesempatan untuk berkembang.
Namun, mempersiapkan diri untuk menghadapi SBMPTN tidaklah mudah. Saya tahu bahwa banyak siswa lain yang juga bercita-cita masuk ke program studi terbaik, dan kompetisi akan sangat ketat. Setiap malam setelah membantu ayah saya dengan pekerjaannya, saya begadang hingga larut malam, biasanya sampai jam 12, untuk mempersiapkan ujian. Saya merasa bahwa waktu belajar saya harus dioptimalkan agar saya dapat bersaing dengan ribuan calon mahasiswa lainnya. Meskipun begitu, status ekonomi keluarga tidak membuat saya menyerah. Orang tua saya selalu ada untuk mendukung saya secara moral, dengan terus memberikan dorongan dan keyakinan bahwa kesuksesan saya akan menjadi hadiah terbesar bagi mereka. Dukungan mereka memberikan saya energi dan motivasi untuk terus berjuang.
Hari ujian SBMPTN akhirnya tiba. Saya bangun pagi, merasa sedikit gugup tetapi penuh semangat. Saya sarapan dengan penuh kesadaran akan pentingnya hari itu. Sebelum pergi saya meminta restu dari kedua orang tua saya . Saat ujian saya mengerjakan soal dengan sangat hati-hati. Dalam suasana penuh semangat dan ketegangan, saya mencoba mengingat dan mengaplikasikan semua yang telah saya pelajari. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan ujian pun berakhir. Yang bisa saya lakukan selanjutnya hanyalah berdoa dan menunggu hasilnya dengan sabar.
Hari pengumuman hasil SBMPTN akhirnya datang. Perasaan tegang melanda saya ketika membuka situs resmi SBMPTN. Saya memasukkan nomor ujian dan menunggu hasilnya dengan perasaan campur aduk. Ketika melihat bahwa saya diterima di Universitas Negeri Medan pada program studi Pendidikan Teknik Elektro, saya merasa sangat senang dan bersyukur. Segala usaha dan kerja keras saya akhirnya membuahkan hasil. Suasana lega dan bahagia meliputi keluarga kami, dan mereka ikut merasa bangga atas pencapaian saya.
Sekarang, saya resmi menjadi mahasiswa Teknik Elektro di UNIMED. Saya tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah, dan tantangan ke depan mungkin akan lebih berat. Namun, saya tidak gentar. Dengan semangat dan tekad yang kuat, saya siap menghadapi segala tantangan yang ada. Saya percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, saya dapat mencapai impian saya.
Saya berharap kisah saya ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama teman-teman sebaya, untuk berjuang demi cita-cita mereka. Tidak ada kata terlalu jauh untuk berjuang. Perjalanan ini baru saja dimulai, dan saya tahu masih banyak rintangan yang harus saya hadapi. Namun, saya yakin bahwa masa depan yang cerah menanti saya di depan. Dengan doa dan usaha, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai.

