Hai, di sini saya akan menceritakan tentang perjuangan saya untuk meraih perguruan tinggi, dimana setiap manusia memiliki keinginan untuk menuntut dan menimba ilmu di perguruan tinggi negeri bahkan luar negeri dengan jurusan yang di impikan dengan perjuangan yang menghabiskan mental, kesehatan bahkan finansial. Inilah awal gerbang perang di mulai, sejak menduduki kelas 10. Saya mulai berusaha untuk belajar dan memahami setiap materi yang di berikan guru saya review kembali di rumah dengan tambahan melihat youtube bila ada materi yang belum saya pahami, karena saya sudah memutuskan untuk mengambil perguruan tinggi negeri Universitas Sebelas Maret, dan meinginkan mengikuti jalur SNBP oleh karena itu saya mulai meningkatkan nilai demi nilai setiap materi agar grafiknya ataupun stabil. Namun siapa sangka bahwa saya mengalami kegagalan di kelas 11 nilai saya turun begitu pun peringkat disitu lah saya merasa bahwa sudah tidak ada harapan untuk menuntut ilmu perguruan tinggi negeri. Saya merasa terpuruk bahkan seperti tidak ada semangat hidup bila nilai dan peringkat saya turun, apakah dengan nilai seperti ini saya bisa mealnjutkan impian untuk kuliah di UNS? kata kata itulah yang terus menghantui pikiran saya hingga merasa sedih.

Dan di kelas 12 saya mulai bangkit untuk belajar memahami materi SNBT, saya tau ini sangat terlambat untuk baru mulai belajar SNBT tapi selalu ingat dengan tidak ada kata terlambat bila kita giat dan serius untuk memulainya. Seiring berjalanya waktu dengan saya belajar SNBT secara mandiri bermodalkan buku yang saya beli di online dan website serta youtube yang memberikan secara gratis untuk membantu peserta SNBT, karena sejujurnya saya berasal dari keluarga yang kurang mampu dimana ayah saya hanya pekerja ojek online dan ibu saya karyawan swasta, namun untuk kebutuhan sehari hari sangat berkecukupan, apalagi saya anak pertama dengan 2 saudara yang bersekolah dan balita. Itu membuat saya untuk mengalah lebih baik belajar secara mandiri memanfaatkan fasilitas website gratis daripada harus membayar puluhan juta untuk les SNBT, karena masih banyak yang harus di prioritaskan. Dan suatu hari ternyata sudah keluar untuk kouta SNBP, dan yaa saya tidak termasuk hanya sebagai cadangan saja,itu membuat saya prustasi, bagaimana kalau saya tidak keterima PTN, bagaimana saya membahagiakan orang tua saya itulah yang sering menghantui saya kembali. Dan didetik detik terahkir kelas 12 saya menggunakan ksempatan waktu itu untuk mencari informasi untuk mendaftar PTN mulai dari prestasi hingga mandiri. Moment itulah saya mulai ada harapan karena banyak sekali jalur masuk PTN dan banyak yang gagal tapi tidak menyerah. Siapa sangka ternyata saya adalah siswa yang masuk PTN pertama di angkatan walaupun bukan jurusan dan universitas yang saya impikan yaitu Poltekkes Kemenkes Jakarta 1 Jurusan Ototik Prostetik, yah jurusan yang tidak pernah terlintas dipikiran ku malah yang membuatku membawa ke masa depan. Dan untuk UNS Jurusan Keperawatan Anestiologi ya kamu, maaf karena aku belum pernah memulai mencoba untuk masuk karena semua kehalang akan ekonomi keluargaku, tapi saya ingin mengucapkan banyak terima kasih karena kamu saya kembali bangkit dari mulai belajar untuk mendaptkan kouta SNBP ingin belajar SNBT secara mandiri, suatu saat nanti izinkan saya untuk kembali dengan kesempatan belajar menuntut ilmu S2 walaupun saat kembali mungkin bisa dengan jurusan berbeda atau bahkan jurusan yang tidak pernah terlintas dipikiran saya.

Sumber: https://designlogopng.blogspot.com/2017/11/logo-uns-format-cdr-png.html

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *