KISAHKU, INSPIRASIKU
‘disclaimer. Kisah ini adalah kisah nyata perjuangan saya saat masuk PTN UNJ di tahun 2026, saya hanya mengubah kata² nya agar lebih enak didengar oleh bapak/ibu sekalian.
Ini adalah cerita perjuangan saya untuk kuliah. Cerita ini berawal dari awal kenaikan kelas 12 di SMK Negeri 5 Jakarta Jurusan otomotif, pada saat itu saya baru saja memulai masa PKL. Saat PKL saya kerap memikirkan apa yang akan saya lakukan saat lulus dikarenakan hanya tersisa 1 tahun lagi sebelum saya harus mulai mencari pekerjaan. Awal mulanya saya tidak tertarik untuk berkuliah dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang terbilang cukup sulit, ayah saya hanya bekerja sebagai pengamen jalanan biasa dan ibu saya tidak bekerja. Hasil jerih payah ayah saya hanya dapat mencukupi untuk makan, bahkan kami kerap terlambat untuk membayar sewa kontrakan. Jadi kuliah pada awalnya hanyalah angan² belaka yang mustahil untuk dicapai.
Pada saat PKL, mulai terlintas beberapa pertanyaan dibenak saya. Apakah ini yang saya inginkan? Memiliki pekerjaan dibidang otomotif dengan gaji tetap?. Saya selalu ragu dengan apa yang saya inginkan, dikarenakan saya selalu merelakan apa yang saya inginkan sejak kecil karena keterbatasan biaya. Namun disuatu hari saat saya memiliki urusan disekolah, saya bertemu dengan seorang guru. Nama beliau adalah Ibu Ros Aliya. Beliau adalah salah satu guru yang saya hormati dikarenakan cara mengajar beliau yang terbilang membaur diantara muridnya. Saat itu juga saya berpikir, apakah kelak saya dapat berada diposisi beliau?. Namun sekali lagi saya menyangkal dan berpikir jika saya berniat menjadi guru maka semua yang sudah saya perjuangkan akan terbuang sia². Sayapun kembali ketempat PKL. Disana saya curhat sama salah satu mekanik disana, dan bertanya. “Pak Tarno, kira² saya bisa ga ya kalo jadi guru”, saya pikir dia bakal ketawa. Tapi dia malah ngomong “kalo emang kamu mau ya gapapa”, mulai dari situ saya mikir. Apa boleh saya jadi guru? Apalagi dengan kondisi seperti ini.
Walaupun kebanyakan orang bilang tinggal menabung. tapi jangankan untuk menabung, bahkan untuk saya jajan disekolah saja belum tentu dapat. Sebenarnya ide untuk masuk jurusan otomotif adalah pilihan orang tua saya dikarenakan beliau pikir mekanik kerap mudah mendapatkan pekerjaan. Disuatu hari saya mencoba browsing di chrome apakah ada beasiswa yang mungkin dapat menanggung biaya kuliah saya sampai selesai. Dan saya menemukan kalau KIP kuliah adalah pilihan yang cocok. Saya pun mulai semangat dan memberitahukan apa yang saya inginkan kepada kedua orang tua saya, awalnya mereka tidak setuju. Tapi lama kelamaan mereka pasrah karena tekad saya yang sudah bulat.
Diakhir kelas 12 saya mencoba untuk mengikuti snbp dan mendaftar di unj prodi pendidikan bahasa jepang, saya merasa kalau nilai yang saya usahakan dari kelas 10 akan sepadan dan mendapatkan hasil yang bagus. Saya pun juga mencoba mendaftarkan KIP kuliah dan berusaha untuk memenuhi persyaratannya. Tibalah hari pengumuman snbp, ternyata saya belum rezeki. Sangat disayangkan mengingat banyak usaha yang saya keluarkan di 5 semester ini, namun saya belum menyerah. Saya masih berusaha untuk mengejar snbt dan saya mulai belajar dari berbagai website untuk uji coba tryout snbt seperti pahamify. Selama beberapa hari itu saya terus berusaha hingga begadang hanya untuk meraih hasil yang maksimal.
Hari snbt pun dimulai, saya kebagian di Universitas Indonesia di fakultas RIK, saya pun sudah bersemangat dan berharap dapat hasil yang memuaskan. Karena saya sudah berusaha dan berdoa siang dan malam untuk satu hari ini. Saya pun masuk ruang ujian yang sangat dingin, dingin adalah kelemahan saya. Saat pengawal selesai membacakan tata tertib saya pun mulai mengerjakan. Disitulah saya merasa kalau soal yang diberikan jauh melampaui soal anak SMK sekalipun sudah belajar sampai malam. Namun saya tetap teguh dan mengerjakan soal tersebut tanpa mengeluh. Satu per satu soal berhasil saya kerjakan dan akhirnya ujian selesai. Timbul rasa lega dan menyesal, saya rasa perjuangan saya belajar terkesan masih kurang. Saya pun pulang dan lanjut berdoa berharap kali ini keberuntungan berpihak kepada saya.
Beberapa haripun berlalu dan tibalah pengumuman snbt di jam 3 sore. Saya yang merasa kalau perjuangan saya akan sia² merasa tidak perlu membukannya karena takut hanya akan menambah luka dihati. Namun kedua orang tua saya meyakinkan kalau apapun hasilnya maka itulah yang harus dijalani. Saya pun membuka link pengumuman snbt, dan saat itu juga saya tercengang dengan hasil yang muncul. “Selamat anda diterima”. Dan itu pilihan pertama di unj prodi pendidikan bahasa jepang. Kun fayakun, jika Allah berkehendak maka terjadilah. Mimpi yang sebelumnya saya pikir hanya omong kosong sekarang menjadi nyata. Namun belum sampai disitu, saya cek juga pengumuman KIP kuliah dan saya ternyata juga ditetapkan sebagai calon penerima KIP kuliah. Betapa bangganya saya dengan hasil yang berhasil saya raih dengan keringat sendiri serta doa kedua orang tua saya.
Saat itu saya mulai bersemangat, saya mulai melakukan apa yang seharusnya saya lakukan seperti mencari informasi apa yang saya butuhkan. Ternyata saya disuruh untuk mempersiapkan berkas untuk penentuan UKT sekaligus berkas untuk penerimaan KIP kuliah. Saat itu saya cukup kaget dikarenakan total biaya yang harus dikeluarkan mencapai lebih dari 60 ribu dikarenakan harus ada 5 materai yang tempel. Saya pun mulai mencicil dari awal, sehari 1 materai dan tiap hari juga saya bulak balik ke RT dan RW untuk meminta tanda tangan, dikarenakan kehadiran. RT dan RW saya yang terbilang jarang ditemui jadinya harus didatengin setiap hari. Hingga tibalah hari terakhir saya upload berkas, semua sudah selesai bahkan KIP kuliah pun sudah di upload. Hanya tinggal menunggu waktunya saja.
Selang beberapa hari, tibalah hari penentuan UKT dan saat saya lihat ternyata saya mendapatkan golongan 1 dengan UKT sebesar 500.000, walaupun terbilang kecil namun untuk kami itu jauh diluar kemampuan dan kami hanya berharap kalau kami diterima KIP kuliah. Hari demi hari kami berdoa dan berharap diterima. Hingga hari pengumuman, saya pun melihatnya dan mencari apakah ada nama saya didalamnya. Dan ternyata nama saya jelas ada. Saya senang bukan main, karena pondasi saya untuk menjadi guru sudah muncul. Saya hanya perlu melakukan registrasi ulang dan akhirnya saya berhasil ditetapkan sebagai mahasiswa pendidikan bahasa jepang di tahun 2026 ini. Namun saya tahu ini barulah awal dari apa yang akan saya capai. Suatu saat nanti saya akan menjadi guru yang dapat membimbing murid saya. bukan hanya guru yang mengatakan apa yang harus dilakukan, tetapi guru yang memberikan contoh nyata kepada murid² saya dan memberikan rekam jejak nyata kalau rakyat jelata pun dapat memikul masa depan bangsa.
Sekian cerita perjuangan saya, saya harap dapat menginspirasi banyak orang dengan perjalanan yang saya lalui.
