Sempat Ingin Mundur karena Biaya, Akhirnya Berhasil Menjadi Mahasiswa Agroteknologi Berkat KIP Kuliah
Perkenalkan saya Delly Ayu Lestari, biasa dipanggil Delly. Saya berasal dari Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan. Saya adalah mahasiswa baru di Program studi Agroteknologi, Universitas Lampung
Tentunya sebelum menjadi mahasiswa baru di Universitas Lampung, ada banyak cerita mulai dari senang hingga sedih yang hampir membuat saya putus asa dan tidak ingin melanjutkan perjalanan. Ayo, dengar sedikit cerita saya
Mimpi Besar dari Keluarga Sederhana
Saya itu anak pertama dari dua bersaudara, ayah saya bekerja sebagai buruh harian yang gaji hanya cukup untuk makan sehari-hari sedangkan ibu saya bekerja sebagai ibu rumah tangga dari deskripsi itu penghasilan hanya berasal dari ayah.
Saya adalah alumni SMA NEGERI 1 MUARADUA termasuk SMA favorit di Ogan Komering Ulu Selatan. Demi mengejar cita-cita masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), saya selalu belajar keras untuk mempertahankan peringkat kelas. Saya juga aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah
Namun, perjalanan itu tidak semudah apa yang dibayangkan.
Jatuh Bangun Menuju UTBK-SNBT
Pukulan pertama datang setelah ditolak melalui Jalur SNBP yang otomatis saya gagal ditahap awal. Hancur sudah pasti tapi kita harus tetap berjuang perjalanan belum selesai untuk bisa diterima PTN.
Awalnya, saya sempat ragu tidak ingin mengikuti SNBT karena terkendala biaya yang dijadikan bayangan bahwa untuk mengikuti SNBT memerlukan biaya transportasi, makan dan tempat tinggal sementara selama ujian
Meskipun terkendala biaya ayah dan ibu mengusahakan agar saya dapat mengikuti UTBK karena menurut mereka kesempatan tidak datang dua kali meski tahun depan bisa ikut. Berkat usaha ayah dan ibu saya dapat mengikuti SNBT.
Titik Balik Pengumuman dan Perjuangan KIP Kuliah
Jujur, saat saya mengikuti SNBT, saya tidak berharap bisa lolos karena waktu belajar yang terbatas. Bahkan terbesit pikiran untuk mundur sempat terlintas lagi
Hingga akhirnya tanggal 25 mei 2026 menjadi hari yang tidak dapat dilupakan. Saat membuka pengumuman saya dinyatakan LOLOS di Universitas Lampung bahagia dan rasa tidak percaya.
Namun, tantangan tidak berhenti disitu. Saat proses verifikasi KIP kuliah terdapat sedikit masalah yang membuat saya overthinking. Saya takut jika tidak lolos KIP kuliah, orang tua saya harus membayar UKT mandiri yang jumlahnya itu besar bagi keluarga kami.
Saat itu keputusan saya jika tidak lolos KIP kuliah, saya terpaksa melepas kesempatan berharga ini. Saya berencana bekerja terlebih dahulu, menggumpulkan uang, dan mengikuti SNBT ditahun depan.
Namun, Tuhan punya rencana yang lebih baik saya lolos KIP kuliah. Semua rasa takut hilang dan saya resmi menjadi Mahasiswa Baru di Universitas Lampung.
