Usaha Keras Dan Do’a Kuat Menuju Perguruan Tinggi Negeri
Perkenalkan saya Levina Raisya Fitri, saya lahir di Bandung tanggal 04 Agustus 2007. Pendidikan yang telah saya tempuh, mulai dari TK Calistung, SDN 096 Sarijadi Selatan Bandung, hingga SMP & SMA di Pondok Pesantren Darussalam Garut.
Saya berasal dari keluarga yang sederhana, sehingga terkadang keterbatasan finansial menjadi tantangan yang cukup berat bagi saya dan keluarga dalam perjalanan pendidikan saya, saya hidup bersama 2 orang tercinta di hidup saya yaitu ibu dan adik saya, status ayah dan ibu sudah bercerai sejak saya kecil, sehingga mengharuskan ibu bekerja lebih keras untuk keberlangsungan hidup keluarga sederhana ini.
10 mei 2026, wisuda Levina di PP Darussalam
Saya memiliki pendirian dalam diri saya bahwa pendidikan tinggi akan mengangkat derajat keluarga saya.
Keinginan saya sejak kecil, setelah tuntas sekolah saya harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Dan perlu diketahui saya adalah lulusan pondok pesantren, 6 tahun menjadi santri dan 1 tahun wajib mengabdi, dari sini saya bisa dikatakan gapyear satu tahun, maka saya harus belajar lebih untuk mendapatkan universitas impian saya.
Universitas Pendidikan Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Prodi Pendidikan Bahasa Arab. UPI adalah kampus negeri favorit, dan Prodi Pendidikan Bahasa Arab telah mencapai akreditasi Unggul di tahun ini, karena minat saya di bidang bahasa Arab, maka saya bertekad kuat untuk meningkatkan skill saya di kampus impian saya ini.
Usaha saya dimulai dengan membeli buku paket UTBK-SNBT 2026, disela-sela mengabdi/mengajar di pondok, saya menyempatkan diri untuk belajar materi materi yang akan diujikan di SNBT nanti, saya menyibukkan diri dengan memahami materi serta melatih diri dengan latihan soal soal SNBT 3 tahun terakhir.
Pelaksanaan UTBK yang saya dapat, di hari Rabu, tanggal 22 April 2026 di Universitas Padjajaran Bandung.
Soal-soal yang saya hadapi di UTBK ini cukup sangat menantang, dan ada sebagian yang diluar prediksi saya, saya bersyukur karena bisa mengerjakan soal seluruhnya, tidak ada yang terlewat. Tentang hasil, saya serahkan pada Allah SWT, saya meyakini apapun hasilnya akan saya jadikan evaluasi serta pembelajaran.
Hari pengumuman SNBT pun tiba, 25 Mei 2026
Satu kegagalan adalah pintu menuju 1000 kesusksesan, masih banyak jalan menuju Roma, masih banyak jalur menuju kampus impian saya.
Usaha saya tidak hanya di SNBT, saya terus mencari jalur lain untuk mencapai impian saya, tak lupa saya terus memohon do’a dan dukungan kepada keluarga saya terutama orang tua saya.
Namun saya sempat berfikir, jalur menuju kampus UPI memang sangat banyak, namun sudah memasuki jalur mandiri yang dimana kuliah dengan jalur mandiri itu sangat membutuhkan biaya yang besar. Maka saya mencoba mendaftar di PTKIN yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
.
Saya mengikuti UMPTKIN bersama teman teman saya yang sama sama belum mendapat rezeki di SNBT kemarin.
Perlu diakui bahwa soal UMPTKIN lebih mudah daripada soal UTBK-SNBT, karena jumlah soal lebih sedikit dan yang paling membantu untuk santri adalah materi bahasa arab dan BTQ (Listening Ayat Al-Qur’an), setelah selesai ujian, tidak lupa saya berserah diri kepada Allah SWT atas apapun keputusan/hasil UMPTKIN ini.
Tidak disangka sangka, kabar baik datang dari keluarga saya, ternyata keluarga sudah menyiapkan biaya untuk kuliah saya dari jauh jauh hari, mereka memutuskan agar saya mengikuti seleksi mandiri UPI 2026, "Jalur apapun kamu harus coba, jalan Allah itu banyak, kita ga tau Allah beri kita rezeki dari pintu yang mana" ucap ibu saya. Apapun rintangan yang dihadapi oleh keluarga saya, mereka selalu mengusahakan apapun untuk kebaikan anak-anaknya, terutama pendidikan.
Saya mengikuti seleksi mandiri UPI jalur skor UTBK dan reguler(ujian).
Alhamdulillah, tanggal 26 Juni 2026 adalah hari dimana saya sangat bersyukur dan semakin percaya, bahwa apapun rintangan nya, jika kita berusaha, Allah akan memudahkan jalan urusan kita. Saya lulus Seleksi Mandiri jalur skor UTBK SNBT 2026, dengan skor saya yang mungkin sangat jauh dengan penerima SNBT. Tapi, berkat usaha dan do’a orangtua, diri saya sendiri, keluarga, guru, teman, bahkan murid murid saya dipondok yang ikut mendo’akan, Allah bukakan pintu rezeki kuliah saya di jalur mandiri ini. Saya yakin jika Allah sudah menakdirkan, pasti Allah sudah mengatur jalan kedepannya.
Lagi lagi Allah tidak tidur, Allah selalu mendengar do’a hamba-Nya baik yang diucapkan maupun tidak terucap, Alhamdulillah saya lulus Seleksi UMPTKIN sesuai dengan do’a yang saya panjatkan.
Keputusan terakhir saya dan keluarga dan semoga ini adalah keputusan terbaik, saya memilih Prodi Pendidikan Bahasa Arab di kampus UPI Bumi Siliwangi, 7 tahun sudah selama dipondok saya jauh dari orangtua, lokasi UIN terlalu jauh dari tempat tinggal saya, dan berkat do’a yang kuat yang selalu dipanjatkan oleh orangtua saya, untuk saya berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia.
Usaha, Do’a, dan ridho orangtua mengantarkan saya ke kampus impian saya.
