PERJALANAN DAN PENGALAMANKU MERAIH KAMPUS IMPIAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Perkenalkan, nama saya Ninda Yani. Saya berasal dari keluarga sederhana dan saya juga bukan anak yang pintar. Dulu, setelah lulus SMP, saya tidak tahu mau lanjut ke sekolah mana, dan orang tua saya menyarankan masuk SMK swasta dan tinggal di rumah orang (membantu) agar mereka membiayai sekolah saya. Saya jauh dari orang tua, tetapi tidak apa agar biaya sekolah saya tidak membebani kedua orang tua.

Tapi sayangnya, SMK swasta tersebut sangat tidak bagus yang dibuktikan dengan murid yang minus attitude, waktu belajar yang tidak menentu, dan kelalaian guru dalam mendidik siswanya. Dulunya saya terbawa arus dan mengikuti perbuatan yang tidak baik seperti bolos dan tidak mengerjakan tugas sekolah. Saya melihat alumni dari sekolah saya banyak yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, dan saya juga berniat untuk tidak melanjutkan pendidikan saya karena keterbatasan ekonomi dan kurangnya dukungan dari kedua orang tua saya. Di saat itu, saya bukannya belajar tapi malah sibuk menyalahkan lingkungan dan sekolah saya.

Tetapi, saat saya memasuki bangku kelas 11, sekolah saya menerima mahasiswa KKL dari salah satu kampus swasta di daerah itu. saya sangat tertarik dengan hal² yang mereka lakukan selama KKL. Saya masih ingat dengan jelas, ada salah seorang dari mahasiswa tersebut yang menanyakan kepada saya,

"Nanti setelah lulus kamu mau lanjut kemana, dek?"

Lalu saya jawab dengan perasaan sedih dan bingung,

"Belum tahu, kk. Kalau ada rezeki saya akan lanjut."

Dan kakak itu bilang,

"Jangan bilang mau lanjut kalau ada rezeki, dek. kalau memang ada niat untuk lanjut, belajarlah, karena setiap ada kemauan pasti akan ada jalan."

Saya terdiam. Kata-kata itu terus terlintas di kepala saya dan saya memutuskan untuk mulai belajar dihari itu juga. Saya menangis berhari-hari karena saya rasa saya sudah tertinggal sangat jauh. Saya memperbaiki diri saya, tidak bolos dan mengerjakan tugas sekolah. Dikelas 12 saat saya sudah mau lulus dari SMK tersebut, saya berniat untuk masuk ke PTN dengan jalur SNBP. Tetapi saat saya menanyakan seputar SNBP ke sekolah saya, ternyata sekolah saya tidak mengadakan jalur tersebut karena katanya 5 tahun terakhir tidak ada siswa yang masuk PTN dari jalur tersebut.

Di situ saya sangat merasa terpuruk. Saya merasa semua yang saya lakukan sia-sia. Karena kalau saya mendaftar jalur SNBT pun saya rasa saya sudah terlambat karena 1 bulan lagi UTBK-SNBT tersebut akan dilaksanakan. Saya pulang dengan keadaan bingung, dan di malam harinya terlintas di kepala saya, "Kalau saya nangis terus-terusan, apa masalah saya bisa selesai?"

Saya mengambil buku pelajaran dan HP saya. Saya mencari dan mempelajari materi yang ada di internet. Saya benar-benar memanfaatkan waktu yang hanya 1 bulan lagi. Saya memanfaatkan tryout gratis yang ada untuk mengasah kemampuan.

Saya mendaftar SNBT tanpa sepengetahuan orang tua. Karena jika orang tua saya tahu, pasti mereka tidak akan mengizinkan saya karena tidak ada biaya. Karena sebelumnya saya mendaftarkan KIP Kuliah dan dapat kategori 1, jadi saya tidak perlu membayar uang UTBK lagi. Hanya saja, saya perlu uang untuk biaya ke lokasi UTBK yang lokasinya di luar kota.

Untungnya selama saya sekolah, saya selalu menyisihkan uang jajan saya sehingga saya bisa menggunakan uang tersebut untuk biaya saya keluar kota. Satu hari sebelum jadwal UTBK, saya berangkat sendirian dalam perjalanan kurang lebih 12 jam. Itu adalah pengalaman pertama saya ke kota orang tanpa ditemani siapapun dengan uang pas-pasan, dengan harapan yang besar untuk membuktikan bahwa saya bisa.

Tibalah di hari ujian itu. Saya melangkahkan kaki yang penuh harapan ini. Saya tidak tahu jalan, saya juga tak mengenal siapapun di sana, tetapi saya punya HP. Saya search lokasinya di Maps dan Alhamdulillah saya bisa sampai. saya melaksanakan ujian dengan lancar, dan pulang dengan selamat.

Tibalah di hari pengumuman, Alhamdulillah saya lolos walaupun pilihan ke-3. Saya sujud syukur kepada Allah, ternyata perjuangan saya tidak sia-sia. tidak berenti disitu, saya mulai mencari informasi terkait beasiswa. Saya mendaftar beberapa beasiswa, salah satunya beasiswa KIP Kuliah. Dan Alhamdulillah saya juga lolos KIP Kuliah. Disitu saya baru punya keberanian untuk mengatakan kepada kedua orang tua saya bahwa saya akan kuliah, dan orang tua saya tidak harus pusing memikirkan biaya. Alhamdulillah sekarang saya sudah resmi menjadi Mahasiswa Baru di salah satu universitas negeri dan akan memulai perkuliahan saya dipertengahan bulan Agustus.

Sekarang saya sangat percaya bahwa memang tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Jika ada kemauan pasti ada jalan. Semoga teman-teman dan adik-adik terinspirasi dari pengalaman saya. Jangan sia-siakan waktu dan jangan berputus asa terhadap lingkungan. Walaupun kita sekolah bukan di sekolah favorit, tapi otak dan kemampuan kita harus setara dengan orang-orang yang sekolah di SMA favorit. jangan sibuk menyalahkan lingkungan dan sekolah mending kalian belajar mulai dari sekarang.

Sekian, terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan Komentar