SEMUA ADA JALANNYA
KISAHKU, INSPRIRASIKU BY:NAILAH PUTRI
Semua orang pasti memiliki impian yang diinginkan, termasuk kampus impian. Namun, masih banyak orang yang belum tercapai atau belum bisa masuk kampus impian mereka karena terhalang beberapa keadaan dari ekonomi, kesehatan dan lain-lain. Tapi yakinkan kepada diri kita apa yang telah terjadi pasti terbaik bagi kita walaupun kita tak menyadarinya. Seperti kisah yang akan saya ceritakan saat ini tentang memasuki kampus atau perguruan tinggi negeri yang notabenya baru saya kenal namun kampus ini banyak diminati oleh orang lain. Saya menempuh pendidikan MA (Madrasah Aliah) di sebuah Pondok Pesantren di Sumatera Selatan. Sekolah saya merupakan sekolah swasta yang baru dibangun, bahkan saya merupakan alumni angkatan ke-9 disaat saya lulus pada tahun 2025. Sejak SMP saya memiliki keinginan menempuh pendidikan kuliah di UGM (Universitas Gajah Mada), tapi semuanya berubah saat saya berbicara dengan ibu saya. Ibu saya tidak mengizinkan saya kuliah di luar provinsi saat itu juga saya memilih kampus lain yang berada di provinsi saya. Sebenarnya saya bisa saja mencari cara agar saya bisa kuliah di kampus yang saya inginkan tapi, saya adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Orang tua saya bercerai sejak saya duduk di sekolah dasar, jadi saya dan adik-adik diasuh oleh ibu. Ibu yang bekerja, menafkahi, bahkan mengurus saya dan adik-adik. Ibu saya memiliki keinginan saya dan adik-adik bisa menempuh pendidikan sampai kuliah hal ini membuat saya bertekad masuk di perguruan tinggi yang berada di Sumatera Selatan. Saat di pondok pesantren saya merupakan santri yang selalu masuk 4 besar di kelas membuat saya terpilih menjadi siswa eligible yang mendapatkan kuota SNBP. Kuota SNBP yang diterima oleh sekolah saya adalah 25% karena sekolah saya akredititas B. Diantara alumni-alumni sebelum yang menerima kuota SNBP kemarin tidak ada yang berhasil lolos di jalur ini membuat saya yang awalnya tidak percaya diri. Tapi sebelum itu, saya memiliki kesulitan dalam memilih perguruan tinggi negeri di Sumatera Selatan. Perguruan tinggi Negeri di Sumatera Selatan hanya ada 5 yaitu, Universitas Sriwijaya, Politeknik Negeri Sriwijaya, Universitas Terbuka, UIN Raden Fatah dan Politeknik Kesehatan. Setelah saya pikirkan lagi maka saya memilih pada pilihan pertama di Politeknik Negeri Sriwijaya dan pilihan kedua di UIN Raden Fatah. Pada awalnya saya tidak mengetahui mengenai Polsri (Politeknik Negeri Sriwijaya) tapi pada bulan januari 2025 saya baru mendengar tentang Polsri, dari maka itu saya mencari-cari yang berhubungan dengan Polsri dari lokasi, jurusan, prodi dan lain-lain. Kemudian saya mengabarkan ke ibu saya bahwa ingin kuliah di sana. Masa-masa awal setelah pendaftaran saya tidak percaya diri untuk lulus perasaan ini selalu berada dipikiran membuat saya overthinking mengingat alumni-alumni kemarin tidak ada yang pernah lulus hal ini membuat saya selalu meminta pertolongan kepada Allah. Saya selalu memohon kepada Allah agar dilapangkan dada, diberi ketabahan, diberi petunjuk agar bisa menerima hasilnya nanti tapi jika bisa berikanlah kelulusan yang saya terima. Bahkan saya mempersiapkan diri untuk memiliki plan yang lain dari sekarang sebelum pengumuman SNBP. Ditengah keraguan yang saya terima, saya selalu berdoa dan memohon petunjuk kepada Allah agar bisa lulus di kampus yang saya pilih. Saya mendengar salah satu amalan jika 30 hari secara berturut-turut insya Allah dikabulkan. Jadi saya lakukan sholat dhuha, tahajud secara berturut-turut bahkan saya menulis doa saya di kertas lalu saya simpan di Al-quran tempat saya menghafal. Tibalah saat pengumuman, saat itu saya pulang dari pondok pesantren dalam rangka liburan hari raya pada hari itu juga pengumuman berlangsung jam 15:00 WIB. Jadi saya pulang dulu kerumah nanti diberi kabar oleh operator sekolah sebab yang mendaftarnya operator sekolah dan saya tidak tahu kata sandinya. Pada jam 15:10 sebuah pesan dikirim oleh operator sekolah, pesan itu berupa gambar yang isinya pengumuman hasil SNBP dan alhamdulillah didalam gambar tersebut saya mendapatkan warna biru yang berarti lulus dipilihan pertama yaitu Politeknik Negeri Sriwijaya. Kampus yang baru saya kenal dan baru menjadi target saya setelah saya merelakan dan mengikhlaskan kampus impian saya, menerima saya. Disini saya bersyukur dan mendapatkan pelajaran baru bahwa takdir seseorang itu tidak disangka-sangka, jika kita memiliki keinginan dan selalu melibatkan Tuhan, Tuhan pasti memberikan sesuatu yang baik bagi kita meskipun kita harus menerima kenyataan pahit. Kita sebagai manusia hanya bisa sabar, berusaha dan berdoa kalau hasilnya kita serahkan kepada yang di Atas dan yakinlah bahwa apa yang kita terima pasti memiliki hikmah di dalamnya yang tidak kita sangka. Jika tidak hari ini maka esok akan saya coba. Doakan saya semoga di S2 nanti saya bisa tercapai di kampus impian saya juga, Aamiin.
Kertas yang saya tulis, berisi doa saya semoga bisa lulus SNBP pada tanggal 3 Mei 2025.

terimakasih kepada penulis karna sudah bisa menginspirasi kami yang sedang berjuang untuk bisa mendapatkan ptn terbaik.
Masyaallah keep up the spirit Nai