LOMBA MENULIS KISAHKU INSPIRASIKU 2026
JUDUL :
KETIKA LAUT MENGAJARIKU BERMIMPI: PERJALANAN ANAK PEDALEMAN MENJADI PENOPANG DESA PESISIR
DISUSUN OLEH:
1.NURUL BADRI (4445240018)
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
SERANG
2026
KETIKA LAUT MENGAJARIKU BERMIMPI: PERJALANAN ANAK PEDALEMAN MENJADI PENOPANG DESA PESISIR.
KISAHKU INSPIRASIKU.
Saya Nurul Badri Mahasiswa Semester 4, lahir dan tumbuh di Desa Pedaleman, sebuah desa pesisir di Kecamatan Tanara Kabupaten Serang, Banten. Sejak kecil, hidup saya tidak pernah jauh dari laut, tambak, sawah, dan perjuangan masyarakat pesisir. Saya melihat para nelayan berangkat melaut sejak pagi, petani tambak bekerja tanpa mengenal cuaca, serta masyarakat desa yang terus bertahan di tengah keterbatasan ekonomi. Kehidupan itu perlahan mengajarkan saya tentang kerja keras dan keteguhan hidup. Namun di balik kekayaan alam yang dimiliki desa kami, saya menyadari masih banyak persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir. Hasil laut sering dihargai murah tidak sebanding dengan kerja keras nya, potensi desa belum dimanfaatkan secara maksimal, dan akses pendidikan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat pedaleman. Dari situlah saya memahami bahwa desa pesisir sebenarnya tidak kekurangan potensi, melainkan kekurangan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan potensi sumber daya laut, perikanan dan pertanian.
Keadaan ekonomi keluarga membuat perjalanan saya menuju perguruan tinggi tidak mudah. Saya harus berjuang keras untuk menjaga nilai dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan non akademik agar dapat lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Saya menjalani proses itu dengan penuh tekanan dan rasa takut gagal. Namun, saya terus percaya bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Ketika pengumuman SNBP keluar dan saya dinyatakan diterima di Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, saya merasa perjuangan panjang itu akhirnya terbayarkan. Bagi saya, diterima di perguruan tinggi bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga harapan besar untuk keluarga dan desa tempat saya tumbuh. Saya memilih Ilmu Kelautan karena laut sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak kecil. Saya ingin mempelajari bagaimana sumber daya pesisir dapat dikelola dengan baik agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya juga ingin membantu mengembangkan sektor kelautan, perikanan, dan pertanian desa pesisir agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Selama menjadi mahasiswa, saya aktif mengikuti organisasi, kegiatan sosial, dan program kewirausahaan. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membawa perubahan bagi daerahnya sendiri. Saya mulai memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang mencari pekerjaan, tetapi tentang bagaimana ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Banyak orang bermimpi pergi jauh dari desa untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Namun bagi saya, pendidikan justru menjadi jalan untuk kembali pulang dan membangun desa sendiri. Saya ingin menjadi penopang bagi masyarakat pesisir, membantu mereka melihat bahwa laut, tambak, dan sawah bukan hanya warisan, tetapi juga peluang besar untuk masa depan.
Laut telah mengajarkan saya tentang perjuangan, ombak mengajarkan saya tentang keteguhan, dan kehidupan di desa mengajarkan saya untuk tidak menyerah pada keadaan. Saya percaya bahwa setiap anak pesisir memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik. Perjalanan saya memang masih panjang, tetapi saya ingin terus melangkah dan membuktikan bahwa seorang anak dari Desa Pedaleman juga mampu membawa perubahan bagi masyarakat melalui pendidikan dan pengabdian. Karena bagi saya, mimpi terbesar bukan hanya tentang meraih kesuksesan pribadi, melainkan menjadi cahaya bagi desa pesisir tempat saya dilahirkan.
