Menemukan Rumah Baru di Kampus Swasta Setelah Badai SNBP dan SNBT pada Jurusan yang Tak Terbayangkan

Hallow, aku Sarah! Pernah nggak sih kalian merencanakan hidup A, tapi takdir malah ngasih Z? Nah, itulah aku. Sebagai mahasiswa Agribisnis angkatan 2025 di kampus swasta, aku Cuma bisa ketawa kalau ingat masa-masa daftar kuliah. Dimana kampus ini dan jurusan ini tuh benar-benar di luar radar pikiranku, bahkan nggak pernah mampir di mimpi terliar sekalipun! Tapi di balik rasa ‘salah alamat’ itu, ada perjuangan hebat yang akhirnya bikin aku bersyukur bisa terdampar di sini.

Semasa SMA, aku sangat bahagia karena memiliki teman-teman yang bisa diajak untuk bersenang-senang di waktu belajar maupun istirahat bahkan di kerja kelompok. Aku juga diwaktu SMA juga seorang siswi yang introvert pada waktu itu tapi, saya juga bisa terbuka jika ketika sudah dekat dengan teman-teman.

Di kelas 10 aku mengikuti pelajaran IPS dan IPA karena pada saat itu pendidikan nya kurikulum merdeka. Sehingga aku harus mempelajari nya satu persatu walaupun begitu Puji Tuhan nya aku bisa mengikutinya selama kelas 10. Di sekita naik kelas 11 kami di wajibkan untuk memilih 5 pelajaran yang mau dikembangkan atau dipelajari sampai kelas 12 akhir dimana, aku memilih pelajaran matematika lanjut, biologi, kimia, fisika, informatika. Tahu ga kenapa aku memilih 3 pelajaran IPA? Itu karena aku suka IPA- ipaan gitu! Hahaha, bercanda… tapi, memang aku suka IPA juga dan matematika lanjut ku ambil karena aku juga suka menghitung dan suka rumus-rumus matematika bahkan di informatika aku ambil karena aku pasti kuliah dibutuhkan basic tentang laptop. Jadi aku ambil juga pelajaran informatika disitu aku punya sedikit basic dalam komputer seperti Microsoft word dan Excel.

Waktu-waktu SMA itu aku tidak ada rangking karena negeri tidak ada rangking tapi, nilai raport ku bisa dikatakan bagus karena bisa mendapatkan 90 keatas semua di semua pelajaran. Aku di kelas 11 pada saat itu sudah memikirkan masa depanku yaitu melanjutkan kuliah negeri dengan jurusan yang aku impikan itu Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dimana aku sudah mengikuti try out untuk persiapan SNBT(seleksi nasional berbasis tes) jika aku tidak masuk snbp(seleksi nasional berbasis prestasi). Dan aku pun pernah mengikuti les gratis selama 1 hari dimana, materi nya itu tentang simulasi snbt disitu skor aku hanya 400 keatas. Karena first time ngerjakan simulasi snbt dimana simulasi soal Snbt nya pada tahun 2020. Aku lupa menulis jadi, di kelas 11 itu sekolah aku ada mengadakan tes matematika nah Puji Tuhan sekali saya bisa menjadi tutor sebaya dalam kelas 12,11, dan 10.

Seketika dikelas 12 disitu aku juga ambis dalam belajar untuk snbt tapi, aku juga tetap fokus pada pelajaran yang disampaikan oleh guruku. Di bulan Januari pengumuman siapa yang masuk eligible snbp Puji Tuhan sekali aku bisa masuk eligible. Dan aku pun memasukkan data-data pada website kampus, aku pun membuat pilihan jurusan PGSD pada pilihan 1 di kampus Universitas Negeri Medan. Pada bulan Maret pengumuman pun tiba di jam 15.00 disitu hatiku takut kalau gagal gimana? Dan ya aku pun membuka pengumumannya hasilnya aku mendapatkan kata semangat dengan warna cinta yaitu MERAH. Disitu aku tidak tahu arah hidupku lagi dan seketika hari-hari ku lu menjadi suram selama 1 minggu.

Dimana teman kelasku lolos di kampus impian mereka sedangkan, aku? Ya aku masih terus terbayang-bayang dengan pikiran kata-kata itu selama 1 minggu. Tapi aku juga berdoa kepada Tuhan kenapa, aku bisa gagal? Tapi aku tidak terus terpuruk pada rasa gagal itu. Dimana beberapa hari aku pun bangkit untuk belajar untuk persiapan SNBT dan dimana waktu tiba, tes SNBT pun tiba. Aku pun mengikuti tes nya, di beberapa bulan kemudian di bulan Juni jam 15.00 pengumuman SNBT dan ya aku pun membuka pengumumannya. Dan kata-kata yang keluar sama seperti pengumuman SNBP. Aku pun disitu terbengong-bengong dimana aku tidak nangis maupun mengeluarkan ekspresi apapun itu karena, aku sudah tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Dan aku pun di 1 jam kemudian disitu aku merenung di kamar aku nangis aku marah sama Tuhan dan aku kesal pada diriku sendiri. Di bulan Juni pun aku sudah tidak lagi berstatus sebagai siswi kelas 12 dan aku pun terus bertanya-tanya kepada diriku, aku mau lanjut kemana! Kerja? atau gap year? Bulan Juli pun tiba disitu aku melihat orang-orang sudah membuat video perkenalan diri mereka untuk pkkmb (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) yang di sebarkan di beberapa media sosial seperti Instagram, maupun tiktok. Disitu hatiku bahagia dicampur sedih kenapa aku tidak ada diposisi mereka?

Pendaftaran KIP pun tiba di media sosial ku seperti Instagram, aku tidak tahu apa maksudnya dan dilubuk hatiku juga merasakan apakah ini petunjuk? Ya walaupun di keterangannya untuk orang yang belum kurang mampu dan bisa untuk orang yang belum terdaftar perguruan tinggi. Disitu hatiku ingin sekali daftar karena aku juga kurang dalam ekonomi atau financial keluargaku belum bisa untuk mencukupi perkuliahan aku. Dimana, mamahku mengatakan kalau boru (dalam bahasa batak anak perempuan) ingin sekali kuliah mamah tidak mampu membayar uang kuliah begitu pun bapakku katakan kepada ku. Tapi aku memberitakan kepada kedua orang tuaku bahwa ada kabar yang bahagia yaitu pendaftaran KIP untuk orang yang kurang mampu dan ya mamahku pun bahagia mendengar kabar tersebut. Mamahku langsung menyuruhku untuk menyiapkan berkas-berkas untuk mendaftarnya beberapa hari, aku pun sudah mendaftarnya dan panggilan pun datang karena aku belum ada masuk perguruan tinggi jadi aku harus daftar kampus swasta yaitu Universitas Satya Terra Bhinneka. Dan aku pun dipanggil untuk wawancara dan tes akademik setelah, semuanya selesai aku pun segera pulang dengan mamahku. Aku berdoa beserta keluarga kecilku supaya aku bisa lolos kip dengan kampus swasta.

Keberuntungan terjadi padaku pada hari ini dimana aku lolos kip dengan universitas yang aku daftar disitu keluargaku tangis bahagia karena disini aku bisa merasakan kemenangan. Tapi menurut aku itu ada awal dari perjalananku karena, aku pasti akan menghadapi perkuliahan selama 4 tahun. Dimana aku harus mendaftar ulang seperti harus mengurus berkas-berkas untuk perkuliahan dan aku juga harus mengambil mata kuliah yang tidak pernah kupikirkan selama SMA yaitu aku memilih jurusan agribisnis dimana jurusan itu aku tidak terlalu pandai dalam bertani maupun berbisnis karena awalnya itu aku hanya tertarik untuk menjadi guru. Walaupun seperti itu aku tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena aku diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang tinggi.

Jadi selama masa kegagalan ku ini aku jadi belajar bahwa setiap orang tidak selamanya terus bagus jalan kehidupannya karena setiap perjalanan itu pasti ada kegagalan. Tapi ketika terus terpuruk pada kegagalan kapan kita bisa bangkit dan bisa merasakan kemenangan? Dan ya aku, Puji Tuhan sekali aku bisa masuk perguruan tinggi swasta di universitas Satya Terra Bhinneka dengan kip karena keterbatasan ekonomi keluargaku yang dimana adik-adik aku masih sekolah dan bapakku mengalami penyakit stroke sudah 1 tahun lebih terjadi. Disitu aku juga tidak pernah memaksakan kedua orang tuaku untuk membayar keperluanku di kuliahku karena Tuhan begitu baik kepadaku memberikan aku bantuan kip selama aku kuliah dan aku pun juga mendapatkan uang saku. Aku lupa mengatakan kalau aku anak ke-3 dari 5 saudara dimana hanya akulah yang kuliah di keluarga ku. Tapi Abang, kakak, dan 2 adikku bangga kepada aku karena aku bisa serius untuk melanjutkan pendidikan. Diwaktu wawancara aku juga disuruh untuk foto keluarga dengan rumah ku dan aku pun masih sekarang melihat foto itu sedih karena aku bisa lolos kip. Perjalananku begitu panjang dan banyak dukanya tapi aku tidak menyangka bahwa aku bisa melewati itu semua. Aku bangga kepada diriku yang bisa bertahan untuk lanjut melanjutkan kehidupanku di masa yang akan datang itu karena aku melihat keadaan keluarga ku dan aku juga melihat wajah mamahku dan bapakku yang menaruh harapannya kepada anaknya yaitu seperti aku untuk lanjut pendidikan. Dan aku juga bisa bangkit karena mendengar lagu yang judulnya Jatuh, Bangkit Kembali penyanyinya itu HIVI!

Ini foto keluarga ku pada saat pengisian pendaftaran KIP kuliah dimana ada bapakku, mamahku, kakakku, dan 2 adikku dimana, abangku tidak ada di gambar ini karena abangku pada saat itu sudang mencari kerja. Inilah kisahku dalam memperjuangkan pendidikan yang tinggi dengan kampus swasta yang tidak pernah kupikirkan bahkan tak pernah terbayangkan. Beserta jurusannya yang tidak pernah ada dalam wishlist ku selama SMA.

Tinggalkan Komentar