PERJUANGANKU UNTUK KULIAH
DITENGAH UJIAN EKONOMI DAN SETELAH KEPERGIAN IBU

sumber: health.detik.com

Bagi Sebagian orang, setelah lulus sma atau smk ada yang langsung kuliah saja atau ada yang kuliah sambil kerja, Adapun yang hanya bekerja. Namun bagiku aku memilih kuliah dan sambil bekerja.

Hai, perkenalkan namaku sari astuti, lahir pada tahun 2007 tepatnya dibulan juni. Aku merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Aku merupakan mahasiswa Angkatan 2025 atau lebih tepatnya sekarang semester 2 prodi Pendidikan ekonomi. Saat ini aku tinggal hanya dengan ayah dan adikku. Ibuku telah meninggal dunia, tepat 1 bulan sebelum aku akan berangkat untuk masa taaruf mahasiswa atau (mastama), disalah satu universitas swasta di metro lampung. Yaitu, universitas Muhammadiyah metro.

Keinginan orang tua untuk melanjutkan pendidikan

3 bulan sebelum ibu wafat, tepatnya dibulan mendekati kelulusan smk. Ibu ingin sekali anaknya untuk bisa melanjutkan pendidikannya setinggi mungkin, ibu ingin anaknya di tempat yang tidak jauh dari rumah. Akhirnya akupun menuruti keinginan ibu. Aku memang tertarik dengan ilmu ekonomi walaupun aku di smk jurusan desain komunikasi visual, yang dimana tidak linier dengan jurusan kuliah ku. Akhirnya aku mantap dan yakin untuk memilih prodi Pendidikan ekonomi dengan restu dari orang tua.

Ujian datang tepat sebelum masuk kuliah

Aku kira semua akan berjalan dengan baik saat kuliah nanti, ternyata ada ujian yang harus aku lewati. Sosok penyemangat dan penuh kasih sayang harus kembali ke sang pencipta, yaitu ibu. Sebelum ibu meniggal aku hampir mau mengundurkan diri sebagai calon mahasiswa baru, padahal saat itu posisinya proses pendaftaran sudah selesai dan 50% biaya kuliah sudah terbayar. Hal itu karena melihat kondisi ibu 1 bulan terakhir sakit nya semakin parah. Ibu ku sempat berpesan untuk aku menunda kuliah (gapyear) karena ibu takut biaya Pendidikan ku selama kuliah habis untuk berobat ibu yang sakit pembengkakan hati (liver). Saat mendengar itu aku rasanya seperti putus asa, tapi mau bagaimana lagi? Kesembuhan dan Kesehatan ibu lebih penting.

2 minggu sebeleum ibu meninggal tepatnya bulan juli, ibu bilang “kalo untuk sekarang jangan mengajukan pengunduran diri dulu ya nak, nanti liat bulan 8 kalo ibu belum sembuh gapapa ya kuliahnya ditunda tahun depan aja?” aku pun selalu berdoa agar ibu bisa sehat lagi dan bisa melihat anaknya kuliah. Tapi pada tanggal 27 juli 2025 ibu menghembuskan nafas terakhir. Selama seminggu aku bingung, pikiran kosong, seperti tidak ada tujuan hidup, ditambah lagi rasa tidak yakin untuk lanjut kuliah. Tapi, ada 1 pikiran yang muncul “aku takut kalo ga kuliah aku diremehkan orang-orang apalagi ibu udah gaada, aku harus bisa angkat derajat orangtua ku” dari situ akhirnya aku punya Kembali rasa semangat untuk lanjut kuliah.

1 minggu sebelum melaksanakan mastama, aku sempat untuk kursus makeup, kenapa kursus makeup? Karena aku ingin mempunyai penghasilan tambahan selama kuliah nanti karena selama kuliah pasti aku pulang kerumah 1-2 hari pas libur. Kebetulan ibu punya usaha salon, dari usaha itu lah ibu bisa membiayai kehidupan sehari-hari, dan bapak menjaga warung kelontongan yang 1 ruko juga dengan usaha salon ibu. Tapi, semenjak ibu meninggal salon sekarang sepi banyak pelanggan ibu yang tidak datang lagi, padahal sampai sekarang masih aktif dan mengelola aku, sebelum ibu meninggal aku sudah diajarkan kursus salon tapi mungkin banyak orang yang belum tau, apalagi sekarang sering aku tinggal kuliah. Saat ini ekonomi benar-benar di uji aku takut kalo nanti tidak bisa membayar ukt.

Awal masuk kuliah

Lalu akhirnya bulan September aku perdana melaksanakan perkuliahan, setiap libur pulang kerumah untuk kerja yang Dimana perjalanan dari kos kerumah hampir 2 jam lebih. Kalo dibilang cape atau ngga? jelas cape, tapi aku selalu menikmati perjalanan nya. Mungkin ini cara Allah untuk menguji hambanya apakah bisa melewatinya atau menyerah.

Aku juga selalu berusaha untuk mencari beasiswa dan pekerjaan part time di sekitar kampus supaya tidak terlalu membebani biaya pengeluaran. Dan alhamdulilah 1 semester telah terlewati, aku masih bisa melanjutkan semester 2 ini, ternyata banyak rezeki yang menghampiri keluarga ku mulai dari diberi rezeki berupa Kesehatan yang baik, orang-orang baik, rezeki berupa uang yang bisa digunakan untuk biaya ukt dan hidup di kos.

Aku berharap semoga apa yang aku usahakan ini bisa membawa ku pada kesuksesan di masa depan, dan bisa mewujudkan keinginan orangtua ku yang ingin anaknya menjadi seorang sarjana yang bisa mengangkat derajat orang tua. Love you mam & dad.

Tinggalkan Komentar