"Keberhasilan datang pada siapa yang berani mencoba." Saya, Zafira Musfadilla, lahir pada 02 September 2007. Murid kelas tiga di Sma Nusantara 1 Kota Tangerang yang sekarang sudah berstatus sebagai mahasiswa baru Universitas Diponegoro jurusan Ilmu Pemerintahan lewat jalur undangan. Sebuah impian besar yang berhasil saya dapatkan. Bukan tanpa pengorbanan didalamnya. Waktu, tenaga, serta air mata yang telah banyak saya keluarkan untuk mendapatkan tampilan berwarna biru di layar. Bapak yang berumur 47 tahun bekerja di CV Home Digital sebagai Verifikator sehari-harinya membutuhkan kendaraan sebagai keperluan kerja namun tidak memiliki satupun sehingga ia harus menyewa kendaraan roda dua tiap harinya. Uang yang habis dikeluarkan untuk kebutuhan sewa motor serta makan istri dan anaknya dikarenakan ibu yang berumur 46 tahun tidak bekerja dan merupakan seorang ibu rumah tangga. Penghasilan bapak tidak cukup untuk membiayai pendidikan saya yang merupakan siswa pelajar swasta. Maka dari itu, saya belajar dengan giat demi menggapai beasiswa dari sekolah tiap semesternya. Setiap tahun, saya mendapat beasiswa potongan biaya uang dari sekolah.
Tinggal menumpang di rumah saudara merupakan hal yang sudah terjadi sejak saya duduk di bangku sekolah menengah pertama. Keinginan untuk melakukan perubahan dari orang yang berpangku tangan menjadi orang yang berhasil muncul sangat tinggi di benak saya. "Saya harus menjadi orang sukses." Demi menggapai itu maka bekal yang harus saya perlukan adalah pendidikan. Namun, apalah daya impian besar seorang anak Sekolah Menengah Atas dengan tabungan yang tidak sepeserpun ia miliki? Saya harus mencari jalan lain. Salah satunya adalah beasiswa. Saya mempersiapkan diri untuk mengikuti beasiswa masuk ke perguruan tinggi di Bisa Project dengan benefit Bantuan pembayaran UKT 1, Bantuan biaya penunjang sekali up to Rp10.000.000, Bimbel gratis, dan mentoring. Saya berhasil mendapatkan batu loncatan pertama saya. Sehingga sekalipun saya diterima di Universitas Diponegoro saya tidak perlu mengajukan permohonan pengunduran diri di semester pertama.
Secercah harapan muncul dikala itu, gadis yang tidak memiliki apa-apa serasa telah diberi kekuatan besar untuk bisa menaklukan impiannya. Saya percaya bahwa saya akan mendapatkan beasiswa selanjutnya untuk menunjang biaya kuliah saya. Satu semester untuk mencari beasiswa pasti akan dapat saya lakukan. Saya pun mendaftar di Universitas Diponegoro jurusan Ilmu Pemerintahan lewat jalur SNBP dikarenakan saya merupakan siswa teratas peringkat satu di jurusan IPS dan peringkat 3 di semua jurusan. Dengan bekal satu sertifikat internasional, International Science Qualification Olympiad yang merupakan TOP 1 dari 143.456 peserta. Juga statistik nilai raport yang terus naik dengan bayaran waktu dan tenaga. Saya memberanikan diri untuk mendaftar. Pada tanggal 31 Maret saya mendapatkan hasil yang saya inginkan setelah berikhtiar kepada Tuhan yang maha esa.
Kerja keras yang selama ini telah saya usahakan membuahkan hasil. Ego dan ambisi tinggi yang membawa saya untuk terus melangkah maju di tengah berbagai macam rintangan. Sinyiran dan celotehan akibat semangat saya yang menggebu-gebu sekarang sudah berubah menjadi irama merdu berisi pujian manis. Usaha tidak mengkhianati hasil, katanya. Puitis, memang, tapi benar adanya. Saya berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan terus melangkah maju mencari tunjangan dari beasiswa dan lomba yang ada. Terdengar sangat idealis. Namun, untuk menggapai impian besar saya harus terus melangkah dengan berani. Tak kisah dengan apa yang menanti di depan dan apa yang saya punya sekarang. Dulu, saya sempat berfikir berbagai macam cara instan untuk mendapatkan uang agar bisa melanjutkan pendidikan saya. Tetapi, Tuhan yang maha esa memiliki jalan lain. Tuhan tahu dan selalu melihat hambanya yang mengusahakan sesuatu. Dan beliau pasti akan memberinya jalan. Jalan yang ia ridhai. Selalu.
Jurusan Ilmu Pemerintahan merupakan keputusan yang saya ambil dikarenakan memiliki lebih banyak peluang untuk bekerja menjadi ASN. Dengan gaji yang stabil saya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari orang tua saya. Universitas Diponegoro yang merupakan salah satu dari PTN Top 10 merupakan strategi ampuh untuk mencari relasi dan membangun diri disana. Meskipun saya harus merantau dan tinggal sendiri tanpa sanak dan saudara tidak menjadi sebuah penghambat bagi saya untuk terus maju. Saya akan menjadi mahasiswa berprestasi di Universitas Diponegoro dengan aktif mengikuti organisasi dan juga berbagai perlombaan. Saya akan lulus dengan gelar Cumlaude dan berhasil menggapai impian saya dengan menjadi ASN. Menggapai impian saya dan terus menyebarkan pandangan positif bahwa semua orang pantas dan mampu untuk terus melangkah maju. Bukan hanya karena branding, namun kesempatan besar yang saya dapatkan harus bisa dimiliki oleh siswa dengan memiliki semangat kuliah yang besar di luaran sana. Saya akan menjadi contoh tauladan bahwa hambatan finansial bukan penghalang bagi seorang pelajar menggapai impiannya dengan menjadi lulusan unggulan Universitas Diponegoro jurusan ilmu pemerintahan.
