MEKAR TAK HARUS PAGI

Source: Foto istimewa

Kita tidak bisa memilih kita terlahir dari siapa, tapi aku sangat bersyukur terlahir dari keluarga yang sederhana yang senantiasa mengajarkan untuk terus melangkah. Aku anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Ahmad Ali- Miskiyah. Bapakku hanyalah tukang bangunan yang bekerja ketika ada yang menyuruhnya, dan ibuku seorang ibu rumah tangga.

Mereka bilang, air mata menandakan tanda kelemahan. Tapi tidak bagi Zahidah Alfani, anak desa yang menggenggam mimpi, setiap tetesan air mata yang jatuh menjadi pupuk harapan untuk mekar. Ia berkali-kali jatuh, melihat mimpinya hancur berkeping kesekian kalinya. Namun, ia selalu menemukan keberanian untuk terus mencoba yang tak kenal lelah meski dihantam ombak dan badai, bagi perempuan yang akrab disapa Fani selalu menemukan cara untuk berdiri. Bukan karena ia tak merasa sakit jatuh bangkit, tapi ia selalu yakin untuk menemukan aurora yang indah, harus rela berjalan meskipun menyusuri hutan di tengah malam gelap gulita.

Petualanganku dimulai sejak kelas 12 Madrasah Aliyah Kendal tahun 2019, masa-masa yang disibukkan dengan berbagai tugas akhir dan ujian. Di tengah-tengah pemadatan materi untuk persiapan ujian, terdapat sosialisasi dari berbagai kampus. Kala itu aku belum mempunyai kemana arah tujuan selanjutnya, namun aku menyelipkan harapan, semoga suatu saat bisa seperti mereka. Ditambah penyuluhan dari sekolah yang menjelaskan terkait pendaftaran kuliah, hingga bermacam beasiswa. Dari situlah asa ku mulai membara dengan adanya program beasiswa KIP KULIAH. “ Mak, aku mau kuliah” Ujarku kepada ibukku. “ Boleh kuliah, asal biaya sendiri”. Akan kubuktikkan bahwa suatu saat aku juga bisa.

Aku mulai mengurus SKTM maupun berkas lainnya di balai desa Lanji, namun terkadang seringkali ketika mengurus, sering dilempar-lempar oleh petugas. Kala itu saat mendaftar SNMPTN 2019 (seleksi masuk PTN dengan jalur raport dengan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UNNES. Menjelang finalisasi, ternyata yang pelamar beasiswa KIP KULIAH tidak bisa sinkronisasi, alhasil menunggu di sekolah hingga petang. Alhamdulillah pihak sekolah mau membantu proses sinkronisasi. Tibalah saat pengumuman SNMPTN tiba. Notifikasi pesan dari WhatsApp dari operator sekolah “Selamat Anda LOLOS SNMPTN 2019 di UNNES”. Aku baca dengan seksama ternyata tidak ada namaku, dan semua peserta SNMPTN masih berharap menunggu pengumuman resmi. Ternyata “ MOHON MAAF ANDA BELUM LOLOS SNMPTN”. Pulang sekolah dengan perasaan hampa, karena belum rezekinya. Selang berapa hari kemudian terdapat pembukaan SPAN-PTKIN 2019 ( seleksi masuk khusus di UIN/ IAIN dengan jalur raport) kala itu aku memilih UIN WaliSongo Semarang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pengumuman SPAN-PTKIN 2019 saat ujian madrasah. Setelah ujian selesai, yang mendaftar SPAN-PTKIN bersorak bangga dengan hasil yang diinginkan, namun aku kembali mendapatkan hasil pengumuman “ MOHON MAAF ANDA BELUM LOLOS SPAN-PTKIN 2019). Aku berusaha untuk tidak larut dalam kesedihan, dan aku masih menginginkan kuliah dengan jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Aku belajar lintas jurusan, karena aku dari jurusan MIPA di madrasah dan mengharuskan belajar soshum dari nol. Sembari ditengah kesibukan jadwal ujian yang sangat banyak karena dari MAN, aku tetap menyempatkan belajar otodidak untuk bisa mengikuti SBMPTN 2019 (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri jalur ujian komputer). Setelah mengikuti rangkaian UTBK 2 x untuk jalur SBMPTN 2019 tersebut, berharap mendapatkan ucapan selamat, namun kembali yang didapatkan “ MOHON MAAF ANDA BELUM LOLOS SBMPTN 2019”. Aku berusaha berdamai, hingga menemukan informasi bahwa jalur mandiri UNNES kembali membuka peluang jalur KIP KULIAH. Aku berusaha bangkit dan dengan tekad yang sama memilih jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Setelah mengikuti perjuangan tes seleksi mandiri UNNES, saat mau pulang ke rumah, feelingku mengajak untuk segera pulang ketika naik armada bus trans semarang, tiba-tiba ban armadanya bocor dan harus menunggu untuk berganti bus selanjutnya. Sampai di rumah sudah petang, ibukku menyambut dengan hangat, namun ternyata disaat aku mengalami kejadian ban armada bus bocor, saat itu juga ibukku mengalami kecelakaan bersama rombongan sehabis takziah, seketika air mataku tidak kuasa menahan tangis melihat tangan ibukku penuh balutan perban. Tibalah saat pengumuman jalur mandiri UNNES tersebut, temanku mengabari via WhatssApp bahwa dirinya lolos, sementara aku kembali mendapatkan “ MOHON MAAF ANDA BELUM LOLOS MANDIRI UNNES 2019”. Perasaanku semakin lemas tidak berdaya, bahwa aku bersama kedua temanku bercita-cita satu atap kuliah di UNNES, namun yang satunya lebih awal lolos jalur SNMPTN ( jalur raport) dan yang satunya lolos jalur SM UNNES (jalur mandiri), mereka berdua diterima dengan beasiswa KIP KULIAH, aku merasa senang melihat temanku diterima terlebih dahulu, sementara aku masih berharap untuk bisa menyusul.

Sembari menunggu informasi selanjutnya, aku kala itu pernah membantu bekerja memisahkan rosok plastik, cibiran dari orang sekitar mulai berdatangan, tapi aku menjalaninya dengan senang hati. Aku ditawari oleh tanteku untuk bekerja sebagai staff TU di salah satu SMP yayasan di desaku. Aku terima tawaran tersebut meskipun gaji tidak seberapa tapi aku merasa senang bisa merasakan kerja di dunia pendidikan. Gaji dari kerja tersebut aku kembali sisihkan untuk membeli buku buat persiapan belajar seleksi PTN di tahun berikutnya. Aku mendapatkan kabar dari operator sekolah bahwa PTS UNWAHAS bisa menerima seleksi mandiri jalur KIP KULIAH, aku sudah didaftarkan dengan berkas yang komplit, namun aku benar- benar lupa saat jadwal wawancara tidak hadir. Lagi-lagi belum rezekinya untuk kuliah di tahun 2019. Aku tidak putus asa, aku mencoba menghubungi pihak Universitas Terbuka, apakah bisa menggunakan KIP-K?. Namun, tidak mendapatkan respon sama sekali. Aku berusaha mencari kampus yang bisa menggunakan KIP-K di jalur mandiri, tapi tidak didapatkan informasinya.

Aku mengambil tekad yang bulat untuk bisa kuliah di tahun 2020, aku jalani dengan kerja di Staff TU SMP Plus Darul Hikmah Lanji, dan disela-sela aku bekerja, aku sempatkan untuk belajar. Meskipun keputusan tersebut berat, tapi aku harus menguatkan diri ketika melihat teman seperjuangan sudah keterima di kampus impiannya, sementara aku harus tetap berjuang. Semangatku kembali tumbuh, ketika melihat pengumuman pembukaan CPNS 2019, aku perhatikan dengan cermat formasi yang bisa lulusan SLTA sederajat. Aku mengambil formasi KEMENHUMKAM, membagi waktu untuk belajar CPNS dan persiapan PTN di tahun depan disela-sela kerja dan waktu luang. Aku dinyatakan lolos seleksi administrasi CPNS KEMENKUMHAM, dan sebelum tes SKD, dilaksanakan pengukuran tinggi badan, namun disana saat pengukuran, TB ku kurang 1 cm, artinya aku tidak bisa lanjut ke tahap berikutnya, pulang dengan rasa hampa.

Awal tahun 2020, ditawari ngajar privat les, aku jalani dengan senang hati dan tetap berusaha persiapan masuk PTN karena mimpiku masih sama. Hingga ada pembukaan SBMPTN di tahun 2020, dan aku tetap kembali memilih UNNES sebagai pilihanku. Namun ternyata, kembali belum rezekinya. Dan aku mendaftar jalur Mandiri UNNES 2020 dengan KIP-K, namun sama belum rezekinya. Dan saat itu PTN maupun PTS tidak banyak yang membuka jalur beasiswa KIP-K. Dan aku memutuskan untuk kembali merajut mimpi ditahun 2021, karena saat itu juga ada pandemi Covid-19. Disaat yang lainnya sudah keterima di kampus masing-masing, aku memutuskan untuk merajut mimpi ditahun depan. Sembari bekerja, meskipun berat, tapi aku yakin rencana Allah jauh yang lebih baik. Aku juga mendapatkan tawaran untuk kerja di perusahaan kaca mobil di Semarang, namun kembali belum rezekinya. Tidak berhenti disitu, aku juga mencoba melamar pekerjaan di outlet food, namun kembali belum rezekinya. Seiring berjalannya waktu, aku ditawari untuk kerja sebagai karyawan toko olahraga di dekat rumah. Aku terima tawaran tersebut dengan baik, aku belajar bahwa tidak ada proses yang instan, layaknya saat menyulam raket badminton. Hari demi hari, aku jalani bekerja sebaik mungkin, sembari belajar persiapan tes ditahun 2021.

Tahun 2021 menjadi kesempatan bagi angkatan 2019 untuk bisa mendaftar KIP-K. Aku gunakan dengan sebaik mungkin memanfaatkan kesempatan yang ada. Aku kembali berjuang di SBMPTN 2021, kali ini aku lebih siap lebih tenang saat mengerjakan tes, berharap hasilnya sesuai yang diinginkan, namun saat pengumuman ternyata aku belum lolos. Setelah melihat ambang batas kelulusan pada jurusan yang dipilih, ternyata nilaiku kurang sedikit untuk lolos, aku tidak putus asa disitu, aku terus mencari kampus yang mendapatkan kesempatan dengan beasiswa KIP-K, ternyata masih banyak jalur masuk kampus yang menyedikan beasiswa KIP-K. Aku mengikuti seleksi SIMAK UI, yang saat itu dilaksanakan secara daring, saat itu disarankan menggunakan laptop, tapi aku belum memiliki laptop dan aku hanya menggunakan hp, tapi tidak menyulutkan semangatku mengikuti tes. Saat pengumuman ternyata kembali belum rezekinya, aku mencoba seleksi vokasi UNAIR dengan KIP-K yang saat itu hanya unggah berkas, namun kembali belum rezekinya. Aku tidak putus asa disitu, aku kembali mencari kampus yang bisa menggunakan KIP-K, aku manfaatkan dengan sebaik mungkin, ternyata kampus swasta banyak yang menerima KIP-K. Aku belajar untuk ikhlas, meskipun aku tidak kuliah di negeri sesuai yangaku inginkan, tapi aku percaya bahwa rencana Allah jauh lebih baik.

Di tengah kesibukan sambil bekerja dan memanfaakan waktu senggang untuk mencari informasi pendaftaran kuliah, aku memanfaatkan kesempatan mendaftar di PTS UNISSULA gelombang satu, namun saat pengumuman ternyata sama kembali belum rezekinya. Aku kembali bangkit dan mendaftar di PTS UNIMUS, dan hasilnya sama belum rezekinya. Aku mencoba mendaftar di PTS POLIBANK Jepara, namun pengumumannya belum ada kepastian. Sembari menunggu pengumuman tersebut, aku mendaftar di PTS GUNADARMA, namun di PTS GUNADARMA sama belum rezekinya. Aku kembali mendaftar di STIEBANK, namun sama belum menemukan pengumumannya. Hingga ternyata UNISSULA gelombang 2 kembali membuka jalur pendaftaran KIP-K. Semua tahap input berkas, aku ikuti dengan seksama. Sudah berulang kesekian kalinya, setiap mendaftar belum rezekinya, dan ketika pengumuman UNISSULA aku telat membuka pengumuman. Siapa sangka jalur terakhirku di UNISSULA aku dinyatakan LOLOS. Rasa haru campur aduk, tidak bisa diungkapkan, biasanya menangis ketika belum lolos, namun kini menangis karena haru. Allah telah menjawab doaku disat jalur pendaftaranku terakhir. Aku segera mengabari orang tua LOLOS di UNISSULA dengan beasiswa KIP-K. Alhamdulillah ya Allah, rasa haru menyelimuti kebahagian ini.

Disaat sudah mendapatkan pengumuman lolos di UNISSULA, ternyata dari pihak POLIBANK Jepara menginfokkan bahwa aku juga dinyatakan lolos KIP di POLIBANK. Belum sampai disitu, STIEBANK Semarang juga menginfokan aku keterima disana. Sekali keterima mendapatkan 3 beasiswa sekaligus, tak pernah terbayangkan kado dari Allah begitu banyak. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku mengundurkan diri di POLIBANK dan STIEBANK dan aku memilih mengambil beasiswa KIP-K di UNISSULA.

Aku menjalani hari-hari ku yang baru, menikmati kuliah sambil kerja. Di tengah waktu senggang, tak jarang aku membawa tugas ketika kerja, bahkan sering kali, aku melakukan perkuliahan daring di tempat kerja, beruntungnya pemilik toko mengizinkan senantiasa mensupport dan memahami bekerja sembari zoom dan mengerjakan tugas. Ketika pulang kerja aku kembali melanjutkan deadline tugas yang belum selesai, dan begadang larut malam mengerjakan tugas. Saat itu aku belum mempunyai laptop, ketika ada tugas mengetik, aku menggunakan hp dan meminta tolong ke teman untuk membantu merapikannya. Sebelum berangkat kerja, aku memastikan apakah ada tugas tambahan yang bisa diselesaikan sebelum kerja. Rutinitas menikmati kerja sambil kuliah daring menjadi tantangan tersendiri untuk tetap membagi waktu dengan baik.

Pembukaan CPNS 2021 kembali di buka, dan aku mencoba mendaftar di Pemda Jabar formasi Pengawas Benih Tanaman, aku dinyatakan lolos seleksi administrasi, dan membagi waktuku untuk belajar CPNS, bekerja dan kuliah. Saat itu masih pandemi COVID -19, sehingga pelaksanaan tes CPNS 2021 lebih ketat dengan prosedur kesehatan. Aku mengikuti tes. Satu demi satu soal aku kerjakan, dan selesai mengerjakan soal, aku menatap layar dengan seksama danAlhamdulillah nilai tiap subtestnya lolos passing grade, tingal menunggu hasil pemeringkatan. Hingga tiba hari pengumumannya, ternyata aku belum lolos pemeringkatan. Aku merasa senang dan bersyukur masih diberi kesempatan mengikuti seleksi CPNS meskipun belum sampai tahap akhir, setidaknya aku sudah berjuang.

Tak terasa menjalani hari-hari kuliah sambil bekerja, telah satu tahun berlalu dan semester 3 harus pergi ke Semarang. Rasa haru ketika pertama kali menginjakkan di perantauan menatap gedung kuliah yang menjulang tinggi. Ternyata Allah beri kesempatan belajar di dunia perkuliahan setelah menunggu gapyear 2 tahun. Aku selama di perantauan tinggal di pesantren Assa’adah Terboyo Semarang. Harus beradaptasi dengan lingkungan baru karena aku juga punya alergi yang kambuh, berulang kali mengonsumsi obat menemukan yang cocok. Aku menjalani perkuliahan dengan penuh semangat, bertemu dengan dosen-dosen yang hebat, teman-teman yang saling mendukung. Di saat liburan semester, aku kembali pulang ke rumah, mencari peluang kerja memanfaatkan waktu liburan. Aku kembali kerja freelance di toko olahraga dulu, pernah juga freelance di garment. Semuanya aku jalani tanpa rasa gengsi sekalipun,

Saat semester 5 ada program MBKM Kampus Mengajar, semuanya sangat antusias mengikuti seleksi, aku kira jatah gagalku sudah selesai, namun saat mengikuti Kampus Mengajar angkatan 6, juga belum rezekinya. Hingga semester 6 masih ada program yang sama, aku mencoba mendaftar MSIB (magang) tapi ternyata belum rezekinya. Aku mendaftar program Kampus Mengajar angkatan 7, namun saat itu websitenya down, dan harus mengulang sampai website nya stabil. Memang semuanya harus berproses penuh dengan kesabaran. Dan saat pengumuman tiba, Allah memberikan kesempatan Kampus Mengajar angkatan7 dan dinyatakan lolos. Alhasil aku mendapatkan penempatan di daerah rumah, yang terpenting aku bisa pulang dari penatnya Semarang. Menjalani Kampus Mengajar selama 4 bulan dengan berbagai lika-liku perjuangan dan bisa menyelesaikan hingga akhir. Aku manfaatkan liburan semester 6 dengan mengikuti kerja PANTARLIH dan KPPS Pemilu 2024. Aku tidak pernah gengsi, memanfaatkan liburan dengan kerja.

Memasuki semester 7 aku kembali Ke Semarang melanjutkan sisa matkul perkuliahan dan memulai skripsi, saat itu aku mendapatkan tawaran beasiswa dari Ruang Guru namun ternyata belum rezekinya. Pada bulan September 2024 memulai skripsi, dan saat itu ada pembukaan CPNS 2024. Di sela-sela skripsi aku memanfaatkan kesempatan yang ada membagi waktu untuk skripsi dan belajar CPNS dan Alhamdulillah dinyatakan lolos tahap administrasi. Kala itu aku mengambil formasi pada Kementrian Kelautan Teknisi Akualtur. Aku mendapatkan jadwal sesi pertama di bulan Oktober 2024, yang mengharuskan aku harus berangkat pagi-pagi karena mengingat lokasi titik tes nya mendapatakan di UNNES, dengan jarak tempuh hampir satu jam lebih. Aku berangkat pagi-pagi dengan naik via ojol karena memburu waktu tes. Semuanya berperang dengan perjuangan masing-masing. Dan selesai tes, aku tatap layar komputer dan kuperhatikan hasil skor akhir, sedikit terkejut hasil akhirnya belum sesuai dengan yang diharapkan, nilai akhirnya masih kurang dari tahun kemarin. Pulang dengan perasaan hampa. Sepanjang perjalanan memikirkan apa yang harus diucapkan ke orang tua. Aku kembali pulang ke Semarang bukan pulang ke rumah, Sesampai di Semarang, aku mengabarkan ke orang tua lewat telfon. “Aku belum rezekinya”. Orang tua di rumah menenangkan lewat telfon. Aku merasa sampai kapan aku belum rezekinya. Tapi aku percaya rencana Allah jauh lebih baik.

Sehabis mengikuti tes CPNS 2024 di bulan November, aku merasa belum semangat melanjutkan skripsi dan memilih berdamai dengan diri sendiri. Dan ketika mulai menemukan semangat skripsi kembali, ternyata bulan November 2025 aku down yang mengharuskan opname di RS Soewondo Kendal dan dari bulan November-Desember 2025 aku harus pemulihan. Saat itu memilih di rumah dan bolak balik dari Kendal-Semarang untuk mengikuti 3 matkul perkuliahan. Januari 2025 aku kembali ke Semarang karena harus mengikuti wisuda Pondok dan berusaha bangkit untuk melanjutkan skripsi, namun di tengah skripsian, hp ku rusak dan saat itu di daerah rumah terjadi banjir bandang akibat jebolnya tanggul kali Bodri. Aku memutuskan kembali ke rumah setelah seminggu pasca banjir. Hatiku pilu ketika kembali menginjakkan tanah di daerah kelahiran, melihat semua bangunan rusak, fasilitas hancur, bau menyengat sampah layaknya kota mati.

Februari 2025 aku memulai bangkit melanjutkan skripsiku yang jauh tertinggal dengan teman-teman dan saat Maret 2025 baru dinyatakan ACC proposal skripsi, sekian hasil dari bolak balik Kendal- Semarang saat bulan Ramadhan.Dan April 2025 aku memulai penelitian di SDN 2 Puguh dengan berbagai pro-kontra di sekolah. Tapi aku jalani dengan sebaik mungkin. Di sela-sela menyusun skripsi bab akhir, ternyata ada pembukaan RBB BUMN 2025. Aku dengan semangat belajar karena materinya hampir mirip dengan CPNS. Aku manfaatkan sebaik mungkin sembari skripsi, dan Alhamdulillahnya pelaksanaan tesnya via daring, namun minusnya jaringan harus benar-benar stabil. Saat pengumuman tiba, ternyata ada salah satu sub tes yang nilaiku masih kurang, dan kembali belum rezekinya. Aku jalani sisa waktuku melanjutkan skripsi sebaik mungkin, dan ternyata ada kesempatan beasiswa dari SGC go to Singapura. Aku dengan senang hati semangat mengikuti kesempatan yang ada, aku mengikuti rangkain tes secara daring, namun lagi-lagi belum rezekinya.

Mei awal 2025 -pertengahan Mei 2025 aku benar- benar melanjutkan skripsi bab akhir dan ternyata harus mengulang dari bab 4- akhir. Padahal saat itu sudah diumumkan dari pihak prodi bahwa pendaftaran sidang terakhir Mei akhir. Namun saat itu aku belum mendapatkan ACC skripsi dan masih harus revisi bolak-balik Kendal Semarang. Rasa pesimis mulai muncul, apakah aku bisa menyelesaikan skripsi dengan waktu yang singkat, tapi berkat keyakinan yang pantang menyerah untuk bimbingan dengan support keluarga, teman seperjuangan hingga dosen pembimbing yang senantiasa mensupport, akhirnya dengan waktu yang mepet sesuai tanggal yang ditentukan, aku mendapatkan kesempatan ACC terakhir dari dosen pembimbing. Yang saat itu teman-teman sudah ACC. Dan ternyata kloter jadwal sidang akhir diundurkan hingga mendapatkan kepastian. Tepat pada 28 Mei 2025 aku mendapatkan jadwal sidang skripsi. Rasa cemas menghampiri menunggu waktu giliran maju. Alhamdulillah semua teman selama kuliah saling mensupport satu sama lainnya. Saat namaku dipanggil untuk memaparkan hasil skripsi, aku kuatkan mindset positive thinking. Hingga setelahnya, dosen penguji yang aku kira akan mencecar semua skripsiku. Namun ternyata dosen penguji sangat humble dan ternyata aku melaksanakan sidang skripsi dengan waktu yang singkat. Memang benar mindset positive thinking akan sesuai dengan perasaan kita. Selepas keluar dari sidang skripsi, aku disambut dengan teman seperjuangan yang senantiasa mensupport selama kuliah. Tak pernah dibayangkan sebelumnya, aku bisa menyelesaikan hingga sejauh ini, Semuanya tidak lepas dari pertolongan Allah yang senantiasa memberikan kemudahan.

Tepat pada 14 Juni 2025 yang kebetulan aku juga berulang tahun di bulan Juni, aku resmi diwisuda di auditorium UNISSULA bersama ribuan mahasiswa lainnya. Saat prosesi wisuda berlangsung dengan khidmat, dan setelah maju ke depan resmi menerima ijazah bersalaman dengan rektor, tidak kuasa aku menahan air mata. Beberapa kali air mataku terjatuh, kali ini bukan berarti aku menangis gagal seperti sebelumnya dan aku telah jatuh dari 2019-2025 sebanyak 26 kali dari sekian penolakan dan bangkit, tapi kini menangis penuh kebahagian bisa sampai sejauh ini. Kini gadis desa bernama Zahidah Alfani resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan dari dari jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) berhasil menyelesaikan perkuliahan dalam kurun waktu 3,5 tahun. Dan menjadi sarjana pertama di keluarga. Terima kasih Allah SWT yang senantiasa memberikan limpahan nikmat, terima kasih keluarga, terima kasih KIP- Kuliah yang mampu mewujudkan mimpiku menggenggam asa. Terima kasih UNISSULA yang memberiku kesempatan tumbuh dan belajar. Aku yakin rencana ALLAH akan jauh lebih baik dan aku percaya aku bisa menggapai mimpi yang lainnya dengan penuh semangat.

Teruntuk semuanya yang sedang berjuang jatuh bangkit dari keterpurukan, nikmatilah prosesnya karena ibarat besi yang semakin lama di tempa akan terbentuk. Dan jangan pernah menyerah terhadap keadaan, percayalah selama ada kemauan pasti ada jalan yang lebih indah. Untuk kolaborasi hal positif selanjutnya bisa hubungi DM instagram @zahidah.alfani.

Tinggalkan Komentar