Karya

Sejujurnya, rasa memiliki kampus impian, nihil bagiku untuk menembusnya. Namun, aku berhasil mendapatkan dream major kelas 11-ku di sekolah menengah akhir itu. Dari tumpukan kertas yang berhasil ku corat coret menjadi saksi bisu pukul tiga pagi. Di saat teman-teman sudah berhasil menempuh jenjang itu, hanya ada aku sendiri yang belum lepas atas nama universitas. “Harus berjuang sekali lagi,” rasa putus asa yang menghampiri, membuatku berceloteh bahwa aku harus menyiapkan planning lain tahun depan. Masuk kampus impian bahkan di idamkan semua orang, nggak pernah terpikir di benakku untuk berdinamika disini.

Pada saat itu, aku memiliki harapan yang begitu besar untuk diterima PTN, yaitu di Universitas Diponegoro. Akan tetapi, keberuntungan itu tidak selalu berpihak padaku di seleksi SNBP 2025. Akan tetapi, hal tersebut tidak mematahkan semangat, aku terus mencobanya kembali di seleksi SNBT 2025. Namun, hasilnya tetap sama, TIDAK LOLOS. Rasanya campur aduk, sekaligus sedih. Hingga pertengahan bulan, aku tetap mencobanya lagi di seleksi mandiri Undip melalui jalur rapot. Namun, ditolak lagi.

Hingga pada akhirnya, aku berserah diri, aku belajar secara sukarela dan ikhlas, tidak dendam, dan memperbanyak serta mempertahankan doa-doaku kepada Tuhan. Kelak apa yang ditakdirkan untukku, tidak akan pernah luput dari apa keberuntunganku nanti. Mungkin disisi lain, ada doa-doa yang orang lain harapkan untukku, itu yang terbaik. Pola belajarku juga mulai diubah, yang biasa dari malam hingga pagi, bahkan tidak pernah tidur. Dari pagi hingga siang, lalu ku lanjut dengan istirahat.

Dari skor try out yang tidak naik-naik, jadi ada jeda harapanku di terima Universitas Negeri yang membawaku pada ke khawatiran, dimana aku berpikir, “Belum cukup layak,”seakan bumi berputar dan mewakili perasaan overthingkingku. Tapi berkat teman-teman seperjuanganku di SNBT, mereka memutar itu bahwa “Aku layak,” sepenuhnya layak, dan akan berkuliah di tahun 2025. Tiada henti mereka berdoa seperti itu, menuntutku kembali untuk terus belajar dan berjuang sedikit lagi. Semua seleksi mandiri telah ku coba, mulai dari PPKB UI, skor UTBK UNSOED, UNS, dan bahkan Undip menjadi penolakanku yang keempat kali, SNBP, SNBT, dan 2 seleksi mandiri.

Lelah rasanya, bila harus mengulang fase belajar itu lagi dan lagi, dengan privileges yang orang tuaku berikan, mulai dari les, kelas latihan soal, hingga drive-drive berbayar jadi memikulku dengan beban yang penuh. Namun dengan jenjang yang semuanya telah ku coba, dengan kuasa Allah, aku menetapkan pilihanku di UPN Veteran Yogyakarta, dengan percobaan mandiri pertama, namun gagal, dan mencobanya lagi di mandiri kedua melalui skor UTBK+rapot. Dan Allhamdulillahnya lolos, di dream major impianku dari SMA. Di persekian kegagalanku dari SNBP hingga mandiri dengan pilihan Ilmu Komunikasi, nggak pernah berhenti berharap bahwa jurusan itu akan datang kepadaku sambil berkata, “Halo Divya, akhirnya ya,” tidak lepas dari doa dan harapan orang-orang di luar sana, tiada hentinya aku juga nggak pernah berhenti bersyukur. Tetapi dengan berhasilnya di UPN, nggak luput bahwa aku juga harus belajar untuk univerisitas lain, yaitu UNY. Dengan ujian salah satu subtesnya TPA, membuatku mesti harus belajar extra dari biasanya.

Saat ujian tiba, ayahku yang membantu menyiapkan segala kebutuhanku, mulai dari kamera yang dipasangkan di laptop, audio yang pas, dan kertas coret-coretan. Betapa beruntungnya aku, bila ayah dan keluargaku masih mendukung perihal pendidikan. Saat itu, rasanya dag dig dug ser, walaupun online, tetapi di dalam web dan zoom, diawasi ketat. Melewati beberapa hari setelah ujian usai, pengumuman akhirnya tiba, mengklik tanggal lahir dan nama yang sepintas ku masukan di web, muncul tanda, “Selamat lolos Nakeisha Divya As Shevy,”

Alhamdulillahnya lagi, aku jadi punya rasa bangga sendiri atas usaha dan dukungan yang telah dilimpahkan orang tuaku, menjadi rasa bangga mereka.

“Coba dulu saja, gagal belakangan,” begitulah pesanku untuk sesama pelajar dan kita semua, gak papa mencoba, hasil akhir belakangan. Mari semangat mengejar apa yang kamu harapkan!

ditulis oleh Nakeisha Divya As Shevy