Kampus Swasta

Karya By : Damayanti ( untuk nama tokoh disamar kan)

 

Disebuah desa kecil yang sederhana, tinggalah seoarang gadis bernama Ayara. Meski hidupnya selalu kesulitan, Ayara memiliki mata yang berbinar penuh harapan dan tekad yang kuat. Ayahnya, Iman adalah sosok laki – laki hangat dan cinta pertama bagi anak perempuannya, beliau telah sakit sejak Ayara masih bayi dikarenakan kompikasi, dan ibunya yaitu Kasina sosok ibu yang rela bekerja sangat keras untuk keluarganya walaupun dia perempuan tetapi dia membuktikan nya dengan bekerja sebagai petani di sawah tetangganya.walaupun selalu pulang malam tetapi selalu memberikan semangat dan dorongan yang tak pernah putus pada Ayara.

Sejak kecil, Ayara memiliki mimpi besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, jalan menuju mimpi itu penuh rintangan. Ketika ayahnya meninggal saat dia masih SMP ia merasa seakan semua impian tenggelam, namun suara lembut sang ibu menyelamatkannya dan menguatkannya ”Jangan pernah menoleh ke belakang, Ayara. Masa lalu adalah pelajaran , bukan penghalang. Teruslah maju jadikanlah itu motivasi dan buatlah bangga Ayah mu”

Dari situ dengan tekad kuat, Ayara belajar keras ketika dia sudah masuk SMK dan aktif dalam keorganisasian sekolah meski dia bukan murid berprestasi. Dia mencari peluang beasiswa dengan gigih dan mencoba berbagai jalur, tetapi ia selalu mengalami kegagalan, muali dari SNPTN, SMBTN, dan jalur kampus swasta lainnya dengan mengandalkan berbagai tes beasiswa, meski melelahkan dia masih berharap ada setitik harapan untuk bisa melanjutkan pendidikannya itu. 

Disaat keputusasaan melandanya sebuah harapan muncul dari arah tak terduga. Seorang penulis Novel yang bukunya pernah dibeli Ayara dengan penuh tekun ia menabung untuk membeli Novel impiannya, seorang Penulis itu menghubunginya karena melihat perjuangan Ayara yang sangat kuat dengan memberikan informasi beasiswa dikampus yang berada di Tangerang. Dengan rasa syukur dan penuh keberanian ia nekat berangkat sendiri ke Tangerang bermodal uang hasil kerjanya, meskia ia belum pernah berpergian jauh.

Perjalanan ke Tangerang penuh tantangan, tetapi Ayara melangkah dengan penuh harapan. Tes tersebut menjadi tes terakhir dan awal yang baik untuk nya. Akhirnya berkat doa, usaha dari Keluarganya terutama ibunya dia dinyatakan Lolos, hal itu sangat membanggaka karena usahanya yang sangat panjang bisa menghasilkan hasil yang baik.

Namun ini adalah langkah awal Ayara untuk membanggakan Ibu dan Alm. Ayah nya. Memulai hari barunya dikota baru dengan aktivitas baru dan dia akan membuktikan pada Dunia dan terutama pada Orang – orang yang berbicara kepada ibunya bahwa anak seoarang janda dan hanya kerja di sawah orang itu tidak mungkin bisa kuliah dengan gratis, tapi Ayara akan membuktikan bahwa dia bisa Sarjana, dan bekerja di perusahaan impiannya. Dan dia tidak akan melupakan bahwa semua yang berhasil diraihnya ini semua dari sang Maha Kuasa.

Di Tangerang Ayara tinggal di sebuah Asrama yang dimana teman – temannya dengan membulinya dengan kata-kata bahasa daerah mereka sampai memotret aurat nya ketika tidur, meski Ayara merasa sangat tertekan tetapi dia selalu mencoba untuk kuat dan tidak cerita ke keluarganya, dia selalu memendam sendiri meski sangat sakit hati akan perlakuan teman sekamar nya.

Kesulitan yang dihadapinya justru ia jadikan salah satu hal untuk menguatkannya bahwa ia sedang di uji pada tahap kedua melalu teman – temannya untuk menjadikannya lebih kuat dan bisa melawan hal yang seperti pembulian itu, dan ia yakin untuk tetap maju menuju kesuksesan yang menantinya. Karena ia tidak boleh menoleh kebelakang, seperti kata ibu nya “Jangan Pernah Menoleh Ke Belakang” kini, dia tetap semangat karena pasti banyak tantangan yang lain yang menanti nya dan siap tidak siap dia percaya diri untuk melewatinya, karena dia punya sang Ibu sang Matahari nya yang selalu menyinari dia dikala di titik tergelap pun.