Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Saya Lilis Nurlaela Mahasiswa baru dari jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Dalam tulisan ini Saya mengambil tema Perjuangan meraih kampus impian.
Disini saya ingin membagikan kisah saya yang mungkin bisa sedikit memotivasi teman – teman. Saya terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Dari dulu saya menyukai belajar bahkan sampai bercita – cita ingin terus bersekolah sampai S3 namun dengan biaya pemerintah. Tetapi jangankan S3, bisa lulus SMA saja sudah syukur Alhamdulillah.
Saya lulus pada tahun 2022 dan termasuk salah satu siswa eligible. Tanpa mau membuang kesempatan saya memanfaatkan itu untuk mendaftarkan diri di salah satu PTN impian saya. Qodarullah saya di tolak. Dan keinginan saya untuk kuliah di tahun itu pupus. Kenapa tidak mencoba daftar UTBK? Karena dipikiran saya saat itu untuk mengikuti UTBK membutuhkan biaya perjalanan yang cukup besar. Karena saya di desa dan pusat UTBK hanya ada di Provinsi Palu yang mana membutuhkan waktu satu hari satu malam untuk sampai kesana. Hal itulah yang membuat saya memutuskan untuk Gap year. Saya hanya siswa yang baru lulus SMA dan kedua orang tua dalam kondisi tidak bekerja jadi kami tidak memiliki uang untuk transportasi dan biaya hidup selama di Palu.
Pada tahun 2023 saya memutuskan bekerja. Mulai dari ikut jualan gorengan bersama orang tua, menjadi guru Qur’an di salah satu Yayasan yang ada di Toili dan menjadi penjaga toko optik. Itu semata – mata saya lakukan untuk meringankan beban kedua orang tua saya yang sudah tidak lagi muda dan Saya juga tidak berharap akan dibiayai oleh kedua orang tua saya. Karena memang kondisi ekonomi kami sedang sulit.
Pada tahun 2024 saya memutuskan resign dari semua pekerjaan. Saya memfokuskan diri agar diterima di salah satu PTN impian saya. Karena ini tahun terakhir untuk bisa kuliah di PTN, saya benar – benar mencurahkan seluruh waktu, tenaga, dan uang saya untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi UTBK.
Alhamdulillah dengan izin Allah perjuangan saya dan orang – orang yang mendoakan saya tidak sia – sia. Saya lulus di pilihan kedua yaitu jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Siliwangi. Perasaan saya campur aduk antara senang dan sedih. Senangnya karena saya diterima di PTN dan sedihnya karena saya tidak lulus KIP. Padahal saya benar – benar berharap biaya kuliah dari KIP K. Mungkin ini adalah salah satu teguran dari Allah bahwa jangan pernah menggantungkan sesuatu selain kepada- Nya. Awalnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri. Apalagi saya mendapat UKT golongan 3 yang bagi saya itu adalah angka yang besar.
Namun kedua orang tua saya terutama Ibu mencoba untuk terus mendorong saya maju. Saya ingat ibu saya pernah berkata, kurang lebih seperti ini “kamu sudah berusaha keras selama ini. Sudah belajar pagi, siang, malam, kerja ngumpulin uang demi bisa ikut UTBK dan sekarang masa mau berhenti. Untuk biaya In syaa Allah mama dan bapak pasti akan usahakan. Rezekimah pasti akan Allah berikan. Sekarang fokus aja untuk biaya berangkat dulu”.
Kata – kata itulah yang akhirnya saya memutuskan untuk lanjut. Dalam waktu kurang lebih 1 bulan saya dan kedua orang saya berjualan untuk mendapatkan biaya transportasi. Dalam benak saya saat itu adalah pokoknya sampai saja dulu ke Jawa. Urusan biaya hidup dan lain – lain pikirkan nanti.
Satu hal yang saya pelajari setelah dinyatakan tidak lulus KIP adalah Allah pasti akan mencukupi kebutuhan hambanya selama hambanya itu masih hidup. Karena ini adalah perjalanan pertama saya keluar Sulawesi Tengah, kedua orang tua saya tidak mengizinkan saya menggunakan kapal laut. Jadi mau tidak mau saya harus menggunakan kapal udara. Dan ternyata Allah cukupkan itu. Selama 1 bulan saya dan orang tua saya berhasil mengumpulkan uang kurang lebih sebesar Rp. 3.000.000. jumlah yang cukup untuk membeli tiket pesawat. Sedangkan untuk UKT dan biaya hidup saya pikirkan pelan – pelan. Dan saya yakin Allah memiliki rencana terbaik untuk saya. Awalnya saya kecewa berat tidak lulus KIP tapi kemudian saya berpikir bahwa saya adalah makhluk lemah yang tidak tahu apa – apa sedangkan Allah maha mengetahui dan ketika Allah memberikan saya takdir untuk kuliah tanpa KIP berarti Allah ingin melihat saya berjuang dan berkembang. Mungkin jika saya lulus KIP saya tidak akan pernah mencoba belajar menulis seperti sekarang ini. Dan menurut saya salah satu pengiburan Allah kepada hambanya yaitu tertera dalam Q.S Al – Baqarah:286 yang artinya Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Jadi sesulit apapun masalah yang sedang dihadapi, percayalah kita pasti bisa melewatinya.
Saat ini Allah telah memberikan saya kesempatan menjadi Mahasiswa di salah satu PTN pilihan saya. Semoga perjuangan saya dan teman – teman semua tidak berhenti hanya sebatas lulus UTBK di Kampus impian. Tapi lebih dari itu. Karena sejatinya ini hanyalah awal dan gerbang ke perjuangan yang sesungguhnya. Selamat berjuang dan sampai jumpa di tujuan.
Jum’at, 30 Agustus 2024
Lilis_NL

