AKU YANG HAMPIR MENYERAH

KISAHKU INSPIRASIKU

OLEH : DEVITA

Perkenalkan namaku Devita, aku anak terakhir dari 6 bersaudara, ibu dan ayahku adalah seorang buruh tani, tinggal di daerah pedesaan. Ketika aku bermimpi untuk melanjutkan di salah satu perguruan tinggi aku selalu berpikir dua kali untuk melanjutkan, karena kakak-kakakku tidak ada yang kuliah dan juga melihat kondisi keluargaku yang pas-passan membuat aku sadar untuk berhenti di SMK. Namun, disinilah saat aku SMK semua langkahku mulai aku ubah untuk berani melangkah dan berani mengambil keputusan yang bagi keluargaku beresiko. Aku saat itu sekolah di salah satu SMK jawa timur yaitu SMK Nusantara Balerejo. Perjalanan menuju kampus impianku banyak sekali tantangan dan juga air mata, dimulai dari kelas X SMK aku tidak memiliki cita-cita untuk kuliah, aku selalu berpikiran untuk kerja saja sesuai dengan jurusan yang aku ambil yaitu jurusan Farmasi. Saat kelas X semester genap ada kunjungan kampus di sekolah yaitu Universitas Swasta di Madiun, awalnya aku tidak tertarik sama sekali untuk mengikuti seminar tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu pola pikirku berubah saat seminar berlangsung aku mendapatkan kalimat yang menyentuh sekali “Kuliah itu bukan hanya tentang ijazah saja, namun tentang relasi yang kalian bangun, ilmu yang kalian dapat, lingkungan yang kalian dapatkan, kelak semua itu akan berarti untuk kalian, untuk bekal masa depan kalian”. Kalimat ini membuat aku mulai berpikir kembali dan aku berpegang teguh ingin sekali melanjutkan ke perguruan tinggi negeri.

Singkat cerita saat memasuki kelas XI SMK aku mulai belajar mati-matian, ambis mengejar nilai bahkan aku mencari kerja sampingan untuk bisa ikut bimbel. Jujur saja, saat SMK aku sulit untuk memahami mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti bimbel dengan biaya dari hasil kerja sampinganku, aku waktu itu tidak berani untuk minta uang tambahan ke orang tua karena melihat kondisi ekonomi yang tidak menentu dan untuk masuk di SMK tersebut juga tidak murah. Mungkin, sebagian orang bertanya-tanya, “Anak SMK kenapa ikut bimbel, toh nanti juga bakal kerja”, aku hanya tersenyum menanggapi kalimat tersebut. Awalnya belum terbiasa mengikuti bimbel dan juga kerja sampingan, di saat bimbel aku melihat banyak sekali anak yang memiliki privilage, mulai keluraga yang mendukung bahkan fasilitas yang sangat terbilang cukup dari keluarga, rasanya aku iri sekali melihat itu semua. Hampir setiap hari mengeluh capek dan bingung mengatur waktu untuk mengerjakan tugas, teringat kelas XI juga ada PKL (Praktik Kerja Lapangan) selama 3 bulan di apotek. Akhirnya aku berhenti untuk bimbel dan berhenti bekerja agar lebih fokus untuk menjalankan PKL.

Bahkan aku selalu bercerita dengan wali kelasku terkait aku ingin kuliah, dan setiap semester ketika orang tuaku mengambil rapot aku selalu bilang kepada wali kelasku untuk menyampaikan pesan kepada orang tuaku meyakinkan dan mengizinkan aku untuk bisa melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri. Saat itu ibuku bilang “Kalau Devita pengen kuliah, nanti coba cari beasiswa ya, bapak sama ibu dulu sekolah aja SD nggak sampai lulus, kakak-kakakmu aja nggak ada yang berani kuliah, soalnya melihat kondisi bapak sama ibu kesulitan, kalau devita tetep pengen kuliah, cari beasiswa, ibu sama bapak Cuma bisa bantu doa sama menyekolahkan kamu sampai SMK, selebihnya ibu bantu semampunya saja”. Aku ketika mendengarkan nasehat tersebut rasanya ingin mengubur mimpi untuk bisa kuliah. Namun aku selalu melihat tulisan di meja belajarku yang bertuliskan “Bayangkan mereka ketawa atas kegagalanmu, kamu nggak bakal berkembang kalau diam saja. Belajar! PTN nggak nerima orang males”. Aku suka sekali menulis setelah itu aku tempelkan di meja belajarku, hal itu membuat aku untuk berani melangkah.

Saat kelas XII SMK semester genap, aku mulai mempersiapkan diri untuk mengambil jalur SNBP 2024 di Universitas Negeri Malang dengan mengambil Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Aku sudah pesimis sekali bahkan sudah yakin bakal keterima mengingat nilaiku sangat baik. Namun, keberuntungan belum berpihak kepadaku, aku gagal keterima di UM, akhirnya aku memberanikan diri mendaftar UTBK tahun 2024. Pada saat itu aku hanya bermodalkan belajar dari youtube dan minta link latihan UTBK sebelumnya dari temen-temen beda sekolah. Awalnya aku ragu untuk mengikuti UTBK, mengingat biaya pendaftaran dan juga ongkos untuk berangkat, dan bersyukur sekali aku mendaftar UTBK melalui KIPK akhirya gratis, saat itu aku mengambil 4 Jurusan, yaitu S1 Kimia, S1 Pendidikan Kimia, D3 Teknik Kimia, dan D4 Teknologi Kimia Industri di Universitas Negeri Malang (UM) rasanya aku ingin sekali tetap memperjuangkan UM karena aku tertarik dengan Universitas tersebut.

Aku masih ingat sekali saat perjalanan UTBK aku berangkat sendiri dari stasiun madiun berhenti di stasiun malang dan itu pertama kali aku berani bepergian sendiri. Hari dimana UTBK yaitu di hari selasa dan di sesi satu, aku sangat pesimis mengingat soalnya yang lumayan sulit. Tapi, seenggaknya aku berani untuk mencoba. Di perjalanan pulang UTBK aku menggunakan Go-Jek, saat perjalanan bapak Go-jek tersebut bercerita kurang lebihnya seperti ini, “Mbaknya ikut UTBK juga ya, anak saya juga ikut mbak, dia ambil ekonomi mbak, UTBKnya di UB mbak, anak saya tak suruh kuliah mbak biar nggak jadi tukang ojek seperti saya mbak, mbaknya semangat yaa, semoga nanti keterima di kampus yang mbak impikan”. Saat itu bapaknya juga sambil lihatin kartu peserta UTBK anaknya. Rasanya saat bapak itu bercerita aku cuman bisa senyum sambil nahan air mata. Tiba-tiba banget bapaknya cerita seperti itu, dari situ aku mulai berpikir. Apapun yang kita usahakan selagi itu baik, pasti Allah bakal bantu. Untuk bapak Go-jek kemarin di tahun 2024 yang cerita sama saya, semoga anaknya keterima, rasanya bapat tersebut menaruh harapan besar untuk anaknya.

Saat pengumuman UTBK 2024, ternyata kata “Semangat” masih terpancar di pikiranku, yaa.. aku gagal lagi. Rasanya aku benar-benar putus asa sekali. Perjuanganku mulai dari kelas X-XII SMK rasanya sia-sia. Perjuanganku tidak berhenti di situ, aku memberanikan daftar lagi jalur mandiri di Universitas Islam Negeri Ponorogo mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam. Beda jauh sekali dengan jurusan sebelumnya dan aku malah mengambil jurusan yang sama sekali tidak aku bayangkan. Dan setelah mengikuti beberap tahapan untuk mendaftar jalur mandiri akhirnya aku keterima dan lebih bersyukurnya lagi aku lolos beasiswa KIPK dari kemenag. Rasanya senang sekali akhirnya bisa kuliah dengan beasiswa. Namun, perjalananku saat melewati semester 1 dipertengahan hampir menyerah, dimana backgroundku SMK dan masuk di UIN banyak sekali hal-hal yang harus aku pelajari dari awal, mulai lingkungan, mata kuliah yang berbasis arab.

Hampir setiap belajar aku menangis, aku selalu meyakinkan diriku untuk bisa melewati masa semester 1 ini, seiring berjalannya waktu aku berhasil melewatinya, selain itu saat IPKku semester 1 mulai dari 3.61 seiring naiknya semester ipkku terus bertambah tinggi dan aku juga berani eksplor untuk mengikuti kegiatan kampus. Mulai dari ikut kegiatan mahasiswa (UKM), mengikuti bedah buku, volunter dan juga memberanikan diri untuk menjadi guru bimbel mulai dari SD, SMP dan SMA sampai sekarang, pada akhirnya materi SMK yang aku dapatkan berguna sekali untuk peganganku menjadi guru les. Motivasi untuk terus melangkah sampai saat ini adalah “Kita semua punya kelebihan, kita hanya perlu mengembangkan potensi kita, terlepas apa yang kita inginkan tidak sesuai apa yang kita harapkan. Bisa jadi Allah punya kado terbaik untuk kita semua, dan perlu kita ketahui kuliah itu tidak semua orang bisa dan kuliah adalah salah satu privilage yang patut kita syukuri”. Dan sekarang aku sedang menjalankan semester 5 di UIN Ponorogo dengan beasiswa KIPK dari kemenag sangat membantu sekali untuk kebutuhan kuliahku. Dan untuk keluargaku tunggu anakmu ini, anak terakhirmu ini untuk menjadi seorang sarjana dan membanggakan keluarga, sekaligus aku akan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk diriku, untuk versi diriku sendiri. Dan kalian semua yang sedang berjuang semoga selalu dipermudah selalu dikelilingi orang baik-baik dan apa yang kalian usahakan selalu dipermudah. Aamiin…

Tinggalkan Komentar