Kisahku, inspirasiku
Mendaki dengan Tanggaku Sendiri
Aku menulis ini bertepatan dengan deadline pendaftaran karena baru mendapat info lomba ini hari Rabu dari grup chat Whats App KIP kuliah. Sementara hari Kamis aku masuk lab untuk melakukan penelitian KTI ku, selain itu aku juga sedang mempersiakan UKOM untuk awal Agustus nanti. Well, tetapi aku tetap excited untuk ikut lomba ini karena terkadang aku jenuh dengan rutinitas yang seperti itu, jadi menulis jadi salah satu caraku untuk mengambil jeda. Semoga tulisan ini tetap bisa dibaca oleh juri Kampus Swasta.
Sampai disini sudah cukup jelas ya kalau aku seorang mahasiswa akhir yang sedang merampungkan Tugas Akhir (TA). Sebenarnya kampusku saat ini juga bukan kampus impianku, tetapi impianku jadi mahasiswa akhirnya terwujud. Cerita ini dimulai sejak SMP. Dulu aku punya tujuan bisa masuk SMA, memilih kelas IPA, belajar yang serius dan berusaha dapat beasiswa untuk masuk PTN. Pikiran yang terlalu flat untuk anak yang masih SMP itu. Tetapi hal itu tidak terjadi karena mungkin memang seharusnya tidak terjadi. Aku akhirnya masuk SMK atas saran ibuku. Kata ibuku kalau lulusan SMK bisa langsung bekerja, tetapi tetap punya kesempatan untuk melanjutkan kuliah. Akhirnya aku memilih jurusan farmasi dan lulus tahun 2015.
Selama belajar di SMK aku tetap bertekad untuk melanjutkan kuliah, aku mencoba mendaftar melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN, yang sekarang namanya sudah berganti menjadi SNBP dan SNBT. Tetapi sayangnya tidak satu pun yang menerimaku. Bisa jadi karena salah strategi dalam memilih jurusan dan universitasnya atau memang aku yang kurang belajar. Karena jujur, soal-soal SBMPTN banyak sekali materi yang harus dipelajari dan sebagian besar aku tidak dapat materi itu di SMK. Dari keluargaku bukan hanya ibuku, tetapi juga bude dan pakdeku pun juga menyuruhku untuk mencoba bekerja dulu baru nanti kuliah. Bahkan mereka juga menilai kalau aku salah, kenapa bukan memilih jurusan farmasi.
“Yaa kan jadi sia-sia belajar farmasi di SMK 3 tahun, eh malah kuliahnya jurusannya ngga nyambung”, begitulah kata mereka. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku tidak bisa menahan tangisku. Aku teringat dulu aku mudah masuk SMP dan SMK tetapi sekarang sulit sekali untuk masuk kuliah. Padahal tujuanku sederhana, aku hanya ingin upgrade diri. Bukankah itu juga bentuk rasa syukur? Allah memberiku akal untuk terus belajar dan menggunakannya. Aku paham, kuliah itu butuh biaya besar sementara aku berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Banyak kebutuhan keluargaku dibantu oleh saudara-saudaraku. Tetapi aku tidak mengerti kenapa mereka justru seperti menahan diri untuk tidak mendukungku untuk kuliah.
Ya tahun itu aku gagal kuliah.
Gagal kuliah membuatku mencari kerja sebagai opsi kedua. Aku mulai memasukkan lamaran kerja ke berbagai tempat. Singkat cerita, aku bekerja di sebuah apotek, ya sesuai dengan jurusanku saat di SMK. Tetapi aku tetap ingin melanjutkan kuliah, meskipun tidak sama dengan jurusanku di SMK, karena aku berpikir kalau switch jurusan justru akan menambah pengetahuan dan pengalamanku. Aku pun mencoba mendaftar lagi melalui jalur SBMPTN dan mandiri. Tetapi sayangnya aku gagal lagi.
Setalah berkali-kali gagal di PTN, aku diam-diam mencoba mendaftar ke PTS. Dan kali ini aku diterima di salah satu kampus di kotaku. Rasa senangnya bukan main. Berarti statusku sebentar lagi jadi mahasiswa. Aku bahkan sudah sampai tahap pembayaran awal dan sudah menyetorkan sejumlah uang ke rekening kampus dari hasil kerjaku di apotek. Tetapi semuanya berhenti di situ. Orang tuaku melarangku kuliah karena itu adalah kampus swasta dan jurusan yang kupilih bukan farmasi. Akhirnya aku mengundurkan diri dari kampus itu dan kembali bekerja.
Jujur saja, keinginan untuk melanjutkan studi sebenarnya masih ada karena aku tidak puas hanya menjadi lulusan SMK. Aku tidak tahu bagaimana regulasi di masa depan. Bagaiamana kalau suatu saat aturan berubah dan aku harus kehilangan pekerjaan hanya karena aku lulusan SMK. Lalu aku harus bagaimana? Aku tahu, kuliah bukan satu-satunya jalan menuju sukses. Tetapi bagiku kuliah itu bisa memperbesar kesempatan kita untuk berkembang dan menjadi seorang yang profesional dibidangnya.
Tahun demi tahun berlalu. Lama kelamaan aku mulai tidak tertarik lagi dengan kuliah. Rasanya aku sudah tidak punya kesempatan lagi untuk bisa melanjutkan studi. Aku bahkan berniat untuk mengubur dalam-dalam mimpi itu. Sebenarnya bisa saja aku menabung untuk membiayai kuliah sendiri. Tapi aku sudah tidak punya keinginan untuk kuliah. Dan berpikir kalau kuliah itu ya hanya buang-buang uang. Umurku juga semakin bertambah. Mungkin nanti aku juga akan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru atau mengikuti pelajaran di bangku kuliah.
Kadang aku iri, sedih dan merasa minder ketika melihat sekumpulan mahasiswa saat aku melewati salah satu universitas di kotaku. Belum lagi sepupu-sepupuku yang satu per satu jadi mahasiswa. Rasanya seperti hilang arah tidak punya privilege, merasa jauh tertinggal dari yang lain, tetapi tetap harus melanjutkan hidup.
Aku harus tahan, aku tidak boleh terpengaruh dan berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Jadi aku harus punya mimpi lain. Aku harus mulai dari hal yang aku sukai. Menurutku akan lebih mudah meng- handle kesulitan ketika kita menikmati apa yang sedang dikerjakan. Kemungkinan besar kita juga akan bertahan lebih lama dan tidak mudah menyerah. Singkat cerita, aku pun mulai menerima pesanan untuk kado wisuda yang aku beri mana ‘art frame’. Frame 3D yang didalamnya dihias ornamen wisuda seperti buket mini dan tulisan nama wisudawannya. Aku mempromosikannya lewat instagram. Meskipun yang membeli tidak banyak tetapi aku senang menjalaninya. Aku juga banyak belajar hal baru, mulai dari memperbaiki tampilan instagram (bahkan aku ikut kelas optimasi instagram), belajar marketing, mengatur keuangan, mengembangkan produk, berdiskusi dengan customer untuk menghasilkan art frame yang sesuai dengan request mereka, belajar cara packing yang aman dan memilih ekspedisi dengan biayanya terjangkau, sampai menghadapi pembeli yang cerewet. Terkadang terasa sulit dan melelahkan, but I enjoy it.
Terkadang aku berpikir apakah aku lebih baik mengembangkan bisnis kecil ini saja ya. Tetapi bisnis ini belum sepenuhnya stabil. Awalnya aku menjadikan ini sebagai side hustle. Tetapi Ibuku seperti kurang suka dengan apa yang aku lakukan. Justru yang mendukungku yaitu temanku yang beberapa kali memesan art frame dan adikku yang membantu memberikan saran desain art frame. Sehingga sampai saat ini bisnis kecil ini masih berjalan, walaupun sering berjalan di tempat.
Aku pun akhirnya resign dari pekerjaanku di apotek milik BUMN itu. Seiring dengan habis masa kontrakku. Yup, aku tidak memperpanjang kontrak kerja ku. Mungkin banyak orang yang menganggap keputusanku bodoh. In this economy, kok malah resign. Tetapi aku pasrah saja dengan apa yang akan orang pikirkan. Yaa bodo amat. Aku sudah bekerja dari tahun 2015 hingga 2022 sebagai asisten apoteker. Dan aku memilih istirahat sambil belajar menekuni bisnis kecil ini, terkadang aku juga membantu ibu membuat kue pesanan. Rasanya aku masih butuh waktu untuk menata diri, menulis lagi lembar kehidupan yang baru. Aku perlu memikirkannya lagi, apakah akan tetap mengembangkan bisnis ini, kembali bekerja di bidang farmasi, atau justru mencoba bidang yang sama sekali belum pernah aku coba. Masa istirahat ini aku juga gunakan untuk memperbaiki kondisi tubuhku, aku menderita PCOS dan hemoroid. Aku pikir aku mungkin juga stress. Jadi menurutku keputusan berhenti bekerja saat itu adalah keputusan yang tepat.
Tahun 2023 entah kenapa pakde ku (kakaknya Ibuku) datang ke rumah dan menyuruhku untuk mendaftar kuliah jurusan farmasi. Beliau bilang akan membantu biaya kuliahku. Sejujurya aku tidak tertarik, bahkan mencoba untuk menolak. Tapi orang tuaku mendukungku. Ya, mendukungku kuliah. Padahal beberapa sebelumnya melarangku kuliah. Singkat cerita aku diterima di kampus itu. Kampus kecil yang tidak terkenal dan sedang merintis.
Aku sama sekali tidak excited menjadi mahasiswa. Bukan karena kampusnya bukan kampus impianku ya. Tetapi rasa ingin menjadi mahasiswa itu sudah hilang. Meskipun begitu, aku tetap menjalani serangkaian kegiatan di kampus. Mulai dari PKKMB, kegiatan belajar mengajar, hingga ikut mempromosikan kampus di campus expo dan beberapa sekolah SMK serta ikut kegiatan cek kesehatan di berbagai tempat. Dari situ aku mulai sadar kalau aku sekarang mahasiswa. Mimpiku 8 tahun lalu sekarang terwujud. Kadang aku berpikir apa ini jawaban dari doa-doa ku dulu.
Mungkin aku tidak seperti teman-teman lain yang lulus SMK/SMA bisa langsung duduk di bangku kuliah. Sedangkan aku baru bisa kuliah ketika umurku sudah tidak muda lagi. Tetapi justru dari situ aku sadar kalau aku masih punya kesempatan untuk bisa upgrade diri. Ya ibarat tangga menuju impian, mungkin tangga kami berbeda. Ada yang cukup menggunakan tangga portable untuk naik ke lantai berikutnya. Sedangkan aku harus membangun tangga beton yang lebih panjang, berat dan butuh waktu lebih lama. Tetapi akhirnya tangga itu tetap membawaku sampai ke tujuan.
Banyak hal yang aku dapatkan selama kuliah. Jadi kuliah bukan hanya soal menambah ilmu. Aku juga belajar membangun relasi dengan lingkungan yang baru, melihat sesuatu dari sudut pandang yang lebih luas sehingga lebih kritis, ikut organisasi, menjadi panitia event, ikut kegiatan PKM, sampai belajar bahwa setiap laporan praktikum dan tugas yang kita tulis harus bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan aku baru mengenal jurnal ilmiah setelah masuk kuliah. Oh iya, aku juga berkesempatan mendapatkan beasiswa dari salah satu industri farmasi.
Sekarang aku menulis cerita ini sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir. Kadang aku masih tidak percaya, mimpi yang sempat aku kubur akhirnya terwujud. Selama kuliah aku juga mendapat banyak kesempatan yang dulu tidak pernah kubayangkan. Aku jadi semakin yakin kalau setiap orang memang punya jalannya masing-masing. Mungkin jalanku memang lebih lama, tetapi itu bukan berarti aku terlambat. Aku hanya sedang mendaki dengan tanggaku sendiri.
Berikut beberapa kegiatan selama kuliah
Panitia PKKMB Asistensi Penyusunan PKM
Penyaringan hasil maserasi (salah satu tahapan dalam penelitian TA)
