Perjuangan Menuju Kampus Impian
Namaku Irma Febrianti Sitinjak, aku lahir dan tinggal menetap disebuah kota yang bernama Kota Dumai. Tulisan ini akan menjadi ringkasan cerita tentang proses ku dalam mendapatkan kampus impian. Aku memulai pendidikan untuk pertama kali nya di sebuah TK yang bernama TK Kasih Ibu, tempat di mana aku menjadi seorang murid yang memulai belajar mengenal huruf, angka, dan juga prestasi. Satu tahun menjadi anak kecil yang aktif membuatku tumbuh menjadi perempuan yang berani tampil di depan banyak orang, aku tidak pernah menangis jika ditinggalkan oleh mama, aku juga tidak pernah merengek jika papa tidak mengantarkan ku sampai ke kelas, aku selalu ceria dan menjadikan semuanya menjadi ruang untukku belajar mandiri. Tidak terlihat seperti bocah 6 tahun, bukan?… HAHAHAHA, tapi itulah aku pada tahun 2012. Masa TK adalah masa singkat yang menjadi penopang dan juga bekal utama bagiku, selanjutnya aku masuk sekolah dasar di SDN 015 Gurun Panjang, banyak pengalaman yang ku dapatkan selama 6 tahun menggunakan seragam merah putih. Puji Tuhan aku selalu mendapatkan juara 1 kelas, aku selalu menjadi murid yang dipanggil ke depan untuk mendapatkan penghargaan, untuk menerima hadiah, dan pastinya untuk berfoto dengan guru-guru. Di luar keaktifan ku belajar, aku juga aktif mengikuti banyak kegiatan, seperti menjadi anggota pemain musik di sekolah, aku mahir dalam bermain DrumBand, Pianika, Kibot, dan Gamelan. Selain itu, aku juga menjadi salah satu anggota perpustakaan, yang dimana tugasku adalah mencatat dan menyusun buku yang dipinjam oleh murid lain. Menjadi anggota perpustakaan ini adalah salah satu hal yang paling aku senangi, karena aku sangat suka membaca, aku mencintai buku, bahkan aku rela menabung seluruh uang jajanku hanya untuk membeli buku. Pada tahun 2019 aku lulus dan mendapatkan nilai tertinggi di antara semua murid, aku berhasil menjadi lulusan terbaik. Lanjut, aku masuk sekolah di SMPN 12 Dumai, sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah ku. Namun, aku hanya bisa menikmati kelas 1 saja, dikarenakan covid melanda pada masa itu. Tetapi aku tetap rajin belajar dan memanfaatkan waktu selama kelas 1 SMP. Diluar itu aku aktif dalam kegiatan pramuka dan juga sains, aku sering ikut lomba serta proses pelatihan sehingga memberikan banyak pengalaman dan pastinya ilmu yang bermanfaat untukku. Puji Tuhan selama duduk dibangku SMP aku masih bisa mendapatkan juara, walaupun pembelajaran dilakukan secara online sejak 2020 – 2021 aku tetap fokus untuk melatih diriku sendiri di rumah, aku belajar mandiri demi bisa menguasai materi yang diberikan. Tidak berhenti dimasa itu saja, aku melanjutkan pendidikan ku dibangku yang lebih serius, yaitu dimasa putih abu abu. Aku masuk di sekolah SMAN 7 Dumai, sekolah yang tergolong baru namun sudah sangat bagus proses pembelajarannya. Aku mengambil jurusan IPS, karena aku sangat suka mata pelajaran ekonomi. 3 tahun menjadi anak putih abu abu membuatku lebih keras lagi dalam belajar, aku lebih banyak mendapatkan tantangan dan juga sering menghadapi masalah. Aku aktif di kegiatan PIK-R, karena aku menyukai organisasi yang suka bersosialisasi ke banyak umum, disela sela kegiatanku, aku menyempatkan diri untuk menyicil belajar UTBK, aku sudah membeli buku UTBK sewaktu kelas 11 semester ganjil. Hal yang paling aku syukuri dibangku SMA adalah aku bisa mendapatkan juara 1 tiap pengambilan raport, aku juga juara umum, serta aku menjadi siswa eligble nomor 1. Pastinya aku senang, karena aku bisa mengikuti pendaftaran PTN jalur SNBP. Namun, sangat disayangkan aku gagal dalam seleksi tersebut, aku tidak berhasil menggapai jurusan yang ku inginkan selama ini, yaitu Ekonomi dan Akuntansi. Aku sedih tapi aku tetap fokus belajar untuk persiapan tes UTBK yang sebulan lagi akan dimulai, aku belajar terus menerus, mempelajari setiap rumus, pola soal, dan juga menghapal setiap materi yang akan keluar. Mungkin kemenangan belum ada untukku, aku gagal lagi, aku gagal untuk kedua kalinya menggapai jurusan yang aku inginkan, aku sedih karena merasa hasil belajarku sia sia selama ini. Tapi aku tak ingin menyerah begitu saja, aku berani mengikuti tes jalur mandiri yang bernama SMPTN BARAT, jalur yang pastinya lebih ketat lagi. Aku tetap mengulang belajar, walaupun ada rasa lelah aku tetap yakin aku pasti berhasil, rasa takutku tidak boleh dari rasa percayaku. Dan yapss lagi dan lagi aku gagal, kegagalan kali ini tidak lagi memberikan rasa sakit, bahkan untuk menangis saja rasanya aku tak mampu. Aku hampir tidak mengenali diriku, aku menjadi orang yang tertutup, dan malas berkomunikasi dengan siapapun. Aku malu karena ada beberapa orang yang mengatakan hal buruk kepadaku ”percuma selalu juara 1 tapi gagal terus” kalimat yang membuatku hampir gila, karena aku merasa diriku tidak layak untuk berhasil. Semingguan lebih aku mengurung diri di kamar, tak ingin menyapa siapapun, tak ingin melakukan kegiatan apapun, selain istirahat dan tidur berjam jam lamanya. Hatiku mulai paham apa itu arti proses, aku tidak harusnya jatuh seperti ini, langkah yang ku ambil seharusnya terus berjuang bukan bermalas malasan, setelah aku mengevaluasi diri aku kembali mengikuti pendaftaran PTN yaitu jalur PBUD, ini adalah jalur terakhir untukku. Aku tidak lagi mengambil jurusan impianku, aku mengambil jurusan Administrasi Publik jurusan yang sudah unggul akreditasnya. Aku menaruh harapan sangat besar pada jalur ini, karena jika aku gagal aku harus mengulang ditahun depan. Aku pergi ke Pekanbaru untuk ujian dengan banyak sekali gebrakan, mulai dari salah ruangan, ketinggalan bus. Pada akhirnya, tangis yang ku dapatkan bukan lagi kegagalan melainkan kemenangan, aku berhasil lolos di pilihan pertama, aku berhasil mendapatkan barcode dengan kalimat ” SELAMAT ANDA DINYATAKAN LOLOS ” rasanya aku benar benar tidak menyangka, aku melewati banyak kegagalan untuk kemenangan terbesar. Aku sangat berterimakasih kepada banyak orang yang selalu support, dan terutama berterimakasih kepada Tuhan yang selalu memberikanku kesehatan dan juga kekuatan untuk terus bertahan sejauh ini.
Sertifikat penghargaan yang ku dapatkan.
Berikut beberapa bukti hasil perjuangan ku.
1. Gagal SNBP 3. Gagal SMPTN BARAT
2. Gagal UTBK 4. Lulus PBUD
Ini adalah aku, Irma Febrianti Sitinjak yang kini menjadi mahasiswa di Universitas Riau.
