Kisah Inspirasi Ku Menggapai Kampus ITSB

Oleh : M Arfy Rafa Fakhrezie, Mahasiswa Informatika semester 6 di Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB)

Perkenalkan, saya Muhammad Arfy Rafa Fakhrezie, seorang pemuda yang sempat menjalani masa gap year selama tiga tahun. Bukan tanpa alasan, masa tersebut saya lalui dengan penuh perjuangan dan ketidakpastian, terutama karena kondisi ekonomi keluarga yang sedang berada dalam fase krisis. Namun, di tengah keterbatasan itu, satu hal yang tidak pernah padam adalah keinginan saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Hari demi hari saya lalui dengan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, saya melihat teman-teman saya mulai melangkah ke dunia perkuliahan, sementara saya masih berjuang dengan realitas yang ada. Rasa tertinggal, cemas, bahkan hampir menyerah sempat menghampiri. Namun di dalam hati, selalu ada suara kecil yang berkata bahwa saya tidak boleh berhenti bermimpi.

Keinginan untuk kuliah tidak pernah benar-benar padam. Saya terus mencari peluang, meskipun sering kali berujung pada kekecewaan. Hingga suatu hari, sebuah momen sederhana mengubah segalanya. Saat sedang membuka Instagram, saya menemukan sebuah postingan mengenai pembukaan beasiswa 100% hingga lulus dari Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB).

Awalnya, saya sempat ragu. Apakah ini kesempatan nyata? Apakah saya mampu bersaing dengan banyak orang di luar sana? Namun, kali ini saya memilih untuk tidak membiarkan keraguan menguasai diri. Saya meyakinkan diri bahwa mencoba adalah satu-satunya cara untuk mengubah keadaan.

Dengan tekad yang kuat, saya mulai mengikuti proses pendaftaran. Setiap tahapan saya jalani dengan penuh kesungguhan. Diawali dari seleksi administrasi, tes, hingga wawancara. Di setiap tahap, saya tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga diuji tentang seberapa besar saya menginginkan kesempatan ini.

Momen wawancara menjadi salah satu titik paling menegangkan sekaligus berkesan. Di sana, saya harus menjelaskan siapa diri saya, apa yang telah saya lalui selama tiga tahun, dan mengapa saya pantas mendapatkan kesempatan ini. Saya berbicara dengan jujur, tentang keterbatasan yang saya hadapi, tentang mimpi yang saya pertahankan, dan tentang tekad saya untuk tidak menyerah.

Seiring berjalannya proses, keyakinan saya terhadap pilihan ini semakin kuat. Ada tiga alasan yang membuat saya mantap memilih ITSB. Pertama, adanya kolaborasi dengan Sinar Mas Group yang membuka peluang nyata untuk berkembang di dunia industri. Kedua, keinginan saya yang besar untuk mendalami program studi informatika, bidang yang saya yakini memiliki peran penting di masa depan. Ketiga, kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah sebagai mahasiswa pertama di program studi informatika di kampus ini yang menjadi sebuah peluang yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga penuh makna.

Hingga akhirnya, hari yang saya tunggu pun tiba. Kabar kelulusan itu datang, dan saya dinyatakan diterima sebagai penerima beasiswa 100% hingga lulus. Saat itu, perasaan saya sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Tiga tahun penantian, perjuangan, dan doa akhirnya menemukan jawabannya.

Kini, saya telah resmi menjadi bagian dari ITSB dan bahkan telah mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Berdiri di titik ini, saya menyadari bahwa perjalanan saya belum selesai. Justru, ini adalah awal dari babak baru dalam hidup saya.

Foto: Peresmian Mahasiswa Institut Teknologi Sains Bandung setelah PKKMB (saya yang kedua disebelah kiri)

Melalui perjalanan ini, saya belajar bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Justru, dari keterbatasan itulah lahir kekuatan untuk terus berjuang. Kesempatan bisa datang dari hal yang sederhana, bahkan dari sebuah postingan di media sosial. Namun, yang menentukan adalah keberanian kita untuk mengambil langkah.

Saya percaya, selama kita tidak menyerah pada keadaan dan terus menjaga harapan, maka jalan menuju impian akan selalu terbuka, meskipun harus ditempuh dengan perjuangan yang tidak mudah dan sekarang saya sedang menempuh semester 6 yang Dimana setahun lagi untuk menyelesaikan studi ini.

Bandung, 24 Maret 2026

Muhammad Arfy Rafa F

Tinggalkan Komentar