Kampus Swasta

Oleh: Nadia P Hutahaean

Ada pepatah mengatakan “akar pendidikan itu pahit, tapi buahnya manis”~Aristoteles. Pepatah itu memang nyata dan sudah terealisasikan dalam hidup beberapa orang. Tak sedikit orang yang menyerah karena tidak mampu memenuhi keinginannya untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. Berapa orang tidak melanjutkan pendidikannya karena orang tua yang tidak mampu membiayai perkuliahan dan ada juga karena sudah beberapa kali mencoba seleksi untuk masuk PTN namun selalu gagal. 

Saya adalah salah satu orang yang berjuang untuk masuk PTN. Yah, orang tuaku bukanlah orang yang berada, tetapi mereka selalu mendukungku untuk melanjutkan pendidikanku. Mereka rela meminjam uang demi membiayai pendidikanku. Hal itu yang membuatku untuk tidak menyerah dan harus berjuang masuk perguruan tinggi negeri. 

Di kelas 10 SMA saya sudah membuat perencanaan untuk mengambil jurusan apa dan universitas apa yang akan saya pilih. Saya selalu berusaha mendapatkan nilai yang bagus dan ternyata saya bisa mendapatkan nilai bagus di kelas 10. Hal itu membuat tekad saya lebih besar, Saya berusaha untuk meningkatkan nilai saya setiap semester. Perjuanganku tidak sampai disitu saja. Saya selalu mengikuti olimpiade sains nasional bidang studi ekonomi di kelas 10 dan kelas 11 yang saya juga meningkatkan kemampuanku di bidang nonakademik yaitu menulis cerpen di kelas 12 semester 1. Dalam perlombaan ini saya mendapatkan kategori peserta terbaik menulis cerpen  tingkat nasional yang diselenggarakan oleh literasi kita dan karya saya resmi diterbitkan oleh sinar jaya pada bulan Juli 2023. Perjuanganku dalam mempertahankan nilai raport bisa diresmikan membuat saya mendapat rangking 1 eligibel  jurusan IPS  di SMA saya. 

Tetapi perjuangan kaum masuk PTN tidak semudah yang dipikirkan. Saya berpikir dengan nilai saya yang terus meningkat dan tidak pernah menurun membuat saya dinyatakan lulus SNBP yang ternyata pemikiranku salah. Saat saya buka pengumuman SNBP saya mendapatkan merah bukan biru dan hal yang paling membuat saya kecewa pada diri sendiri yaitu orang tua saya yang sangat berharap saya lulus SNBP namun tidak bisa saya wujudkan. Saya selalu berpikir mengapa dunia ini tidak adil. Meskipun demikian saya tidak pernah menyerah dan akan lanjut mengikuti jalur SNBT karena masih banyak orang yang mendukungku terutama orang tuaku. Walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa jurusan akuntansi akan sulit saya raih dan kesempatan untuk lulus SNBT sangat minim. Rintangan memang banyak tetap tekad saya tidak akan pernah pudar.

Tak hanya tekad namun tindakan pun harus nyata. Saat itu saya fokus belajar untuk persiapan SNBT. Saya mengikuti tryout gratis dan saya mengerjakan soal setiap harinya. 

13 Juni 2024 adalah hari pengumuman hasil seleksi nasional berbasis tes. Dan  ternyata perjuangan saya tidak sia-sia. Saya dinyatakan lulus SNBT dengan program studi akuntansi. Dan itu membuat orang tua saya tersenyum lebar yang tentunya saya sangat bahagia melihat mereka  tersenyum dan menangis terharu. 

Kembali ke pepatah di awal “Akar pendidikan itu pahit, tetapi buahnya manis”~Aristoteles. Pepatah tersebut sangat benar, tidak ada yang mudah untuk mencapai sesuatu dan  meskipun perjuangan mencapai PTN sulit tetapi  selama  kita menanamkan tekad dalam hati maka proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Semangat buat yang mau berjuang untuk masuk PTN.