Sepersekian Detik yang Menentukan Masa Depan Saya

Oleh: Fitriana Wijaya

Mahasiswi Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Saya masih ingat jelas, jam baru menunjukkan pukul 10.00 WIB, Kamis, 27 Maret 2025, ketika saya, Fitriana Wijaya, duduk sendirian di kamar sambil menatap layar laptop yang loadingnya rasanya lama sekali. Padahal mungkin cuma beberapa detik, tapi buat saya waktu itu terasa seperti menunggu hasil ujian paling penting dalam hidup. Tangan saya berkeringat, jantung berdebar kencang, dan saya berkali-kali menarik napas panjang sebelum berani membuka halaman pengumuman SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Tidak ada siapa-siapa di samping saya saat itu. Hanya saya, kamar yang sepi, dan rasa cemas yang entah kenapa susah dijelaskan dengan kata-kata.

Kalau dipikir-pikir lagi, perjuangan ini sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum pagi itu, bahkan sejak saya masih kelas sepuluh, jurusan IPA, di MAN 1 Tegal. Waktu itu saya belum tahu akan lewat jalur apa nantinya, yang saya tahu cuma harus belajar sebaik mungkin. SPAN-PTKIN itu jalur yang menilai nilai rapor dari semester satu sampai semester lima, jadi setiap nilai yang saya dapat dari kelas sepuluh sampai kelas dua belas semester satu ikut menentukan hasil pagi itu. Tidak ada cara untuk memperbaiki nilai yang sudah lewat, jadi yang bisa saya lakukan ya cuma terus berusaha semampu saya di setiap semester, walau kadang capek dan pengen nyerah pas pelajaran IPA yang menurut saya susah, seperti fisika dan kimia.

Saat daftar SPAN-PTKIN, saya memilih empat program studi. Pilihan pertama Manajemen Pendidikan Islam UIN Walisongo Semarang, kedua Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di kampus yang sama, ketiga Tadris Bahasa Inggris UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, dan keempat Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di kampus yang sama. Saya pikirkan urutan ini lama, bukan asal pilih. Saya tetap mau di jalur pendidikan, tapi juga penasaran sama hal lain yang jarang dibahas orang-orang soal pendidikan, yaitu yang ngatur di belakangnya.

Saya taruh Manajemen Pendidikan Islam di urutan paling atas karena saya mikir, jurusan pendidikan itu enggak cuma berakhir jadi guru. Lulusan MPI bisa kerja di bagian administrasi sekolah atau madrasah, jadi tenaga kependidikan, kerja di dinas pendidikan, atau ngurus lembaga pendidikan Islam yang sekarang banyak banget jumlahnya di Indonesia. Saya membayangkan diri saya nanti enggak cuma ngajar di depan kelas, tapi ikut bikin sistem di belakangnya jalan dengan baik. Buat saya itu peluang kerja yang sebenarnya luas, cuma memang jarang diomongin karena orang lebih sering ngomongin profesi guru aja.

Balik lagi ke pagi yang menegangkan itu. Halaman akhirnya kebuka semua. Saya lihat nama saya, terus saya baca ulang lagi karena enggak nyangka secepat itu hasilnya keluar. Manajemen Pendidikan Islam, UIN Walisongo Semarang, pilihan pertama saya. Saya enggak teriak atau nangis kayak di sinetron-sinetron, cuma diam aja sebentar sambil senyum sendiri di kamar, terus rasanya pengen langsung kasih tahu orang tua. Saya jadi ingat malam-malam waktu saya belajar walau udah ngantuk berat, ternyata semua itu enggak sia-sia.

Dari pengalaman ini saya belajar, hasil yang baik enggak datang tiba-tiba dari satu momen aja, tapi dari kebiasaan kecil yang saya jaga lama, walau saya enggak pernah tahu pasti hasilnya bakal kayak apa. Saya enggak nyangka nilai semester satu yang dulu saya anggap biasa aja, ternyata ikut nentuin masa depan saya. Dari situ saya sadar, perjuangan itu kadang enggak kelihatan sampai hasilnya benar-benar muncul di depan mata.

Sekarang saya jalanin peran sebagai mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Walisongo Semarang. Buat saya ini bukan cuma soal lolos seleksi, tapi awal dari niat saya untuk benar-benar berkontribusi di dunia pendidikan Islam, baik yang kelihatan di depan kelas maupun yang kerja di belakang sistemnya.

3 Komentar

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *